E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
UMKM|Sertifikasi Halal|Haji|RUU Perampasan Aset|RUU Sisdiknas|Pendidikan|Korupsi|RUU Ketenagalistrikan|RUU SDI|sekolah|PPPK|Kode Etik|Komisi III
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 30°C
Lembab: 68%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
UMKM|Sertifikasi Halal|Haji|RUU Perampasan Aset|RUU Sisdiknas|Pendidikan|Korupsi|RUU Ketenagalistrikan|RUU SDI|sekolah|PPPK|Kode Etik|Komisi III
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 30°C
Lembab: 68%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
UMKM|Sertifikasi Halal|Haji|RUU Perampasan Aset|RUU Sisdiknas|Pendidikan|Korupsi|RUU Ketenagalistrikan|RUU SDI|sekolah|PPPK|Kode Etik|Komisi III
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 30°C
Lembab: 68%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Dinilai Belum Berdaulat, Daniel Johan Dorong Payung Hukum Potensi Karbon Indonesia

Diterbitkan
Rabu, 15 Apr 2026 10.02 WIB
Bagikan:
Dinilai Belum Berdaulat, Daniel Johan Dorong Payung Hukum Potensi Karbon Indonesia

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan, Pertanian, dan Kelautan dan Perikanan (KKP), di Kompleks Parlemen Senayan.|Foto : Oji/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyoroti besarnya potensi karbon Indonesia sekaligus lemahnya posisi kedaulatan nasional di sektor tersebut. Daniel menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi karbon yang sangat besar, namun belum didukung dengan payung hukum yang kuat. 

 

“Yang pertama adalah masalah besar di karbon Indonesia saat ini ya secara sangat besar. Kita ini belum berdaulat di bidang karbon. Nah yang pertama kenapa bisa seperti itu? kita belum ada undang-undang (mengenai karbon). Sehingga posisi potensi karbon di Indonesia itu belum punya payung hukum yang kuat,” ujar Daniel dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan, Pertanian, dan Kelautan dan Perikanan (KKP), di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (14/04/2026).

Lihat Juga :

Daniel Johan Komitmen Dorong RUU Masyarakat Hukum Adat Masuk Proglenas hingga Disahkan

Daniel Johan Komitmen Dorong RUU Masyarakat Hukum Adat Masuk Proglenas hingga Disahkan

Daniel Johan Dorong Badan Karantina Lindungi dan Perkuat Produk Lokal Untuk Ekspor

Daniel Johan Dorong Badan Karantina Lindungi dan Perkuat Produk Lokal Untuk Ekspor

 

Dalam rapat tersebut, ia menilai kondisi ini membuat Indonesia belum berdaulat dalam pengelolaan karbon. Daniel juga memaparkan, berdasarkan data yang ada, potensi karbon Indonesia sangat besar, terutama dari sektor berbasis alam. Menurutnya, nilai potensi tersebut bahkan mencapai ribuan triliun rupiah.

 

“Kalau dari data yang ada, kita itu sangat besar. Yang bersifat alam aja lebih dari 8.000 triliun. Hutan tropis kita 125 juta bisa menyerap 25 miliar ton karbon. Mangrove dari 3,3 juta bisa menyerap 33 miliar ton karbon. Lahan gambut dari 7,5 juta hektare bisa menyerap 50 miliar ton karbon,” jelasnya.

 

Dengan potensi tersebut, ia mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam mendorong kedaulatan karbon Indonesia, termasuk kemungkinan pembentukan undang-undang khusus.

 

“Nah sehingga bagaimana langkah yang akan diambil oleh pemerintah, sehingga dunia karbon Indonesia yang saat ini belum berdaulat bisa menjadi berdaulat. Dan apakah tidak ada rencana untuk mendorong undang-undang karbon. Sehingga kedaulatan karbon Indonesia bisa kita wujudkan,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

 

Selain aspek kedaulatan, Daniel juga menekankan pentingnya inklusivitas dalam pengelolaan karbon. Ia berharap sektor karbon tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

 

“Selain di dalam undang-undang tersebut, selain mewujudkan kedaulatan karbon, tugas besar kita adalah istilah saya menginklusifkan dunia karbon. Sehingga karbon tidak hanya urusan orang kaya, orang super kaya,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, melalui pendekatan inklusif, masyarakat kecil seperti petani, nelayan, dan masyarakat adat dapat ikut merasakan manfaat ekonomi dari sektor karbon.


"Dengan inklusifnya karbon, petani, masyarakat adat, nelayan, blue carbon tadi ada titipan dari kakak kita, itu bisa menguntungkan nelayan dan masyarakat kecil dalam implementasi dari karbon,” lanjutnya.

 

Lebih jauh, Daniel juga mendorong inovasi digital dalam pengelolaan karbon, salah satunya melalui mekanisme tokenisasi yang aman dan transparan.

 

“Sehingga langkah maju dari inklusifitas karbon nanti misalkan ada sejenis aplikasi yang bersifat aman, sehingga bisa ada tokenisasi karbon, sehingga itu menjadi bonus bagi para pelaku kecil,” pungkasnya. (rr/rdn)

Berita terkait

Daniel Johan Komitmen Dorong RUU Masyarakat Hukum Adat Masuk Proglenas hingga Disahkan
Kesejahteraan Rakyat
Daniel Johan Komitmen Dorong RUU Masyarakat Hukum Adat Masuk Proglenas hingga Disahkan
Daniel Johan Dorong Badan Karantina Lindungi dan Perkuat Produk Lokal Untuk Ekspor
Industri dan Pembangunan
Daniel Johan Dorong Badan Karantina Lindungi dan Perkuat Produk Lokal Untuk Ekspor
Daniel Johan: Regulasi Masyarakat Hukum Adat Harus Komprehensif
Kesejahteraan Rakyat
Daniel Johan: Regulasi Masyarakat Hukum Adat Harus Komprehensif
Tags:#karbon
Sebelumnya

Heboh Koper Haji! Selly Andriany Minta Tak Lagi Dikelola Maskapai

Selanjutnya

Baleg DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Satu Data Indonesia, Fokus pada Tata Kelola Nasional

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1009)
  • Industri dan Pembangunan(3527)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3539)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4310)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
UMKM|Sertifikasi Halal|Haji|RUU Perampasan Aset|RUU Sisdiknas|Pendidikan|Korupsi|RUU Ketenagalistrikan|RUU SDI|sekolah|PPPK|Kode Etik|Komisi III
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 30°C
Lembab: 68%
Angin: 3 km/h