
Wakil Ketua Komisi VIII, Abdul Wachid saat melakukan pertemuan dengan para stakeholder di Aula Sekolah Rakyat, Sukoharjo, Jawa Tengah.|Foto: Aaron/mrs
PARLEMENTARIA, Sukoharjo — Komisi VIII DPR RI mengapresiasi kelengkapan fasilitas dan kualitas sarana prasarana penunjang pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 5 hektare tersebut dinilai menjadi salah satu model pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan pembentukan karakter peserta didik.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan pendidikan formal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan. Menurutnya, pendekatan pendidikan yang terintegrasi dengan pembentukan karakter menjadi salah satu kekuatan program tersebut.
“Sekolah Rakyat ini tidak hanya berhenti di masalah pendidikan, tetapi juga perlunya pendidikan karakter. Presiden Prabowo membuat Sekolah Rakyat tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk pengentasan kemiskinan atau memutus mata rantai kemiskinan di negeri ini. Dalam pendidikan satu tahun ternyata sudah membuahkan prestasi sebanyak 4.050 prestasi, baik sains maupun yang lain,” ungkap Wachid kepada Parlementaria seusai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi I Sukoharjo, Jumat (2/10/2026).
Menurut Wachid, dukungan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam menunjang proses pembelajaran peserta didik. Ia mengapresiasi pemanfaatan perangkat teknologi dan keberadaan fasilitas pendidikan yang tersedia untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Fasilitas di sini berbeda dengan fasilitas sekolah umum. Tadi saya lihat anak-anak sudah menggunakan iPad, menggunakan laptop, bahkan ada laboratorium komputer dan perpustakaan yang cukup memadai,” jelasnya.
Selain fasilitas akademik, Wachid menilai keberadaan sarana olahraga turut memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik. Kompleks sekolah tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas olahraga, antara lain lapangan sepak bola, bola basket, dan bola voli.
“Fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, basket, dan voli juga tersedia bagi anak-anak yang berbakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah II itu mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia memperkuat dukungan terhadap keberlanjutan program Sekolah Rakyat. Salah satunya dengan menyediakan lahan yang memadai untuk pembangunan sekolah permanen.
“Ini perlu diteruskan karena masih banyak bupati dan wali kota yang belum bisa menyediakan tanah seluas minimal 5 hektare sampai 10 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan Sukoharjo seluas 5 hektare penataannya cukup bagus, dari ruang kelas sampai asramanya,” kata Wachid.
Ia menilai model Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sukoharjo dapat menjadi salah satu contoh pengembangan program pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran, pembentukan karakter, dan dukungan fasilitas bagi peserta didik.
“Model Sekolah Rakyat Terintegrasi ini merupakan salah satu program unggulan yang sangat menjanjikan,” pungkasnya. (aar/ssb)