E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|SNPMB|Mahasiswa Baru|Haji|timwas haji|listrik|EBT|Kemarau|Karthutla|Pemilu|MBG|APBN|fiskal
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|SNPMB|Mahasiswa Baru|Haji|timwas haji|listrik|EBT|Kemarau|Karthutla|Pemilu|MBG|APBN|fiskal
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|SNPMB|Mahasiswa Baru|Haji|timwas haji|listrik|EBT|Kemarau|Karthutla|Pemilu|MBG|APBN|fiskal
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Jangan Ditinggalkan Kalimantan, Banyak Daerah Belum Teraliri Listrik

Diterbitkan
Jumat, 5 Jun 2026 10.28 WIB
Bagikan:
Jangan Ditinggalkan Kalimantan, Banyak Daerah Belum Teraliri Listrik

Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Dirjen Ketenagalistrikan, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). |Foto: Arifman/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto mengkritik keras minimnya program energi baru terbarukan (EBT) dan pemerataan kelistrikan untuk wilayah Kalimantan. Sebab,  data pemerintah menunjukkan masih adanya sekitar 10.068 lokasi di Indonesia yang belum menikmati fasilitas listrik pada tahun 2026, yang tersebar di wilayah Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.

 

Hal ini membuat ia menyayangkan absennya program EBT untuk wilayah Kalimantan, padahal wilayah tersebut merupakan salah satu lumbung sumber daya alam (SDA) terbesar di Indonesia.

Lihat Juga :

Sumsel Surplus Energi tetapi Warganya Banyak Belum Teraliri Listrik, Komisi XII: Sebuah Paradoks!

Sumsel Surplus Energi tetapi Warganya Banyak Belum Teraliri Listrik, Komisi XII: Sebuah Paradoks!

Dukung Politik Anggaran, Komisi VI Prihatin Ratusan Desa di Kaltim Belum Teraliri Listrik

Dukung Politik Anggaran, Komisi VI Prihatin Ratusan Desa di Kaltim Belum Teraliri Listrik

 

"Nah ini yang saya sedihnya, kok di 2026 ini EBT nggak ada program masuk ke sana (Kalimantan). Jadi itu perlu digaris bawahi. Karena Kalimantan Tengah itu adalah penghasil sumber daya alam cukup lumayan. Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara. Tapi ini tidak ada program. Nah ini mohon juga menjadi perhatian. Kita penghasil sumber daya alam tapi tidak dipikirkan program pemerintah untuk wilayah Kalimantan," kata Sigit dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Dirjen Ketenagalistrikan, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

 

Selain itu, dirinya mempertanyakan peta jalan (roadmap) pemerintah dalam memanfaatkan potensi lokal seperti bioenergi sawit dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Mengingat tantangan geografis Kalimantan yang sulit dijangkau jaringan transmisi, ia mendesak pemerintah memperjelas strategi ke depan, apakah akan menggunakan perluasan jaringan, mini grid, atau PLTS individual berbasis baterai.

 

Berangkat dari kondisi ini, ia mengingatkan pemerintah dan PLN agar menjamin keberlanjutan operasional proyek yang dibangun. Ia mencontohkan adanya proyek PLTS di Desa Lawang Tawang, Kecamatan Mandau Talawang yang kini mangkrak dan tidak berfungsi lagi karena persoalan perawatan.

 

 

“Nah kalau memang contoh PLTS, ini juga apakah pemerintah juga menjamin keberlanjutan operasionalnya? Karena yang sudah ada di daerah kami, itu ada PLTS itu di Desa Lawang Tawang, Kecamatan Mandut Lawang itu ada, pembangkitnya itu ada. Tapi karena tidak ada menjamin keberlanjutan operasionalnya, sekarang ini sudah makrak dan sudah tidak mendapatkan menikmati listrik kembali. Jadi ini banyak sekali tantangan,” katanya.

 

Tidak henti, Sigit mendesak agar Kalimantan dijadikan prioritas dan tidak dianaktirikan dalam program energi baru terbarukan (EBT), sembari meminta adanya koordinasi intensif terkait pembagian 24 lokasi program Listrik Desa (Lisdes) di daerah pilihannya karena ia sangat memahami kondisi memprihatinkan di pedalaman Kalimantan Tengah akibat belum adanya aliran listrik yang akhirnya melumpuhkan akses pendidikan hingga kesehatan.

 

"Terus saya tadi juga mendengarkan ada program Lisdes. Nah ini kami mohon nanti ada koordinasi dan komunikasi kita. Kebetulan di Kalimantan ini semua dapat. Dapil kami dapat 24 lokasi. Nah, nanti kalau bisa koordinasi dengan kita, kita ini tahu daerah mana, karena khususnya Kalimantan Tengah. Pedalaman itu saya sudah masuk semua. Dan kehidupannya sudah-sudah kami agak sedikit memprihatinkan. 2026 sudah, listrik belum masuk. Karena itu kalau listrik belum masuk itu akan berpengaruh pada pendidikan segala macam, layanan kesehatan. Karena akses-aksesnya tertutup semua. Jadi tolong Pak Dirjen dan Bu Dirjen juga menjadi atensi khusus, khususnya di Kalimantan. Jangan di tinggalkanlah," tegasnya.

 

Selain masalah pasokan energi, Sigit juga menyoroti rumitnya birokrasi lintas sektoral yang menghambat pembangunan infrastruktur kelistrikan di area sungai besar Kalimantan. Ia meminta Dirut PLN mencari solusi teknis, salah satunya dengan menerapkan sistem kabel di bawah sungai agar tidak berbenturan dengan jalur transportasi kapal batu bara.

 

Menurutnya, koordinasi yang berbelit-belit dengan kementerian lain seperti Kementerian Perhubungan sering kali mengorbankan hak warga untuk mendapatkan listrik.

 

"Secara teknis,PLN kalau bisa, khususnya Kalimantan semuanya, itu ada kabel yang di bawah sungai. Supaya tidak mengganggu juga di transportasi sungai. Karena disana sungainya besar-besar, Pak. Jangan disamakan di daerah lain. Jadi itu beberapa hal yang mohon menjadi perhatian, karena listrik ini sudah menjadi kebutuhan pokok dan daerah-daerah di luar Pulau Jawa jangan sampai ditinggalkan," tutup Sigit. (gal/um)

Berita terkait

Sumsel Surplus Energi tetapi Warganya Banyak Belum Teraliri Listrik, Komisi XII: Sebuah Paradoks!
Industri dan Pembangunan
Sumsel Surplus Energi tetapi Warganya Banyak Belum Teraliri Listrik, Komisi XII: Sebuah Paradoks!
Dukung Politik Anggaran, Komisi VI Prihatin Ratusan Desa di Kaltim Belum Teraliri Listrik
Industri dan Pembangunan
Dukung Politik Anggaran, Komisi VI Prihatin Ratusan Desa di Kaltim Belum Teraliri Listrik
Banyak Pembangunan di Daerah, Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi Jangan Terpusat di Jawa dan Sumatera
Ekonomi dan Keuangan
Banyak Pembangunan di Daerah, Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi Jangan Terpusat di Jawa dan Sumatera
Tags:#listrik#EBT#Kalimantan
Sebelumnya

La Tinro La Tunrung Minta Kepastian Penafsiran Aturan dan Kecepatan Pengumuman Hasil Seleksi SNPMB

Selanjutnya

Seluruh Fraksi DPR Setujui KEM-PPKF 2027 dengan Sejumlah Catatan Kritis Demi Target Pertumbuhan dan Stabilitas Fiskal Negara

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(865)
  • Industri dan Pembangunan(3135)
  • Isu Lainnya(1017)
  • Kesejahteraan Rakyat(3179)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3827)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|SNPMB|Mahasiswa Baru|Haji|timwas haji|listrik|EBT|Kemarau|Karthutla|Pemilu|MBG|APBN|fiskal
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h