E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Baleg|RUU Reforma Agraria|Komisi I|Komisi XI|BKSAP|RUU KKS|Komisi IX|stunting|kerjasama|Amelia Anggraini|Syahrul Aidi Maazat|RUU Keuangan Negara|Komisi III
Jakarta:
Berawan sebagian
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 55%
Angin: 1 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Baleg|RUU Reforma Agraria|Komisi I|Komisi XI|BKSAP|RUU KKS|Komisi IX|stunting|kerjasama|Amelia Anggraini|Syahrul Aidi Maazat|RUU Keuangan Negara|Komisi III
Jakarta:
Berawan sebagian
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 55%
Angin: 1 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Baleg|RUU Reforma Agraria|Komisi I|Komisi XI|BKSAP|RUU KKS|Komisi IX|stunting|kerjasama|Amelia Anggraini|Syahrul Aidi Maazat|RUU Keuangan Negara|Komisi III
Jakarta:
Berawan sebagian
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 55%
Angin: 1 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Baleg|RUU Reforma Agraria|Komisi I|Komisi XI|BKSAP|RUU KKS|Komisi IX|stunting|kerjasama|Amelia Anggraini|Syahrul Aidi Maazat|RUU Keuangan Negara|Komisi III
Jakarta:
Berawan sebagian
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 55%
Angin: 1 km/h
Berita/Politik dan Keamanan

Rifqinizamy: Pengelolaan Aset Daerah Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Diterbitkan
Rabu, 16 Sep 2026 09.12 WIB
Bagikan:
Rifqinizamy: Pengelolaan Aset Daerah Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda saat memimpin Raker/RDP dengan Mendagri, Kementerian ATR/BPN, Badan Bank Tanah, serta para gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Mu/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta — Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menegaskan pentingnya pengelolaan aset pemerintah daerah dan pelaksanaan reforma agraria yang tidak sekadar berorientasi pada administrasi. Tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.


Hal tersebut disampaikan Rifqi saat memimpin Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (Raker/RDP) Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Badan Bank Tanah, serta para gubernur, bupati/wali kota dan sekretaris daerah se-Indonesia, Selasa (15/9/2026).
 

Menurut Rifqi, kedua agenda rapat tersebut memiliki titik temu, yakni memastikan tanah dan kekayaan publik memiliki kepastian hukum, tertib administrasi, aman secara fisik, dikelola secara profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Lihat Juga :

Ego Sektoral Pengelolaan Aset Jangan Hambat Kepentingan Rakyat

Ego Sektoral Pengelolaan Aset Jangan Hambat Kepentingan Rakyat

Kenaikan BPIH 2027 Harus Rasional dan Beri Manfaat bagi Jemaah

Kenaikan BPIH 2027 Harus Rasional dan Beri Manfaat bagi Jemaah


“BMD (badan milik daerah) tidak boleh berhenti sebagai angka dalam neraca. Setiap aset harus dapat dijawab dengan jelas: apa asetnya, di mana lokasinya, berapa nilainya, bagaimana status hukumnya, siapa yang menguasai, apakah telah bersertifikat, apakah digunakan, apakah dikuasai pihak ketiga, apakah disengketakan, dan apabila tidak digunakan, bagaimana rencana pemanfaatannya,” ujar Rifqi di ruang rapat Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta.
 

Karena itu, lanjutnya, Komisi II mendorong perubahan paradigma dari administrasi aset menjadi manajemen aset. Menurutnya, aset yang tercatat belum tentu aman, aset yang telah bersertifikat belum tentu dikuasai secara fisik, dan aset yang dimiliki belum tentu memberikan manfaat optimal.


Rifqi mencontohkan hasil kunjungan kerja spesifik Komisi II ke Bali, Kalimantan Selatan, dan Riau pada awal September 2026. Di Bali, masih ditemukan perbedaan data antara pemerintah daerah dan BPN terkait bidang tanah yang telah bersertifikat, termasuk persoalan tumpang tindih, penguasaan pihak ketiga, serta sinkronisasi data inventaris dan data yuridis.


Sementara di Kalimantan Selatan, terdapat praktik positif berupa percepatan sertifikasi aset melalui sinergi pemerintah daerah dengan ATR/BPN. Namun, Rifqi menekankan bahwa sertifikasi bukanlah akhir dari pengamanan aset.
 

“Setelah sertifikat diterbitkan, harus dipastikan batas, penguasaan fisik, dokumen, pencatatan, dan pemanfaatannya benar-benar tertib,” tegasnya.
 

Adapun di Riau, Rifqi mengungkapkan nilai Barang Milik Daerah (BMD) mencapai sekitar Rp50,17 triliun. Namun, kontribusi pemanfaatannya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru sekitar 0,088 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara besarnya kekayaan daerah dengan manfaat yang dihasilkan.
 

Selain BMD, Komisi II juga menyoroti pengelolaan aset dan penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Rifqi menegaskan penyertaan modal daerah harus dipandang sebagai investasi publik, bukan sekadar pemindahan aset dalam pembukuan.

 
“Tambahan modal kepada BUMD harus didasarkan pada business plan, kelayakan, target kinerja, proyeksi return, dan manfaat publik,” katanya.

 
Dalam sambutannya, Rifqi menjelaskan, berdasarkan data per 1 Juni 2026 terdapat sekitar 1.092 BUMD, dengan sekitar 300 BUMD atau 27,5 persen mengalami kerugian. Sementara laba bersih secara keseluruhan baru sekitar 1,9 persen dari total aset dan dividen sekitar 1 persen dari total aset.

 
Untuk itu, Politisi Fraksi Partai NasDem ini meminta BUMD yang sehat diperkuat, sedangkan BUMD bermasalah harus memiliki agenda penyehatan dengan target dan batas waktu yang jelas. Khusus BUMD pelayanan publik, ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari dividen, sedangkan BUMD komersial harus mampu mempertanggungjawabkan produktivitas dan return atas modal publik. (ayu/aha)

Berita terkait

Ego Sektoral Pengelolaan Aset Jangan Hambat Kepentingan Rakyat
Politik dan Keamanan
Ego Sektoral Pengelolaan Aset Jangan Hambat Kepentingan Rakyat
Kenaikan BPIH 2027 Harus Rasional dan Beri Manfaat bagi Jemaah
Kesejahteraan Rakyat
Kenaikan BPIH 2027 Harus Rasional dan Beri Manfaat bagi Jemaah
Dana Desa Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
Ekonomi dan Keuangan
Dana Desa Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
Tags:#Komisi II#BUMD#reforma agraria#Rifqinizamy Karsayuda#Aset Pemerintah
Sebelumnya

Amelia Anggraini Minta Peran BSSN sebagai Koordinator Nasional Diperjelas

Selanjutnya

BKSAP dan Australia Perkuat Kerja Sama Demokrasi serta Kapasitas Anggota DPR

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1176)
  • Industri dan Pembangunan(4020)
  • Isu Lainnya(1083)
  • Kesejahteraan Rakyat(4015)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4886)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

PODCAST

IKUTI KAMI