E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Kamrussamad Minta LPS Ukur Dampak Program Literasi Keuangan Secara Terukur

Diterbitkan
Rabu, 24 Jun 2026 17.23 WIB
Bagikan:
Kamrussamad Minta LPS Ukur Dampak Program Literasi Keuangan Secara Terukur

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Mahen/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta — Efektivitas program literasi dan inklusi keuangan yang dijalankan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Ketua Dewan Komisioner LPS beserta jajaran terkait revisi anggaran tahun 2026. Komisi XI meminta LPS menetapkan indikator kinerja utama (KPI) yang terukur agar setiap program yang didanai anggaran negara dapat dievaluasi manfaat dan dampaknya bagi masyarakat.


Dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026), Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menyoroti perluasan kewenangan LPS pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).


Menurutnya, mandat LPS kini tidak hanya terbatas pada penjaminan simpanan perbankan, tetapi juga mencakup penjaminan polis asuransi, perluasan kewenangan resolusi, pembentukan struktur penjaminan polis, perlindungan hukum bagi pejabat LPS, serta penguatan fungsi pengawasan DPR terhadap tata kelola dan anggaran lembaga tersebut.

Lihat Juga :

Puteri Komarudin Dorong Peningkatan Edukasi dan Literasi Keuangan

Puteri Komarudin Dorong Peningkatan Edukasi dan Literasi Keuangan

Dorong Transparansi IKU dan Target Program Strategis LPS

Dorong Transparansi IKU dan Target Program Strategis LPS


Ia mengingatkan bahwa DPR kini memiliki kewenangan memberikan persetujuan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) operasional LPS sebagaimana diatur dalam undang-undang, sehingga penggunaan anggaran dan capaian program perlu dipertanggungjawabkan secara jelas.


Kamrussamad kemudian meminta penjelasan mengenai hasil pelaksanaan sejumlah program literasi keuangan yang telah dijalankan LPS sepanjang tahun 2025, termasuk Financial Festival yang digelar di sejumlah kota seperti Surabaya dan Medan.


“Kami ingin mengetahui output dan outcome yang telah dihasilkan dari festival finansial tersebut. Apakah hasilnya tergambar dalam survei nasional yang sudah atau sedang dilaksanakan, khususnya untuk program kegiatan 2025,” ujarnya.


Selain itu, ia juga menyoroti program Economic Outlook yang diselenggarakan LPS bekerja sama dengan salah satu media partner. Menurutnya, LPS perlu menjelaskan besaran anggaran yang digunakan, jangkauan audiens yang berhasil dicapai, serta dampaknya terhadap peningkatan literasi maupun inklusi keuangan masyarakat.


Kamrussamad juga meminta agar kerja sama dengan media dilakukan secara terbuka dan tidak menimbulkan kesan eksklusivitas terhadap satu pihak tertentu. “Ekosistem media di Indonesia sangat beragam. Jangan sampai menimbulkan kesan monopoli. LPS harus menjadi mitra bagi seluruh lembaga media,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, ia turut mempertanyakan dasar pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Financial Festival pada tahun 2026. Menurutnya, pemilihan lokasi kegiatan seharusnya didasarkan pada data dan kebutuhan masyarakat, terutama terkait tingkat literasi keuangan.


Ia menilai perlu ada penjelasan mengenai kelompok sasaran kegiatan tersebut, mengingat jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak sebesar beberapa provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.


“Apakah penentuan wilayah itu berbasis data atau pertimbangan lain? Ini perlu dijelaskan agar kami juga dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat apabila muncul pertanyaan terkait program literasi keuangan,” ujarnya.


Menutup penyampaiannya, Kamrussamad menegaskan pentingnya penyusunan KPI yang jelas dan terukur untuk setiap program literasi maupun inklusi keuangan yang dijalankan LPS. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga harus dapat diukur melalui output dan outcome yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Kalau rumusan KPI-nya bisa ditentukan dengan baik, maka kami yakin program-program tersebut ke depan akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (bit/aha)

Berita terkait

Puteri Komarudin Dorong Peningkatan Edukasi dan Literasi Keuangan
Ekonomi dan Keuangan
Puteri Komarudin Dorong Peningkatan Edukasi dan Literasi Keuangan
Dorong Transparansi IKU dan Target Program Strategis LPS
Ekonomi dan Keuangan
Dorong Transparansi IKU dan Target Program Strategis LPS
Komisi XIII: Spirit Efisiensi Presiden Harus Terwujud Lewat Program yang Terukur
Politik dan Keamanan
Komisi XIII: Spirit Efisiensi Presiden Harus Terwujud Lewat Program yang Terukur
Tags:#LPS#UU P2SK
Sebelumnya

Evita Nursanty: Pariwisata Bukan Tanggung Jawab 1 Kementerian, Harus Jadi Program Strategis Nasional

Selanjutnya

BAM Minta Persoalan JakLingko Diusut Tuntas, Desak Transjakarta Tanggung Jawab

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(923)
  • Industri dan Pembangunan(3309)
  • Isu Lainnya(1021)
  • Kesejahteraan Rakyat(3315)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4041)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 2 km/h