
Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan saat meninjau empat pemeriksaan Karantina, Multi Terminal Indonesia Common Area (MTI CA), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.|Foto: Kresno/mrs
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan menilai Masyarakat Peduli Api (MPA) memiliki peran penting dalam mendeteksi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan merupakan pihak yang paling cepat mengetahui munculnya potensi kebakaran.
“Kalau kebakaran hutan itu sebetulnya ada satu yang luar biasa, yang tidak dibiayai negara, yaitu MPA, Masyarakat Peduli Api. Jadi mereka itu biasanya dari desa-desa yang berbatasan dengan hutan,” ujar Herry saat ditemui di tempat pemeriksaan Karantina, Multi Terminal Indonesia Common Area (MTI CA), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026).
Herry mengatakan, MPA selama ini berperan menyampaikan informasi awal ketika muncul titik api. Namun, keberadaan mereka belum sepenuhnya didukung fasilitas yang memadai, baik untuk komunikasi maupun keselamatan saat berada di lokasi kebakaran.
“Masalahnya, karena mereka orang awam, enggak punya peralatan apa pun. Misalkan yang paling penting, ada satu kebakaran, dia mau kontak teman-temannya sedesa juga susah. Ketika ada kebakaran, dia mau ke tempat itu enggak punya sepatu yang aman, enggak punya helm atau apa,” jelasnya.
Karena itu, Herry meminta pemerintah, khususnya kementerian yang menangani kehutanan, lebih serius memberdayakan MPA dengan dukungan peralatan yang diperlukan. Menurutnya, meski tidak digaji, masyarakat tersebut secara sukarela ikut menjaga kawasan hutan dan menjadi sumber informasi awal ketika terjadi karhutla.
“Ini sudah dibahas juga di Komisi IV, supaya pemerintah dalam hal ini kehutanan memperhatikan MPA, benar-benar memberdayakan MPA ini. Karena mereka enggak digaji, tapi mereka benar-benar menjaga hutan, dan informasi awal biasanya dari MPA,” katanya.
Herry menegaskan penguatan MPA bukan untuk menggantikan peran Manggala Agni, melainkan memperkuat sistem penanggulangan karhutla melalui deteksi dan pelaporan lebih cepat. Keterlibatan masyarakat dinilai penting mengingat jumlah personel pemadam kebakaran hutan yang terbatas.
“Tanpa mengurangi kerja keras dari teman-teman Manggala, kita banyak punya pasukan itu, tapi jumlahnya sedikit. Nah, kalau MPA ini benar-benar masyarakat, mudah-mudahan ini bisa jadi center untuk perhatian penanggulangan, paling tidak informasi awal,” ujarnya.
Terkait pemulihan kawasan hutan, Herry menyebut pemerintah juga terus melakukan penanaman kembali dalam skala besar. Ia menilai upaya tersebut tetap perlu dilanjutkan untuk menjaga keberlanjutan kawasan hutan.
“Sudah sangat galak penanaman di kehutanan itu, sudah jutaan setiap tahun itu. Dan mungkin memang kalau mau ditambah lagi, lebih bagus,” pungkasnya. (eno/we)