E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XI|karhutla|Komisi VIII|Komisi V|RUU Perampasan Aset|Bencana|Bank Indonesia|NTT|Komisi VI|KDKMP|Komisi VII|Gempa|Kopdes Merah Putih
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 80%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XI|karhutla|Komisi VIII|Komisi V|RUU Perampasan Aset|Bencana|Bank Indonesia|NTT|Komisi VI|KDKMP|Komisi VII|Gempa|Kopdes Merah Putih
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 80%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XI|karhutla|Komisi VIII|Komisi V|RUU Perampasan Aset|Bencana|Bank Indonesia|NTT|Komisi VI|KDKMP|Komisi VII|Gempa|Kopdes Merah Putih
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 80%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

IKK Tidak Cukup Jawab Tantangan Pembangunan di Daerah Kepulauan, Perlu Pendekatan Lebih Riil

Diterbitkan
Jumat, 17 Jul 2026 23.46 WIB
Bagikan:
IKK Tidak Cukup Jawab Tantangan Pembangunan di Daerah Kepulauan, Perlu Pendekatan Lebih Riil

Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Daerah Kepulauan DPR RI Mercy Chriesty Barends dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Khusus RUU tentang Daerah Kepulauan DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum di Senayan, Jakarta.|Foto: Devi/Mahendra

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Daerah Kepulauan DPR RI Mercy Chriesty Barends menilai pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan memerlukan tata kelola yang berbeda dengan daerah daratan. Oleh karena itu, ia mendorong adanya penguatan aspek implementasi, pemeliharaan, hingga pengawasan agar infrastruktur yang dibangun benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Hal tersebut disampaikan Mercy dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Khusus RUU tentang Daerah Kepulauan DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum di Ruang Rapat Badan Anggaran DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Lihat Juga :

Serap Aspirasi di Manado, Pansus RUU Daerah Kepulauan Soroti Ketimpangan Pembangunan

Serap Aspirasi di Manado, Pansus RUU Daerah Kepulauan Soroti Ketimpangan Pembangunan

Pansus DPR Tegaskan RUU Daerah Kepulauan Penting Wujudkan Keadilan Pembangunan

Pansus DPR Tegaskan RUU Daerah Kepulauan Penting Wujudkan Keadilan Pembangunan

 

Menurut Mercy, penggunaan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) sebagai satu-satunya variabel dalam penentuan biaya pembangunan belum mampu menjawab tantangan pembangunan di daerah kepulauan. Ia menilai perlu ada variabel tambahan, seperti tingkat kerentanan wilayah, kondisi logistik, hingga karakteristik geografis kepulauan.

 

"Tadi Bapak-Bapak memaparkan bahwa satu-satunya variabel tunggal yang digunakan dalam penetapan unit cost untuk seluruh daerah adalah indeks kemahalan konstruksi. Kami berharap dari Kementerian PU datang dengan terobosan pemikiran, terobosan variabel. Ternyata dengan menggunakan indeks kemahalan konstruksi sampai dengan hari ini tidak cukup menjawab," ujarnya.

 

Mercy mencontohkan, tidak sedikit infrastruktur di daerah perbatasan dan kepulauan yang mengalami kerusakan hanya beberapa bulan setelah selesai dibangun. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya pendekatan pembangunan yang lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

 

Selain aspek pembangunan, Mercy juga menyoroti persoalan pemeliharaan infrastruktur setelah diserahkan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, banyak daerah kepulauan dan wilayah 3T memiliki kemampuan fiskal yang terbatas sehingga kesulitan merawat infrastruktur yang telah dibangun pemerintah pusat.

 

"Kalau (pemeliharaan) infrastruktur ini diserahkan (ke daerah), biaya pemeliharaannya dari mana? Kabupaten saja sekarang tidak punya duit. Oleh sebab itu, urusan ownership dan pemeliharaan ini harus mendapat perhatian. Ini harus mungkin dibicarakan dengan benar di seluruh model perencanaan lintas seluruh kementerian," tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

 

Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan skema pemeliharaan jangka panjang agar masyarakat tidak menanggung dampak dari infrastruktur yang cepat rusak. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari selesainya proyek fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

 

Oleh karena itu, Mercy mengusulkan agar RUU tentang Daerah Kepulauan turut mengatur mekanisme monitoring dan evaluasi yang lebih kuat, termasuk membuka ruang pengaturan sanksi bagi pihak-pihak yang tidak menjalankan pembangunan sesuai standar.

 

"Saya bahkan mengusulkan nanti kalau dibuka satu pasal berkaitan dengan sanksi. Karena tidak semua aparatur negara kita punya semangat yang sama untuk memajukan daerah-daerah kepulauan. Sistem harus memaksa semua pihak yang terlibat untuk bekerja dengan kejujuran dan semangat mempercepat pembangunan daerah kepulauan," pungkasnya. (als/rdn)

Berita terkait

Serap Aspirasi di Manado, Pansus RUU Daerah Kepulauan Soroti Ketimpangan Pembangunan
Politik dan Keamanan
Serap Aspirasi di Manado, Pansus RUU Daerah Kepulauan Soroti Ketimpangan Pembangunan
Pansus DPR Tegaskan RUU Daerah Kepulauan Penting Wujudkan Keadilan Pembangunan
Politik dan Keamanan
Pansus DPR Tegaskan RUU Daerah Kepulauan Penting Wujudkan Keadilan Pembangunan
Serap Aspirasi di Maluku, Pansus Dorong RUU Daerah Kepulauan Wujudkan Pemerataan Pembangunan
Politik dan Keamanan
Serap Aspirasi di Maluku, Pansus Dorong RUU Daerah Kepulauan Wujudkan Pemerataan Pembangunan
Tags:#IKN#RUU Daerah Kepulauan
Sebelumnya

Sumsel Berpeluang Jadi Lumbung Karbon Dunia, Ahmad Yohan: Harus Siap Manfaatkan Perdagangan Karbon

Selanjutnya

Kunjungi BKHIT Banten, Komisi IV Soroti Peran Barantin di Gerbang Negara

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1142)
  • Industri dan Pembangunan(3859)
  • Isu Lainnya(1067)
  • Kesejahteraan Rakyat(3874)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4704)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XI|karhutla|Komisi VIII|Komisi V|RUU Perampasan Aset|Bencana|Bank Indonesia|NTT|Komisi VI|KDKMP|Komisi VII|Gempa|Kopdes Merah Putih
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 80%
Angin: 4 km/h