E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Rupiah|MBG|Pariwisata|APBN|BGN|RUU HPI|RUU Satu Data|BUMD|RUU P2SK|RUU BUMD|RUU Pemilu|Cagar Budaya
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 34°C
Lembab: 79%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Rupiah|MBG|Pariwisata|APBN|BGN|RUU HPI|RUU Satu Data|BUMD|RUU P2SK|RUU BUMD|RUU Pemilu|Cagar Budaya
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 34°C
Lembab: 79%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Rupiah|MBG|Pariwisata|APBN|BGN|RUU HPI|RUU Satu Data|BUMD|RUU P2SK|RUU BUMD|RUU Pemilu|Cagar Budaya
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 34°C
Lembab: 79%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Regulasi Lahan Jadi Kendala Pengembangan Destinasi Wisata di Daerah

Diterbitkan
Kamis, 4 Jun 2026 18.50 WIB
Bagikan:
Regulasi Lahan Jadi Kendala Pengembangan Destinasi Wisata di Daerah

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini.|Foto: Farhan/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Rumitnya regulasi alih fungsi lahan dinilai masih menjadi kendala dalam pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah. Hambatan koordinasi lintas lembaga disebut membuat sejumlah potensi investasi pariwisata belum berkembang optimal dan berisiko menghambat pertumbuhan ekonomi lokal.

 

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai berbagai aspirasi kepala daerah menunjukkan masih adanya kebuntuan birokrasi dalam pengembangan kawasan wisata, khususnya terkait proses alih fungsi lahan. Menurut Novita, persoalan tersebut kerap ditemukan saat kunjungan kerja ke sejumlah daerah. Banyak potensi wisata yang dinilai memiliki prospek investasi justru tidak berkembang akibat rumitnya regulasi serta lemahnya koordinasi antarinstansi terkait.

Lihat Juga :

Komisi VI Dorong Bali Jadi Destinasi Wisata Premium

Komisi VI Dorong Bali Jadi Destinasi Wisata Premium

Hendry Munief Optimistis Tanjung Puting Jadi Destinasi Wisata Unggulan Kalteng

Hendry Munief Optimistis Tanjung Puting Jadi Destinasi Wisata Unggulan Kalteng

 

“Kita sering mendengar banyak potensi investasi wisata di daerah yang akhirnya mandek karena regulasi alih fungsi lahan. Komunikasi dengan Perhutani, Kementerian Kehutanan, dan pihak lainnya sering menemui jalan buntu,” ujar Novita dalam keterangan resmi yang diterima Parlementaria di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

 

Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai Kementerian Pariwisata perlu mengambil peran lebih aktif untuk membantu mengurai hambatan birokrasi tersebut. Menurutnya, kementerian tidak hanya berfungsi mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga perlu hadir sebagai penghubung lintas sektor agar peluang investasi di daerah dapat berjalan lebih optimal.

 

Dalam pandangannya, penyelesaian persoalan regulasi menjadi penting agar pengembangan sektor pariwisata tidak hanya bertumpu pada destinasi besar, melainkan juga mampu membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

 

Selain persoalan alih fungsi lahan, Novita juga menyoroti pentingnya dukungan fiskal bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata. Menurutnya, daerah perlu diberi ruang lebih fleksibel untuk membuka sumber-sumber pendapatan baru berbasis pariwisata guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Ia menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar menjadi motor pertumbuhan ekonomi jika hambatan investasi mampu diatasi dan pemerintah daerah mendapat ruang lebih luas dalam mengembangkan potensi wilayahnya. Sebagai perbandingan, Novita mengajak pemerintah berkaca pada transformasi ekonomi Dubai yang berhasil menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pendapatan utama setelah mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi.

 

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan model serupa apabila pengelolaan sektor pariwisata dilakukan secara lebih serius dan terintegrasi. “Pariwisata harus menjadi harapan besar dan instrumen utama dalam mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh pelosok tanah air,” pungkas legislator Dapil Jawa Timur VII. (uc/um)

Berita terkait

Komisi VI Dorong Bali Jadi Destinasi Wisata Premium
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Dorong Bali Jadi Destinasi Wisata Premium
Hendry Munief Optimistis Tanjung Puting Jadi Destinasi Wisata Unggulan Kalteng
Industri dan Pembangunan
Hendry Munief Optimistis Tanjung Puting Jadi Destinasi Wisata Unggulan Kalteng
Transportasi Mahal Jadi Kendala Pengembangan Pariwisata Maluku
Industri dan Pembangunan
Transportasi Mahal Jadi Kendala Pengembangan Pariwisata Maluku
Tags:#Pariwisata
Sebelumnya

Kepastian Hukum Jadi Kunci Jaga Kepercayaan Investor

Selanjutnya

Komisi II Buka Ruang Partisipasi Publik Seluas-luasnya dalam Penyusunan RUU Pemilu

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(864)
  • Industri dan Pembangunan(3132)
  • Isu Lainnya(1017)
  • Kesejahteraan Rakyat(3172)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3822)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Rupiah|MBG|Pariwisata|APBN|BGN|RUU HPI|RUU Satu Data|BUMD|RUU P2SK|RUU BUMD|RUU Pemilu|Cagar Budaya
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 34°C
Lembab: 79%
Angin: 2 km/h