E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Kehutanan|Pendidikan|tambang|Semen|BUMN|HAM|Film|Ekspor|dokter|UU Pesantren|PPPK|Danantara|RUU Polri
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 68%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Kehutanan|Pendidikan|tambang|Semen|BUMN|HAM|Film|Ekspor|dokter|UU Pesantren|PPPK|Danantara|RUU Polri
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 68%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Kehutanan|Pendidikan|tambang|Semen|BUMN|HAM|Film|Ekspor|dokter|UU Pesantren|PPPK|Danantara|RUU Polri
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 68%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Tantangan Keamanan Pangan dalam Program MBG di Kabupaten Bandung Jadi Sorotan Komisi IX

Diterbitkan
Selasa, 2 Des 2025 10.21 WIB
Bagikan:
Tantangan Keamanan Pangan dalam Program MBG di Kabupaten Bandung Jadi Sorotan Komisi IX

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik dalam rangka pengawasan pelaksanaan program MBG DI Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Foto: Eko/vel.

PARLEMENTARIA, Bandung – Komisi IX DPR RI berkomitmen agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman, merata, dan berkualitas bagi seluruh penerima manfaat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) dalam rangka pengawasan pelaksanaan program nasional tersebut, ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (1/12/2025).

Putih Sari menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam melaksanakan MBG. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan mandat strategis dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

“Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan mampu berkompetisi di masa depan,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Capaian dan Tantangan Implementasi MBG Nasional

Hingga 11 November 2025, Program MBG telah menjangkau 41,6 juta penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD hingga SMA, anak balita, hingga ibu hamil dan menyusui. Anggaran nasional yang terserap juga telah mencapai 61,23 persen.

Selain itu, Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) sebagai dapur produksi MBG sudah terbentuk 14.773 unit dari target 30.000 unit secara nasional.

Namun, Putih Sari menekankan bahwa capaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan aspek keamanan pangan. Berdasarkan data BGN dan Badan POM, terdapat 211 kasus keracunan pangan terkait MBG sepanjang 2025 dengan total 11.640 penerima manfaat terdampak. Dari jumlah tersebut, 636 orang dirawat inap, sementara sekitar 11.004 lainnya menjalani perawatan jalan.

Sementara itu, dari total SPPG yang beroperasi, hanya 1.525 unit yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Ini menjadi alarm bagi kita. Penguatan surveillance, percepatan sertifikasi SLHS, dan standardisasi proses produksi merupakan syarat mutlak agar program ini tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat,” kata Putih Sari.

Kabupaten Bandung Jadi Lokasi Penting Pelaksanaan MBG

Kabupaten Bandung termasuk kabupaten dengan cakupan penerima manfaat MBG cukup besar. Di wilayah ini, terdapat puluhan SPPG aktif yang melibatkan UMKM lokal untuk pemenuhan bahan pangan.

Salah satu titik yang menjadi objek peninjauan Komisi IX adalah SPPG Bojongsoang Tegalluar 2, yang dikenal memiliki kapasitas produksi harian tinggi serta fasilitas dapur terstandar. SPPG ini melayani ribuan siswa dan beroperasi dalam koordinasi erat dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.

Namun demikian, Putih Sari menyoroti perlunya percepatan pemenuhan standar higiene dan sanitasi di seluruh SPPG, khususnya di wilayah dengan jumlah penerima manfaat besar seperti Kabupaten Bandung.

Perkuat Koordinasi Lintas Sektor dan Mekanisme Pengawasan

Komisi IX menekankan bahwa pengawasan mutu pangan harus dilakukan secara lebih sistematis. Putih Sari meminta agar mekanisme pelacakan cepat (rapid tracking) diintegrasikan dengan pemeriksaan rutin oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

“Kami ingin memastikan bahwa semua proses mulai dari penyusunan menu, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi berlangsung sesuai standar keamanan pangan,” ujarnya.

Selain meninjau fasilitas, Komisi IX juga membuka dialog dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Bandung—mulai dari perwakilan dari Bupati Bandung, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Balai Besar POM Bandung, BKKBN Jawa Barat, BPJS Kesehatan, kepala sekolah pelaksana MBG, hingga koordinator wilayah SPPG dan UMKM pangan lokal.

“Kehadiran kami bukan hanya untuk melihat, tetapi juga untuk mendengar. Suara daerah dan pengalaman para pelaksana di lapangan sangat penting dalam penyempurnaan kebijakan,” tegas Putih Sari.

Komitmen Komisi IX untuk Penguatan MBG Nasional

Putih Sari memastikan seluruh masukan dari daerah akan dibawa ke pusat sebagai bahan bagi Komisi IX DPR RI dalam memberikan rekomendasi kepada BGN, Kementerian Kesehatan, Badan POM, hingga BPJS Kesehatan.

Menurutnya dengan kunjungan ini menegaskan komitmen Komisi IX ingin memastikan MBG berjalan tanpa kendala. “Komisi IX akan terus mengawal agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan aman, tepat sasaran, dan benar-benar menjadi upaya strategis dalam pembangunan SDM Indonesia,” pungkasnya. •ssb/rdn

Berita terkait

Komisi V: Integrasi Persinyalan Jadi Sorotan Pascakecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Industri dan Pembangunan
Komisi V: Integrasi Persinyalan Jadi Sorotan Pascakecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Legislator Usul UU Ketenagakerjaan yang Baru Dibahas di Komisi IX
Kesejahteraan Rakyat
Legislator Usul UU Ketenagakerjaan yang Baru Dibahas di Komisi IX
Ketiadaan Alat CT Scan dan Krisis Dokter Spesialis Jadi Tantangan di RSUD Petala Bumi
Kesejahteraan Rakyat
Ketiadaan Alat CT Scan dan Krisis Dokter Spesialis Jadi Tantangan di RSUD Petala Bumi
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IX
Sebelumnya

Dari Aceh Besar, Meity Rahmatia Dorong Perlindungan KI untuk Potensi Desa Wisata

Selanjutnya

Baleg Setujui RUU BPIP Jadi Inisiatif DPR, Perkuat Kelembagaan Tak Bergantung Dinamika Politik

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(868)
  • Industri dan Pembangunan(3161)
  • Isu Lainnya(1017)
  • Kesejahteraan Rakyat(3186)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3855)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Kehutanan|Pendidikan|tambang|Semen|BUMN|HAM|Film|Ekspor|dokter|UU Pesantren|PPPK|Danantara|RUU Polri
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 68%
Angin: 6 km/h