
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo, dalam Kunjungan Kerja BKSAP ke Semarang, Jawa Tengah.|Foto: Jih/Karisma
PARLEMENTARIA, Semarang – Diplomasi parlemen dinilai memiliki ruang gerak yang lebih lentur dalam membuka peluang kerja sama internasional. Sehingga, Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) berkepentingan untuk menyinergikan agenda diplomasi dengan penguatan ekonomi daerah dan perluasan akses pasar bagi produk unggulan lokal.
“Tentunya kami ingin bisa bersinergi dan juga membumikan diplomasi. Karena kita memiliki semangat bahwa diplomasi itu tidak boleh terlepas dari apapun kerja-kerja yang sudah dilakukan di lapangan,” ujar Wakil Ketua BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo dalam Kunjungan Kerja BKSAP ke Semarang, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026).
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, BKSAP turut mengadakan dialog mendalam dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemprov Jateng serta representasi gerakan ekonomi masyarakat, termasuk Kadin dan Gekrafs Jateng. Fokus pembicaraan berkisar pada identifikasi langkah-langkah penguatan ekonomi Jawa Tengah agar mampu bersaing di pasar mancanegara, yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga secara keseluruhan.
Politisi Fraksi Partai Demokrat itu mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menghimpun berbagai masukan dari pemerintah daerah maupun para pelaku ekonomi terkait potensi yang dapat dikembangkan melalui jejaring internasional yang dimiliki DPR RI.
“Kita melakukan dialog yang mendalam tentang apa saja yang bisa kita perkuat sehingga ekonomi Jawa Tengah itu bisa kita tingkatkan dan memberikan kesejahteraan untuk masyarakat Jawa Tengah dan tentunya Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.
Karena mayoritas sistem pemerintahan di dunia saat ini dijalankan oleh parlemen, DPR RI memiliki keunggulan strategis untuk membangun hubungan personal dan kontak langsung melalui Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB). Jalur komunikasi ini dipandang sebagai instrumen efektif untuk memperpendek jarak birokrasi dalam kerja sama internasional.
“Ada salah satu hal fungsi yang ada di DPR RI yang memiliki keunikan, yaitu kita bisa memiliki diplomasi ataupun hubungan secara personal dengan parlemen-parlemen di dunia. Saya kira ini merupakan suatu keunggulan dari DPR RI sendiri, yaitu bisa memiliki diplomasi yang lebih lentur dibandingkan diplomasi formal,” ujarnya.
Salah satu misi utama dari kunjungan ini adalah menjembatani peluang pasar luar negeri bagi produk-produk unggulan daerah. Berdasarkan masukan yang diterima dalam dialog, komoditas seperti kopi, hasil perikanan khas Jawa Tengah diidentifikasi memiliki potensi besar untuk memperkuat kehadiran bangsa Indonesia di pasar internasional, khususnya di wilayah Asia Timur. BKSAP berkomitmen untuk menghubungkan peluang pasar tersebut secara langsung dengan para produsen lokal.
“Kita mencoba bagaimana menghubungkan opportunity pasar luar negeri itu, untuk bisa kita masukkan produk-produk dari Indonesia. Kita ingin memperkuat lagi kehadiran kita, bangsa Indonesia, lebih khususnya Jawa Tengah ini, untuk bisa masuk ke pasar-pasar Asia Timur seperti yang kita bicarakan tadi,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret ke depan, BKSAP akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan berkomunikasi langsung kepada rekan-rekan parlemen negara sahabat. Selain itu, kolaborasi akan diperluas dengan menjalin hubungan lebih dekat bersama atase perdagangan serta pengusaha dari berbagai negara mitra. Melalui penguatan jejaring internasional ini, diharapkan hubungan luar negeri Indonesia tidak hanya semakin kuat secara politik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang konkret bagi masyarakat di daerah.
“Harapannya dari kegiatan kita hari ini, kita bisa follow up dengan kita bertemu dengan rekan-rekan parlemen kita dari negara sahabat dan juga bisa menjalin hubungan lebih dekat dengan tamar dagangnya ataupun juga pengusaha-pengusaha dari negara-negara sahabat. Sehingga hubungan internasional kita semakin kuat dan juga memberikan manfaat untuk kita semua. Itu yang kita harapkan,” tutupnya. (jih/rdn)