
Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha saat RDPU Komisi XII DPR RI bersama Banggar DPRD Provinsi Jambi yang mengeluhkan dampak lalu lintas tambang batu bara di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.|Foto : jaka/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha menegaskan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) sektor Migas dan Minerba merupakan hak murni daerah penghasil yang harus disalurkan tepat waktu oleh Pemerintah Pusat tanpa adanya penundaan. Penegasan tersebut disampaikan mantan Wali Kota Jambi dua periode itu menyikapi aspirasi Banggar DPRD Provinsi Jambi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dirinya membeberkan, lebih dari 60 persen APBD Provinsi Jambi maupun Kabupaten/Kota di wilayahnya masih sangat bergantung pada dana transfer pusat, baik berupa Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Tanpa keterbukaan dan kelancaran penyaluran DBH, daerah tidak akan mampu mendongkrak perekonomian lokal.
"Penopang terbesar pertumbuhan ekonomi itu adalah government spending di tingkat daerah. Jika DBH ditahan, bagaimana daerah bisa menekan angka pengangguran dan menjaga laju inflasi?" ujar legislator asal daerah pemilihan Jambi tersebut.
Selain menyoroti keadilan fiskal, ia juga menggarisbawahi urgensi pembentukan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang di Jambi. Menurut Fasha, kehadiran PLTU Mulut Tambang dengan jarak hanya sekitar 5 kilometer dari lokasi tambang merupakan solusi konkret atas polemik pengangkutan batu bara darat yang tak kunjung usai meski telah berganti kepemimpinan di tingkat provinsi.
Lebih lanjut, dirinya menerangkan bahwa keberadaan PLTU Mulut Tambang akan menciptakan kemandirian energi bagi Provinsi Jambi yang saat ini memiliki cadangan batu bara terbesar kelima di Indonesia. Kebutuhan listrik Jambi sebesar 450 Megawatt selama ini sangat rentan karena masih bergantung pada jaringan interkoneksi dari Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.
"Kalau interkoneksi terganggu sedikit saja, misalnya ada pohon tumbang menimpa kabel, Jambi langsung padam total dan masyarakat yang jadi korban. Dengan PLTU Mulut Tambang, Jambi memiliki cadangan energi mandiri bahkan bisa menyuplai kelebihan daya ke daerah tetangga. Terkait pola komunikasi, sebagai wakil rakyat dapil Jambi, saya berkomitmen membuka ruang koordinasi berkala dengan DPRD Provinsi Jambi saat agenda reses mendatang agar aspirasi daerah dapat terus terkawal di Komisi XII," tegas Politisi Fraksi Partai NasDem ini. (Ndy/um)