
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima.
PARLEMENTARIA, Semarang – Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima mendorong penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya perbankan daerah, sebagai instrumen utama dalam mendukung pembangunan ekonomi dan desentralisasi fiskal di daerah. Ia menilai, keberadaan bank daerah seperti Bank Jateng memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai penghasil dividen bagi daerah, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi masyarakat.
“Kami mendorong penguatan fungsi bank daerah melalui berbagai instrumen bisnis agar mampu mengoptimalkan aset daerah menjadi sumber daya produktif. BUMD di sektor keuangan dapat menjadi instrumen penting dalam desentralisasi fiskal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata,” ujar Aria saat memimpin Tim Kunspek Komisi II DPR mengunjungi Pemprov Jateng, Semarang, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, kata Politisi F-PDI Perjuangan ini, Bank Jateng dinilai memiliki kinerja yang cukup sehat, termasuk keterlibatannya dalam pembiayaan sejumlah proyek strategis. Salah satunya adalah pembiayaan di Bandara Kertajati serta kasus kredit di perusahaan tekstil Sritex yang saat ini tengah dalam proses penyelesaian.
“Tadi sudah diterangkan oleh Pak Gubernur, ia telah berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, baik terkait pengembalian utang maupun perlindungan terhadap ribuan tenaga kerja yang terdampak. Persoalan ini tidak hanya fokus pada aspek keuangan, tetapi juga pada nasib para pekerja agar mendapatkan haknya secara layak,” terangnya.
Lebih jauh, menurut Legislator Dapil Jawa Tengah Jateng V ini, Provinsi Jateng ini memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Letaknya yang strategis, didukung infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, serta konektivitas antarwilayah, menjadi faktor pendukung utama.
Sumber daya alam dan sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, kelautan, hingga industri juga disebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara terintegrasi. (jk/aha)