E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|Diplomasi|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|APBN 2025|PT. Freeport|Jampidsus
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|Diplomasi|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|APBN 2025|PT. Freeport|Jampidsus
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|Diplomasi|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|APBN 2025|PT. Freeport|Jampidsus
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Banggar Dorong Reformasi Fiskal Dalam RUU P2 APBN 2025

Diterbitkan
Selasa, 14 Jul 2026 19.02 WIB
Bagikan:
Banggar Dorong Reformasi Fiskal Dalam RUU P2 APBN 2025

Wakil Ketua Banggar DPR RI Jazilul Fawaid, saat Rapat Kerja bersama Menteri Keuangan di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Sari/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan (P2) APBN Tahun Anggaran (TA) 2025 bersama Menteri Keuangan RI. Dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua Banggar DPR RI Jazilul Fawaid, Banggar DPR RI menekankan pentingnya penguatan tata kelola fiskal melalui penyempurnaan Dana Alokasi Umum (DAU), reformasi subsidi energi, hingga pengelolaan aset negara yang lebih akuntabel.

 

Dalam forum tersebut, ia menyampaikan bahwa penyempurnaan formula pengalokasian DAU perlu menjadi perhatian pemerintah agar lebih mencerminkan kebutuhan fiskal riil setiap daerah. Selain itu, jelasnya, pemerintah juga didorong memperkuat dasar hukum setiap penyesuaian kebijakan, meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan DAU, serta memastikan dana tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengurangi kesenjangan antardaerah, dan mempercepat pemerataan pembangunan.

Lihat Juga :

Delapan Fraksi DPR Soroti Kualitas Belanja Negara dan Fiskal Berkelanjutan dalam APBN 2025

Delapan Fraksi DPR Soroti Kualitas Belanja Negara dan Fiskal Berkelanjutan dalam APBN 2025

Banggar Sampaikan Sejumlah Catatan terkait Target Indikator Kesejahteraan dalam APBN 2025

Banggar Sampaikan Sejumlah Catatan terkait Target Indikator Kesejahteraan dalam APBN 2025

 

“Menyempurnakan formula pengalokasian DAU agar lebih mencerminkan kebutuhan fiskal riil daerah, memperkuat dasar hukum setiap penyesuaian kebijakan, meningkatkan kualitas pengawasan terhadap penggunaan DAU, serta memastikan bahwa setiap rupiah DAU benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkecil kesenjangan antardaerah, dan mempercepat terwujudnya pemerataan pembangunan,” ujar Jazilul di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

 

Selain DAU, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap tata kelola subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) Tahun 2025. Menurutnya, pemerintah perlu mempercepat reformasi pengelolaan subsidi energi melalui penyelesaian regulasi pelaksanaan, penyelarasan metodologi perhitungan volume dan penyaluran, penguatan sistem pengendalian dan digitalisasi data, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pembayaran subsidi maupun kompensasi.

 

Dengan langkah tersebut, paparnya, belanja subsidi energi diharapkan tetap mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Banggar DPR RI juga menilai pengelolaan aset dan investasi negara membutuhkan tata kelola yang semakin kuat.

Oleh karena itu, ia menilai pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) adalah kebijakan strategis yang harus diiringi dengan pengelolaan kekayaan negara secara profesional, transparan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi penerimaan negara serta kesejahteraan masyarakat.

 

“Pemerintah perlu memastikan bahwa pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dilakukan secara profesional, transparan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi penerimaan negara serta kemakmuran rakyat, sebagaimana amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Jazilul mengingatkan bahwa tantangan APBN ke depan akan semakin kompleks akibat ketidakpastian ekonomi global, volatilitas harga komoditas, dinamika geopolitik, perubahan iklim, hingga meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan. Oleh karena itu, Banggar DPR RI mendorong pemerintah terus memperkuat disiplin fiskal melalui peningkatan kualitas penerimaan negara, efisiensi belanja, penguatan manajemen utang, serta optimalisasi pengelolaan aset negara secara berkelanjutan.

 

Ia juga menegaskan bahwa setiap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus dipandang sebagai instrumen untuk memperbaiki tata kelola keuangan negara, bukan sekadar kewajiban administratif. “Semakin cepat rekomendasi BPK ditindaklanjuti, semakin kuat pula akuntabilitas dan kredibilitas pengelolaan APBN,” katanya.

 

Banggar DPR RI berharap pembahasan RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2025 dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif guna memperkuat tata kelola keuangan negara, menjaga ketahanan fiskal, meningkatkan efektivitas pelaksanaan APBN, serta mendukung pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

 

Pada akhir rapat, Banggar DPR RI menyetujui pembentukan dua panitia kerja (Panja), yakni Panja Perumusan Kesimpulan RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2025 dan Panja Perumusan Draf RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2025. Pembahasan substansi RUU selanjutnya akan dilakukan di tingkat panja sebelum memasuki tahapan pembahasan berikutnya. (bit/um)

Berita terkait

Delapan Fraksi DPR Soroti Kualitas Belanja Negara dan Fiskal Berkelanjutan dalam APBN 2025
Ekonomi dan Keuangan
Delapan Fraksi DPR Soroti Kualitas Belanja Negara dan Fiskal Berkelanjutan dalam APBN 2025
Banggar Sampaikan Sejumlah Catatan terkait Target Indikator Kesejahteraan dalam APBN 2025
Populer
Banggar Sampaikan Sejumlah Catatan terkait Target Indikator Kesejahteraan dalam APBN 2025
Banggar Sampaikan Pendapat dan Catatan Seluruh Fraksi DPR terhadap RUU P2 APBN 2023
Populer
Banggar Sampaikan Pendapat dan Catatan Seluruh Fraksi DPR terhadap RUU P2 APBN 2023
Tags:#APBN 2025
Sebelumnya

Ratna Juwita Pertanyakan Efektivitas Program Sosial Freeport bagi Kesejahteraan Kolektif Papua

Selanjutnya

DPR Tegaskan UU HKPD Konstitusional di Sidang Uji Materiil MK

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1003)
  • Industri dan Pembangunan(3504)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3506)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4285)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|Diplomasi|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|APBN 2025|PT. Freeport|Jampidsus
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h