
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyerahkan palu sidang kepada pimpinan Parlemen Remaja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Mario/jk
PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong peserta Parlemen Remaja 2026 menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, khususnya dalam meningkatkan kepedulian terhadap persoalan perundungan yang masih terjadi di dunia pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Cucun saat membuka Parlemen Remaja 2026 sekaligus menyerahkan palu sidang kepada pimpinan Parlemen Remaja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Cucun mengapresiasi antusiasme generasi muda yang mengikuti program tahunan DPR RI tersebut. Dari hampir 11.000 pendaftar, sebanyak 200 peserta terpilih mengikuti Parlemen Remaja 2026.
Menurutnya, proses seleksi tersebut menunjukkan para peserta memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan sekaligus kehidupan demokrasi Indonesia di masa mendatang.
“Kita bangga dengan anak-anak yang cukup luar biasa. Pasti ini melalui seleksi yang panjang. Hampir 11.000 yang daftar ikut Parlemen Remaja dan yang terpilih 200,” ujar Cucun.
Ia menilai tema Parlemen Remaja tahun ini relevan dengan persoalan yang dihadapi generasi muda, terutama perundungan di lingkungan pendidikan. Karena itu, peserta diharapkan tidak sekadar mendapatkan pengalaman melalui simulasi persidangan, tetapi juga membawa pesan positif ke lingkungan masing-masing.
“Mereka akan menjadi agen untuk menyampaikan kepada kawan-kawannya, seusianya, di sekolahnya, bagaimana fenomena yang sangat mengkhawatirkan tentang pendidikan, terutama perundungan di tengah siswa-siswa ini,” katanya.
Selain membangun kepedulian terhadap persoalan pendidikan, Cucun menekankan Parlemen Remaja menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal secara langsung proses kerja DPR RI.
Dalam program tersebut, para peserta diperkenalkan dengan tiga fungsi utama DPR RI, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Pengalaman tersebut diharapkan membantu peserta memahami proses pembahasan hingga pengambilan kebijakan melalui mekanisme kelembagaan.
“Kita harapkan tadi, mereka juga bisa memahami proses pengambilan kebijakan di parlemen ini, di DPR. Fungsi-fungsi sudah kita sampaikan, bagaimana fungsi legislasi, fungsi anggaran, fungsi pengawasan,” jelasnya.
Cucun berharap pengalaman selama mengikuti Parlemen Remaja menjadi bekal bagi peserta untuk terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga membuka peluang bagi para peserta untuk kelak berkontribusi sebagai wakil rakyat.
“Mereka akan berlatih melihat, sehingga nanti punya satu harapan ke depan mereka juga bagaimana ikut mengelola negara ini, mengatur negara ini,” ungkap Cucun.
Ia menambahkan, peserta Parlemen Remaja 2026 berasal dari berbagai daerah pemilihan di Indonesia. Keberagaman tersebut, menurutnya, mencerminkan pentingnya representasi dalam sistem demokrasi.
“Dengan mereka juga pasti ada harapan menjadi wakil-wakil rakyat dari dapil pemilihannya. Ini kan representasi dari 84 daerah pemilihan,” pungkas Cucun. (mro/ssb)