E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Kesehatan|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|UU ITE|Judi Online|Sumatra|PTS
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 58%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Kesehatan|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|UU ITE|Judi Online|Sumatra|PTS
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 58%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Kesehatan|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|UU ITE|Judi Online|Sumatra|PTS
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 58%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Dukung Stabilitas Ekonomi Daerah, Syarif Fasha Minta Penambahan Kuota BBM Papua Barat

Diterbitkan
Rabu, 29 Okt 2025 10.12 WIB
Bagikan:
Dukung Stabilitas Ekonomi Daerah, Syarif Fasha Minta Penambahan Kuota BBM Papua Barat

Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha saat melakukan kunjungan kerja Komisi XII DPR RI ke Manokwari, Selasa (28/10/2025). Foto : Pdt/Andri.

PARLEMENTARIA, Manokwari – Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha, menyoroti persoalan keterbatasan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar per hari di wilayah Manokwari, Papua Barat, yang berdampak pada antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja Komisi XII DPR RI ke Manokwari, Selasa (28/10/2025).

“Awal kunjungan kami ke lokasi, kami mampir ke salah satu SPBU karena melihat antrean yang panjang sekali. Setelah kami investigasi bersama manajer SPBU, Sales Area Manager (SAM) Pertamina, ternyata permasalahannya terletak pada kuota solar yang terbatas. Alokasi untuk satu SPBU hanya 10 kiloliter (KL) per hari, dan dari enam SPBU yang ada, hanya dua yang menyalurkan solar,” jelasnya kepada Parlementaria.

Legislator Dapil Jambi ini menilai kondisi tersebut mengakibatkan ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan pasokan yang tersedia. Ia menilai perlunya langkah cepat agar distribusi solar dapat menjangkau masyarakat secara merata dan tidak menimbulkan antrean panjang yang berulang. Untuk itu, ia meminta dukungan pemerintah daerah agar turut berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Kami minta kepada Bupati Manokwari dan Pemerintah Kabupaten untuk segera membuat surat kepada Gubernur Papua Barat. Nantinya, Gubernur akan meneruskan surat tersebut kepada BPH Migas guna meminta tambahan kuota solar harian,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Politisi Fraksi Nasdem tersebut menyampaikan usulan agar jumlah SPBU penyalur solar ditambah dari dua menjadi tiga unit, serta peningkatan kuota dari 10 KL menjadi 15 KL per hari. “Surat tersebut akan ditujukan kepada BPH Migas dan kami dari Komisi XII DPR RI akan mengawal langsung prosesnya. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BPH Migas, dan hal ini sudah menjadi catatan mereka,” tegasnya.

Syarif Fasha juga menepis anggapan bahwa pembatasan jam operasional SPBU disebabkan oleh kebijakan waktu pelayanan. Menurutnya, pembatasan terjadi karena keterbatasan pasokan. “Jam operasional SPBU terbatas bukan karena waktu yang dibatasi, melainkan karena BBM yang habis lebih cepat. Jika kuotanya ditambah, otomatis jam pelayanan akan lebih panjang,” tutupnya.

Berita terkait

Tekan Impor BBM, Syarif Fasha Minta Kapasitas Kilang Dalam Negeri Ditingkatkan
Industri dan Pembangunan
Tekan Impor BBM, Syarif Fasha Minta Kapasitas Kilang Dalam Negeri Ditingkatkan
Dorong Ekonomi Kreatif Papua, Daerah Mandiri Tanpa Bergantung pada Sumber Daya Ekstraktif
Industri dan Pembangunan
Dorong Ekonomi Kreatif Papua, Daerah Mandiri Tanpa Bergantung pada Sumber Daya Ekstraktif
Diplomasi Parlemen Jadi Instrumen Strategis Dukung Daya Saing Ekonomi Daerah
Politik dan Keamanan
Diplomasi Parlemen Jadi Instrumen Strategis Dukung Daya Saing Ekonomi Daerah
Tags:#Berita Utama#Komisi XII
Sebelumnya

Komisi IV Minta Pemerintah Tidak ‘Tangan Besi’ dalam Intervensi Harga Beras

Selanjutnya

Hetifah: Nyalakan Kembali Semangat Sumpah Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Bangsa

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(934)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1024)
  • Kesejahteraan Rakyat(3346)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4080)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Kesehatan|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|UU ITE|Judi Online|Sumatra|PTS
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 58%
Angin: 4 km/h