E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
UMKM|Diplomasi|Lapas|RUU SDI|Kesehatan|layanan kesehatan|Polri|RAPBN 2027|HUT Ke-80 Bhayangkara|PPh Marketplace|Perempuan|Pariwisata|OJK
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
UMKM|Diplomasi|Lapas|RUU SDI|Kesehatan|layanan kesehatan|Polri|RAPBN 2027|HUT Ke-80 Bhayangkara|PPh Marketplace|Perempuan|Pariwisata|OJK
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
UMKM|Diplomasi|Lapas|RUU SDI|Kesehatan|layanan kesehatan|Polri|RAPBN 2027|HUT Ke-80 Bhayangkara|PPh Marketplace|Perempuan|Pariwisata|OJK
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Konflik Lahan Bayangi KEK Pariwisata, Novita Desak Pemerintah Benahi Tata Kelola

Diterbitkan
Kamis, 2 Jul 2026 21.27 WIB
Bagikan:
Konflik Lahan Bayangi KEK Pariwisata, Novita Desak Pemerintah Benahi Tata Kelola

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini.|Foto : Dok/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengkritik tajam terhadap tata kelola pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang dinilai masih terlalu berorientasi pada investasi, namun belum memberikan perlindungan yang memadai terhadap hak-hak masyarakat.

 

Hal tersebut disampaikan Novita dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata dan Badan Pengelola Otorita Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), di Komplek Parlemen Senayan, Rabu (1/7/2026).

Lihat Juga :

Legislator Desak Tata Kelola Lahan Pasca Tambang di Bangka Belitung

Legislator Desak Tata Kelola Lahan Pasca Tambang di Bangka Belitung

Komitmen Komisi II Kawal Penyelesaian Konflik Agraria dan Tata Kelola HGU

Komitmen Komisi II Kawal Penyelesaian Konflik Agraria dan Tata Kelola HGU

 

Novita menilai pembangunan kawasan pariwisata nasional harus mengedepankan prinsip keadilan. Menurutnya, keberhasilan investasi tidak boleh dibayar dengan hilangnya ruang hidup masyarakat.

 

"Yang saya lihat, paparan pemerintah lebih banyak berbicara soal promosi investasi dan pendampingan investor. Tetapi saya tidak melihat strategi yang jelas mengenai perlindungan hak masyarakat maupun mitigasi konflik agraria yang kerap muncul dalam pembangunan KEK," tegas politisi muda fraksi PDI Perjuangan itu.

 

Ia mengungkapkan telah menerima sejumlah aspirasi masyarakat terkait konflik lahan di kawasan pariwisata, termasuk dugaan maladministrasi dalam perubahan status kepemilikan tanah yang merugikan warga.

 

"Rakyat kecil tidak boleh menjadi korban akibat kegagalan sistem atau maladministrasi negara. Pemerintah harus hadir membela hak masyarakat, bukan hanya mengejar masuknya investasi," ujarnya.

 

Selain menyoroti konflik agraria, Novita juga mengkritik belum meratanya pembangunan destinasi wisata nasional. Ia meminta Kementerian Pariwisata mulai memberikan perhatian kepada kawasan Jawa Timur Selatan, khususnya Dapil VII Jawa Timur meliputi Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi, yang dinilai memiliki potensi besar berbasis wisata alam namun belum masuk dalam agenda pengembangan KEK.

 

"Pemerataan pembangunan pariwisata harus menjadi prioritas. Daerah-daerah yang memiliki potensi besar juga harus diberi kesempatan berkembang melalui skema KEK di masa mendatang," katanya.

 

Di sisi lain, perempuan asal Trenggalek itu juga mempertanyakan penurunan tajam kunjungan wisatawan di sejumlah kawasan otorita sepanjang 2025 yang berdampak pada turunnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Menurutnya, pemerintah hanya menyajikan angka penurunan tanpa disertai analisis penyebab maupun strategi pemulihan.

 

"Kami membutuhkan root cause analysis yang jelas. Apakah penurunannya dipicu persoalan konflik lahan, infrastruktur, kualitas SDM, atau lemahnya tata kelola. Jangan hanya menyampaikan data tanpa solusi," tegasnya. (tn/we)

Berita terkait

Legislator Desak Tata Kelola Lahan Pasca Tambang di Bangka Belitung
Industri dan Pembangunan
Legislator Desak Tata Kelola Lahan Pasca Tambang di Bangka Belitung
Komitmen Komisi II Kawal Penyelesaian Konflik Agraria dan Tata Kelola HGU
Politik dan Keamanan
Komitmen Komisi II Kawal Penyelesaian Konflik Agraria dan Tata Kelola HGU
Perkuat Kebijakan Hulu-Hilir Serta Kepastian Tata Kelola Lahan dalam RUU Komoditas Strategis
Politik dan Keamanan
Perkuat Kebijakan Hulu-Hilir Serta Kepastian Tata Kelola Lahan dalam RUU Komoditas Strategis
Tags:#Pariwisata#KEK#Kawasan Ekonomi Khusus
Sebelumnya

Komisi I: Pembahasan RUU Ketahanan Siber Akan Libatkan Partisipasi Publik

Selanjutnya

RUU SDI Baru Bahas Aspek Interoperabilitas, Jaminan Keamanan Sistem Data Belum Tersentuh

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(959)
  • Industri dan Pembangunan(3383)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3388)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4146)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
UMKM|Diplomasi|Lapas|RUU SDI|Kesehatan|layanan kesehatan|Polri|RAPBN 2027|HUT Ke-80 Bhayangkara|PPh Marketplace|Perempuan|Pariwisata|OJK
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h