E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|Komisi III|Komisi IX|RUU Masyarakat Adat|Garut|Haji|MBG|Potensi Lokal|Komisi XIII|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan|BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|Komisi III|Komisi IX|RUU Masyarakat Adat|Garut|Haji|MBG|Potensi Lokal|Komisi XIII|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan|BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|Komisi III|Komisi IX|RUU Masyarakat Adat|Garut|Haji|MBG|Potensi Lokal|Komisi XIII|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan|BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Penurunan DBH Potensi Tekan Fiskal Daerah Penghasil SDA

Diterbitkan
Selasa, 23 Jun 2026 16.13 WIB
Bagikan:
Penurunan DBH Potensi Tekan Fiskal Daerah Penghasil SDA

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Anis Byarwati dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Banggar DPR RI bersama pemerintah yang membahas Kebijakan Transfer ke Daerah dalam RAPBN TA 2027 di Ruang Rapat Banggar Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Devi/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Perlunya strategi transisi fiskal bagi daerah penghasil sumber daya alam (SDA) menjadi sorotan dalam pembahasan Kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) RAPBN Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi dampak penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap penerimaan komoditas yang bersifat fluktuatif.

 

Hal itu disampaikan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Anis Byarwati dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Banggar DPR RI bersama pemerintah yang membahas Kebijakan Transfer ke Daerah dalam RAPBN TA 2027 di Ruang Rapat Banggar Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Lihat Juga :

Pemerintah Pusat Harus Percepat Penyaluran Kurang Bayar DBH Atasi Kebuntuan Fiskal Daerah

Pemerintah Pusat Harus Percepat Penyaluran Kurang Bayar DBH Atasi Kebuntuan Fiskal Daerah

Anis Byarwati: Daerah Harus Kurangi Ketergantungan pada DBH Komoditas

Anis Byarwati: Daerah Harus Kurangi Ketergantungan pada DBH Komoditas

 

Dalam rapat tersebut, Anis menyoroti penurunan alokasi DBH yang dinilainya berpotensi menimbulkan tekanan fiskal bagi daerah penghasil SDA. Menurutnya, daerah-daerah tersebut selama ini telah menyusun struktur belanja APBD berdasarkan proyeksi penerimaan DBH yang lebih tinggi.

 

“Ini menjadi guncangan fiskal yang sangat serius. Dampaknya paling berat dirasakan oleh daerah penghasil sumber daya alam yang sudah terlanjur membangun struktur belanja APBD berdasarkan proyeksi DBH yang lebih tinggi,” ujarnya.

 

Politisi Fraksi PKS itu juga menyoroti belum disampaikannya porsi DBH dalam pagu indikatif TKD Tahun 2027. Kondisi tersebut, menurutnya, menyebabkan daerah penghasil migas maupun batu bara tidak memiliki kepastian sebagai dasar penyusunan perencanaan anggaran tahun depan.

 

Baginya, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut aspek teknis penganggaran, melainkan juga berkaitan dengan keadilan fiskal bagi daerah penghasil SDA yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Oleh karena itu, Anis mendorong pemerintah menyiapkan strategi transisi fiskal bagi daerah penghasil SDA melalui diversifikasi ekonomi lokal dan penguatan basis penerimaan daerah.

 

Menurutnya, langkah tersebut penting agar daerah tidak terus bergantung pada penerimaan DBH yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas global. Pun, Anis menyoroti penggunaan basis data realisasi tahun sebelumnya dalam perhitungan DBH.

 

Meskipun memberikan kepastian angka, mekanisme tersebut dinilai membuat APBD daerah penghasil SDA rentan ketika terjadi penurunan harga komoditas secara tiba-tiba pada tahun berjalan. Maka dari itu, ia mengusulkan agar skema DBH diintegrasikan dengan pencapaian target Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

 

Daerah yang berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi dan tata kelola yang baik, menurutnya, perlu memperoleh insentif tambahan. “Daerah yang berhasil menaikkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat miskin, misalnya melalui digitalisasi retribusi, layak mendapatkan tambahan DBH berbasis kinerja sebagai bentuk penghargaan atas tata kelola yang baik,” tegasnya.

 

Mengakhiri pernyataan, Anis berharap kebijakan transfer ke daerah ke depan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pemerataan fiskal, tetapi juga mampu mendorong inovasi, memperkuat kemandirian daerah, dan menciptakan sistem penghargaan yang mendorong peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah. (bit/um)

Berita terkait

Pemerintah Pusat Harus Percepat Penyaluran Kurang Bayar DBH Atasi Kebuntuan Fiskal Daerah
Politik dan Keamanan
Pemerintah Pusat Harus Percepat Penyaluran Kurang Bayar DBH Atasi Kebuntuan Fiskal Daerah
Anis Byarwati: Daerah Harus Kurangi Ketergantungan pada DBH Komoditas
Ekonomi dan Keuangan
Anis Byarwati: Daerah Harus Kurangi Ketergantungan pada DBH Komoditas
Percepat Pelayanan Publik, Masa Reses Tidak Jadi Hambatan Bahas Reformulasi Fiskal Daerah
Politik dan Keamanan
Percepat Pelayanan Publik, Masa Reses Tidak Jadi Hambatan Bahas Reformulasi Fiskal Daerah
Tags:#TKD#RAPBN 2027
Sebelumnya

Taufan Pawe: Dana Insentif Daerah Harus Jadi Pemicu Inovasi Kepala Daerah

Selanjutnya

Dede Yusuf Harap Beban Gaji P3K Daerah Dialihkan ke APBN

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1053)
  • Industri dan Pembangunan(3682)
  • Isu Lainnya(1045)
  • Kesejahteraan Rakyat(3689)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4554)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

KELAS PARLEMEN

🚀 Halo Sobat Parlemen, Kelas Parlemen resmi dimulai! Kelas Parlemen mengajak kamu memahami bagaimana parlemen berperan dalam menjaga ruang digital di tengah perkembangan teknologi dan algoritma. 🎙️ Beyond the FYP: Peran Parlemen Menjaga Ruang Digital di Tengah Bias dan Jebakan Algoritma 📅 Jumat, 7 Agustus 2026 🕙 10.00 WIB – selesai 💻 Zoom Meeting 🎤 Narasumber: * Amelia Anggraini, S.I.Kom – Anggota Komisi I DPR RI * Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si. – Dosen FISIP Universitas Airlangga ✨ Fasilitas peserta: ✔️ e-Sertifikat ✔️ Berbagai hadiah menarik 📌 Daftar sekarang melalui tautan berikut: https://s.dpr.go.id/KELASPARLEMEN Jadilah bagian dari Kelas Parlemen dan ikut berdiskusi mengenai isu digita

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|Komisi III|Komisi IX|RUU Masyarakat Adat|Garut|Haji|MBG|Potensi Lokal|Komisi XIII|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan|BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 6 km/h