
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke PTDI-STTD, Bekasi.|Foto: Septamares/Karisma
PARLEMENTARIA, Bekasi – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan transportasi publik, khususnya transportasi darat. Karena itu, ia mendorong Politeknik Transportasi Darat Indonesia-Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) terus diperkuat hingga menjadi center of excellence SDM transportasi darat.
Hal tersebut disampaikan Syaiful Huda saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke PTDI-STTD, Bekasi, Jumat (2/10/2026). Menurutnya, PTDI-STTD memiliki posisi strategis dalam menyiapkan SDM yang mampu menjawab tantangan dan perkembangan sektor transportasi publik.
“Penyelenggaraan transportasi publik kita harus terus kita tingkatkan dari tahun ke tahun, dan kuncinya adalah SDM. Hari ini kita berada di tempat di mana masa depan transformasi transportasi publik kita itu digodok, dididik di politeknik ini,” ujar Syaiful.
Politisi Fraksi PKB itu mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi V DPR RI sekaligus untuk menyerap aspirasi mengenai penyelenggaraan pendidikan dan kondisi PTDI-STTD. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah kebutuhan anggaran, termasuk backlog anggaran yang masih dihadapi kampus tersebut.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut perlu disampaikan secara terbuka agar dapat menjadi bahan pembahasan Komisi V DPR RI dalam rapat-rapat selanjutnya. Ia berharap PTDI-STTD ke depan mampu berkembang sebagai pusat unggulan dalam mencetak SDM penyelenggara transportasi publik darat.
Syaiful juga menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum dan model pembelajaran dengan perkembangan teknologi informasi di sektor transportasi. Menurutnya, perubahan teknologi menuntut lembaga pendidikan transportasi untuk terus beradaptasi agar lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan transportasi masa kini dan mendatang.
“Mohon nanti Pak Kepala BPSDM disampaikan apa adanya saja, supaya ini betul-betul menjadi catatan kami, terlebih-lebih Komisi V,” tuturnya.
Selain penguatan pendidikan, Syaiful menyinggung pembahasan revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang menjadi hak inisiatif Komisi V DPR RI. Ia membuka ruang bagi PTDI-STTD untuk memberikan masukan terkait substansi pendidikan dan pengembangan SDM transportasi publik dalam proses revisi tersebut.
“Ini penting untuk ke depan, agar berbagai upaya itu sudah ada payung hukumnya melalui revisi Undang-Undang LLAJ,” pungkasnya. (mrs)