E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|SNPMB|Mahasiswa Baru|Haji|timwas haji|listrik|EBT|Kemarau|Karthutla|Pemilu|MBG|APBN|fiskal
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|SNPMB|Mahasiswa Baru|Haji|timwas haji|listrik|EBT|Kemarau|Karthutla|Pemilu|MBG|APBN|fiskal
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|SNPMB|Mahasiswa Baru|Haji|timwas haji|listrik|EBT|Kemarau|Karthutla|Pemilu|MBG|APBN|fiskal
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Seluruh Fraksi DPR Setujui KEM-PPKF 2027 dengan Sejumlah Catatan Kritis Demi Target Pertumbuhan dan Stabilitas Fiskal Negara

Diterbitkan
Jumat, 5 Jun 2026 10.31 WIB
Bagikan:
Seluruh Fraksi DPR Setujui KEM-PPKF 2027 dengan Sejumlah Catatan Kritis Demi Target Pertumbuhan dan Stabilitas Fiskal Negara

Anggota Partai Gerindra DPR RI Abdul Hakim Bafagih saat memberikan pandangan fraksinya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).|Foto: Runi/Sari

PARLEMENTARIA, Jakarta – Seluruh fraksi DPR RI menyampaikan sejumlah catatan dan masukan terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Di antaranya, Fraksi PDI Perjuangan menekankan agar pembiayaan berbagai program prioritas nasional tidak menambah tekanan terhadap defisit maupun utang negara.

 

“Prioritas nasional seperti mobil nasional, motor nasional, industri semikonduktor, giant seawall, dan rekonstruksi pascabencana harus memiliki skema pembiayaan yang tidak menambah tekanan, defisit, dan utang negara,” ujar Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI Haris Turino saat membacakan pandangan fraksinya.

Lihat Juga :

Usai Penyampaian KEM-PPKF, Saan Mustopa Optimistis Ekonomi 2027 Lebih Kondusif

Usai Penyampaian KEM-PPKF, Saan Mustopa Optimistis Ekonomi 2027 Lebih Kondusif

Seluruh Fraksi DPR Setujui RUU Perubahan UU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR

Seluruh Fraksi DPR Setujui RUU Perubahan UU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR

 

Pihaknya meminta pemerintah memfokuskan kebijakan fiskal pada delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dan 60 program kerja yang didukung anggaran memadai, indikator terukur, serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Fraksi PDI-P juga menyoroti target pendapatan negara tahun 2027 sebesar 11,8–12,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang dinilai masih jauh dari target 18 persen pada 2029 sebagaimana tercantum dalam RPJMN.

 

Oleh karena itu, fraksi tersebut mendorong reformasi perpajakan yang lebih berkeadilan serta memastikan belanja negara tetap berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, Fraksi Partai Golkar yang diwakili oleh Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menilai KEM-PPKF 2027 harus menjadi peta jalan implementasi pembangunan yang mampu menjaga konsumsi rumah tangga, meningkatkan produktivitas belanja pemerintah, mendorong investasi, serta memperkuat ekspor.

 

Dari Fraksi PKB, Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi sebagai juru bicara menyampaikan bahwa pihaknya mendorong perencanaan keuangan negara harus diarahkan untuk mewujudkan kemaslahatan nyata bagi rakyat. Fraksi PKB juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8–6,5 persen yang dinilai menunjukkan optimisme tinggi pemerintah untuk keluar dari tren pertumbuhan lima persen yang berlangsung lebih dari satu dekade.

 

“Fraksi PKB menilai target pertumbuhan ekonomi 5,8 hingga 6,5 persen dalam KEM-PPKF 2027 menunjukkan optimisme yang tinggi dari pemerintah terhadap kemampuan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

 

Pandangan serupa disampaikan Fraksi Partai Gerindra. Anggota Komisi XI DPR RI Wihadi Wijanto yang menjadi juru bicara menyebut target pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun 2027 merupakan bentuk optimisme yang terukur. Sikap senada juga disampaikan Fraksi PAN melalui Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih.

 

Adapun Fraksi Partai NasDem menyoroti asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) tahun 2027 yang ditetapkan pada rentang US$70–90 per barel. Melalui Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansyah, pihaknya mengusulkan asumsi ICP dinaikkan menjadi US$90–105 per barel serta mendorong optimalisasi lifting minyak hingga 615 ribu barel per hari.

 

Sementara itu, Fraksi Partai Demokrat mengingatkan pentingnya menjaga ruang fiskal di tengah target defisit APBN 2027 sebesar 1,80–2,40 persen terhadap PDB. Mewakili partai, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Hasan menilai ruang fiskal yang tersedia harus mampu mendukung seluruh agenda prioritas nasional tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian fiskal.

 

“Dengan defisit yang menyempit, beban bunga utang menjadi titik rawan keberlanjutan sehingga efektivitas belanja menjadi semakin penting,” kata Marwan.

 

Di sisi lain, Fraksi PKS memberikan perhatian pada penguatan Ekonomi Pancasila sebagai implementasi Pasal 33 UUD 1945. Anggota Komisi IV DPR RI Slamet, sebagai juru bicara, menilai pengelolaan sumber daya alam nasional belum sepenuhnya mencerminkan keadilan distribusi kekayaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan fiskal. Meski menyetujui target defisit APBN sebesar 1,80–2,40 persen terhadap PDB, fraksi tersebut menyoroti beban utang pemerintah yang mencapai Rp8.812,90 triliun pada akhir 2024. “Pemerintah dihadapkan pada tantangan besar berupa defisit keseimbangan primer sebesar Rp20,74 triliun dan tingginya beban bunga utang pada tahun berjalan,” ujar Slamet.

 

Meski memberikan berbagai catatan dan masukan, seluruh fraksi di DPR, pada prinsipnya, menyetujui KEM-PPKF Tahun 2027 untuk dibahas lebih lanjut bersama pemerintah sebagai dasar penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2027. (RR/um)

Berita terkait

Usai Penyampaian KEM-PPKF, Saan Mustopa Optimistis Ekonomi 2027 Lebih Kondusif
Industri dan Pembangunan
Usai Penyampaian KEM-PPKF, Saan Mustopa Optimistis Ekonomi 2027 Lebih Kondusif
Seluruh Fraksi DPR Setujui RUU Perubahan UU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR
Politik dan Keamanan
Seluruh Fraksi DPR Setujui RUU Perubahan UU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR
Misbakhun Nilai Presiden Langsung Sampaikan KEM-PPKF Jadi Tradisi Baru
Ekonomi dan Keuangan
Misbakhun Nilai Presiden Langsung Sampaikan KEM-PPKF Jadi Tradisi Baru
Tags:#APBN#fiskal#KEM PPKF
Sebelumnya

Jangan Ditinggalkan Kalimantan, Banyak Daerah Belum Teraliri Listrik

Selanjutnya

Dorong Kementerian ESDM dan PLN Gandeng Koperasi Merah Buat Bangun Ekosistem EBT

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(865)
  • Industri dan Pembangunan(3135)
  • Isu Lainnya(1017)
  • Kesejahteraan Rakyat(3179)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3827)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|SNPMB|Mahasiswa Baru|Haji|timwas haji|listrik|EBT|Kemarau|Karthutla|Pemilu|MBG|APBN|fiskal
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h