E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Pariwisata|Infrastruktur|pascabencana|Haji|RUU Satu Data|Penerimaan Mahasiswa Baru|KUHAP|KUHP|aspirasi|RUU Hukum Perdata Internasional|bantuan|swasembada
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Pariwisata|Infrastruktur|pascabencana|Haji|RUU Satu Data|Penerimaan Mahasiswa Baru|KUHAP|KUHP|aspirasi|RUU Hukum Perdata Internasional|bantuan|swasembada
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Pariwisata|Infrastruktur|pascabencana|Haji|RUU Satu Data|Penerimaan Mahasiswa Baru|KUHAP|KUHP|aspirasi|RUU Hukum Perdata Internasional|bantuan|swasembada
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

RUU Masyarakat Adat Harus Jembatani Kepentingan Investasi dan Hak Publik

Diterbitkan
Kamis, 9 Apr 2026 13.07 WIB
Bagikan:
RUU Masyarakat Adat Harus Jembatani Kepentingan Investasi dan Hak Publik

Anggota Baleg DPR RI, Nasir Djamil dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Legislasi DPR RI dengan para akademisi dalam rangka penyusunan RUU Masyarakat Adat di Ruang Rapat Baleg, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Baleg DPR RI, Nasir Djamil, menyoroti ketimpangan yang dialami masyarakat adat dalam praktik investasi di daerah. Ia menilai, hingga saat ini masyarakat adat masih sering berada pada posisi yang tidak menguntungkan, meskipun investasi dilakukan di wilayah yang merupakan tanah komunal mereka.

 

Menurut Nasir, dalam banyak kasus, masyarakat adat hanya dilibatkan sebagai tenaga kerja dengan posisi terbatas, tanpa memiliki akses terhadap pengambilan keputusan maupun kepemilikan dalam investasi yang berjalan di wilayah mereka.

Lihat Juga :

Nasir Djamil Soroti Konflik Lahan, RUU Masyarakat Adat Dinilai Mendesak

Nasir Djamil Soroti Konflik Lahan, RUU Masyarakat Adat Dinilai Mendesak

Terima Aspirasi, Komisi VI Tegaskan BUMN Harus Perhatikan Aspek Bisnis dan Kepentingan Masyarakat

Terima Aspirasi, Komisi VI Tegaskan BUMN Harus Perhatikan Aspek Bisnis dan Kepentingan Masyarakat

 

“Seringkali masyarakat hanya dipekerjakan, bahkan sebagai buruh kasar, dan tidak berada di level pengambil keputusan,” ujar Nasir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Legislasi DPR RI dengan para akademisi dalam rangka penyusunan RUU Masyarakat Adat di Ruang Rapat Baleg, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

 

Ia juga menyoroti minimnya keterlibatan masyarakat adat dalam kepemilikan saham atau manfaat ekonomi dari investasi yang memanfaatkan tanah ulayat mereka. Kondisi ini dinilai mencerminkan belum adanya keadilan dalam distribusi manfaat pembangunan.

 

“Kadang masyarakat juga tidak punya saham dalam investasi di tanah mereka sendiri. Ini yang harus menjadi perhatian,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

 

Lebih lanjut, Nasir menyinggung adanya pandangan yang berkembang bahwa keberadaan masyarakat adat dianggap sebagai hambatan bagi investasi, terutama setelah lahirnya Undang-Undang Cipta Kerja. Ia menilai, perspektif tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan stigma yang merugikan masyarakat adat.

 

“Apakah benar masyarakat adat dianggap menghambat investasi, atau ini hanya akibat dari konflik yang selama ini terjadi? Ini yang perlu kita dalami,” katanya.

 

Menurutnya, RUU Masyarakat Adat harus mampu menjembatani kepentingan antara investasi dan perlindungan masyarakat adat, sehingga pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan hak-hak masyarakat.

 

Ia menekankan pentingnya merumuskan norma yang tidak hanya melindungi keberadaan masyarakat adat secara hukum, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan manfaat ekonomi yang adil dari aktivitas investasi di wilayahnya.

 

“Undang-undang ini harus memastikan masyarakat adat tidak lagi hanya jadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari manfaat pembangunan,” ujarnya.

 

Selain itu, Nasir juga menilai bahwa pendekatan ekonomi dalam pembahasan RUU perlu diperkuat, sebagaimana disampaikan oleh para akademisi, agar regulasi yang dihasilkan memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat adat.

 

Baleg DPR RI, lanjutnya, akan terus menggali berbagai perspektif untuk memastikan RUU ini mampu menghadirkan keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan perlindungan masyarakat adat.

 

“Kita ingin undang-undang ini tidak hanya bicara perlindungan, tetapi juga keadilan dan kesejahteraan,” pungkasnya. (fa/rdn)

Berita terkait

Nasir Djamil Soroti Konflik Lahan, RUU Masyarakat Adat Dinilai Mendesak
Politik dan Keamanan
Nasir Djamil Soroti Konflik Lahan, RUU Masyarakat Adat Dinilai Mendesak
Terima Aspirasi, Komisi VI Tegaskan BUMN Harus Perhatikan Aspek Bisnis dan Kepentingan Masyarakat
Industri dan Pembangunan
Terima Aspirasi, Komisi VI Tegaskan BUMN Harus Perhatikan Aspek Bisnis dan Kepentingan Masyarakat
Pembedaan Signifikan antara RUU Satu Data Indonesia dan RUU Statistik Harus Diperjelas
Politik dan Keamanan
Pembedaan Signifikan antara RUU Satu Data Indonesia dan RUU Statistik Harus Diperjelas
Tags:#RUU Masyarakat Adat
Sebelumnya

Komisi XIII Libatkan Ombudsman Investigasi Kisruh Surat Dukungan Utama SDUWHV

Selanjutnya

Nasir Djamil Soroti Konflik Lahan, RUU Masyarakat Adat Dinilai Mendesak

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(781)
  • Industri dan Pembangunan(2859)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2727)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3441)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Orasi Bintang Orator

https://bit.ly/FormulirLombaOrasiBintangOrator?r=qr

Dampak Konflik AS-ISRAEL VS IRAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Pariwisata|Infrastruktur|pascabencana|Haji|RUU Satu Data|Penerimaan Mahasiswa Baru|KUHAP|KUHP|aspirasi|RUU Hukum Perdata Internasional|bantuan|swasembada
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 5 km/h