E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Revisi Kebijakan Kehutanan, Langkah Strategis Jaga Kelestarian Hutan

Diterbitkan
Kamis, 20 Mar 2025 11.23 WIB
Bagikan:
Revisi Kebijakan Kehutanan, Langkah Strategis Jaga Kelestarian Hutan
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa revisi kebijakan kehutanan yang komprehensif dan holistik merupakan langkah penting untuk memastikan kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam Forum Dialog Konservasi Indonesia (FDKI) bertajuk Menavigasi Undang-Undang Kehutanan di Hotel Sofyan, Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Dalam paparannya yang berjudul Revisi UU Kehutanan untuk Mewujudkan Sektor Kehutanan yang Produktif, Efisien, Berdaya Saing, Inklusif, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu menyoroti isu-isu kritis, termasuk deforestasi dan perlunya revisi UU Kehutanan No. 41 Tahun 1999.

Tantangan Kehutanan

Rokhmin mengungkapkan lima permasalahan utama yang memerlukan perhatian serius:

  1. Deforestasi masif dan dampaknya. Indonesia kehilangan rata-rata 492.950 hektare hutan per tahun sejak 2001 hingga 2024, dengan puncak deforestasi mencapai lebih dari 1 juta hektare pada 2016.
  2. Alih fungsi hutan ilegal. Banyak kawasan hutan berubah menjadi lahan perkebunan, pertambangan, dan pemukiman tanpa izin.
  3. Kebakaran hutan dan emisi gas rumah kaca (GRK). Pada 2023, Indonesia menyumbang 0,9 miliar metrik ton CO2e, menjadikannya kontributor emisi GRK dari deforestasi terbesar kedua setelah Brasil.
  4. Penurunan kontribusi sektor kehutanan terhadap PDB. Sektor ini terus kehilangan daya saing akibat praktik ilegal seperti pembalakan liar.
  5. Konflik agraria dan marginalisasi masyarakat adat. Setidaknya terdapat 121 kasus konflik agraria yang mencakup 2,8 juta hektare wilayah adat.

    Poin Krusial

    Politisi Fraksi PDIP ini menegaskan bahwa revisi UU Kehutanan harus memperkuat pengelolaan hutan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Beberapa poin kunci yang diusulkan antara lain:

    1. Pemanfaatan hutan untuk energi bersih. Perluasan akses pemanfaatan energi terbarukan di kawasan konservasi guna mendukung transisi energi hijau.
    2. Pengawasan dan penegakan hukum. Penguatan aturan terkait teknologi pemantauan dan sanksi tegas untuk mencegah pembukaan hutan ilegal.
    3. Pengakuan hak masyarakat adat. Pemberian pengakuan hukum dan keterlibatan aktif masyarakat adat dalam pengelolaan hutan.
    4. Pengembangan ekonomi hijau. Regulasi perizinan dan insentif fiskal untuk investasi pangan dan energi berbasis hutan yang berkelanjutan.

      Dampak Ekonomi

      Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pakar ASPEKSINDO (Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan Kepulauan se-Indonesia) ini memaparkan bahwa pemerintah berencana membuka 20 juta hektare kawasan hutan untuk pengembangan pangan dan energi. Rencana tersebut meliputi:

      1. 15,53 juta hektare kawasan hutan lindung dan produksi.
      2. 3,17 juta hektare kawasan Perhutanan Bukan Hutan Produksi (PBPH) yang tidak aktif.
      3. 1,9 juta hektare lahan perhutanan sosial.

        Rokhmin memperingatkan bahwa deforestasi dan alih fungsi hutan berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi hingga Rp3.000 triliun akibat hilangnya 600 juta meter kubik kayu komersial. Selain itu, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor telah mengakibatkan kerugian tambahan sebesar Rp101,2 triliun sejak 2015.

        Ia juga menyoroti bahwa rencana pembukaan kawasan hutan ini berisiko memperburuk konflik agraria dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Saat ini, terdapat 121 kasus konflik agraria yang melibatkan sekitar 2,8 juta hektare wilayah adat. •hal/aha

Berita terkait

Panja Revisi UU Kehutanan Soroti Penguatan Perhutani, Agroforestri, dan Kelestarian Hutan Jawa
Industri dan Pembangunan
Panja Revisi UU Kehutanan Soroti Penguatan Perhutani, Agroforestri, dan Kelestarian Hutan Jawa
Revisi UU Kehutanan Didorong Jadi Solusi Konflik Agraria Tanpa Korbankan Kelestarian Hutan
Politik dan Keamanan
Revisi UU Kehutanan Didorong Jadi Solusi Konflik Agraria Tanpa Korbankan Kelestarian Hutan
Sinergi Perhutani dan Kementerian Diperlukan Guna Jaga Kelestarian Hutan Nasional
Industri dan Pembangunan
Sinergi Perhutani dan Kementerian Diperlukan Guna Jaga Kelestarian Hutan Nasional
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Bahtra Banong Minta Pemda Tetap Bayar Gaji Honorer yang Lulus CASN

Selanjutnya

Komisi VII Tekankan Kolaborasi Multisektor untuk Perkuat Ekonomi Kreatif

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3348)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h