E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|Anggaran|RUU Profesi Kurator|Komisi VI|Komisi IV|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|karhutla|RUU Kadin|Riyono|Komisi XII|Komisi X
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 16 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|Anggaran|RUU Profesi Kurator|Komisi VI|Komisi IV|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|karhutla|RUU Kadin|Riyono|Komisi XII|Komisi X
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 16 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|Anggaran|RUU Profesi Kurator|Komisi VI|Komisi IV|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|karhutla|RUU Kadin|Riyono|Komisi XII|Komisi X
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 16 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Komisi II Soroti Banyaknya Aset Lahan Pemda di Riau Bersinggungan dengan Kawasan Hutan

Diterbitkan
Kamis, 3 Sep 2026 15.57 WIB
Bagikan:
Komisi II Soroti Banyaknya Aset Lahan Pemda di Riau Bersinggungan dengan Kawasan Hutan

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Pekanbaru.|Foto: Salju/Karisma

PARLEMENTARIA, Pekanbaru - Persoalan aset di Provinsi Riau tidak hanya berkaitan dengan pencatatan dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) maupun aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Pekanbaru, Rabu (2/9/2026), terungkap sejumlah persoalan status dan legalitas lahan yang berdampak pada masyarakat maupun pembangunan daerah.

 

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menilai, salah satu persoalan yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah pusat adalah aset pemerintah daerah yang berada atau bersinggungan dengan kawasan hutan. Kondisi tersebut turut menyentuh lahan transmigrasi yang telah lama dikuasai masyarakat, termasuk lahan yang telah memiliki sertifikat.

Lihat Juga :

Legislator Ungkap Temuan BPK Soal Masalah Pertanahan di Riau, Nilainya Triliunan

Legislator Ungkap Temuan BPK Soal Masalah Pertanahan di Riau, Nilainya Triliunan

Sinergi Pengawasan, Hergun Harap Ombudsman Rutin Berkonsultasi dengan Komisi II

Sinergi Pengawasan, Hergun Harap Ombudsman Rutin Berkonsultasi dengan Komisi II

 

“Banyak masukan bahwa aset-aset di kota kabupaten Provinsi Riau termasuk di Pemda Riau itu masih perlu adanya satu hal yang mendapatkan dukungan politik dari pemerintah pusat, terutama terkait dengan berbagai aset pemerintah daerah yang masih bermasalah dengan wilayah kawasan hutan,” ujar Aria.

 

Menurut Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut status tanah masyarakat. Sejumlah fasilitas pemerintahan dan pelayanan publik seperti kantor pemerintah daerah, sekolah dasar, hingga puskesmas juga berada di wilayah yang juga masuk dalam kawasan hutan.

 

Kondisi ini membuat sebagian lahan sulit mendapatkan kepastian hukum dan sertifikasi. Persoalan serupa juga berdampak pada masyarakat transmigrasi yang sebelumnya memperoleh hak atas tanah melalui program pemerintah, tetapi kemudian menghadapi persoalan ketika wilayah tersebut masuk dalam penetapan kawasan hutan.

 

“Ini masalah yang nanti akan kita selesaikan di pusat bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian ATR/BPN,” tegasnya.

 

Selain persoalan kawasan hutan, kunjungan tersebut turut mengungkap persoalan aset yang berkaitan dengan perubahan status dan pengelolaan lahan eks-Caltex/Chevron. Sejumlah lahan yang memiliki riwayat penguasaan dan sertifikasi sebelumnya menghadapi persoalan ketika terjadi perubahan status pengelolaan aset. Bahkan, terdapat persoalan lahan untuk akses jalan yang disebut membutuhkan waktu hampir 20 tahun untuk dapat diselesaikan.

 

Ia menegaskan, berbagai persoalan yang ditemukan tidak akan berhenti pada kunjungan lapangan. Komisi II akan membawa temuan tersebut ke pembahasan bersama kementerian/lembaga terkait untuk mencari penyelesaian yang lebih konkret.

 

Ia mengatakan, penyelesaian persoalan aset membutuhkan data dan fakta yang objektif agar pemerintah dapat menentukan langkah penyelesaian secara tepat. “Insyaallah pertemuan ini nanti menjadi sesuatu yang lebih realistis untuk kita mendapatkan fakta-fakta yang objektif,” ujar Aria.

 

Di sisi lain, Komisi II juga menyoroti pentingnya mengubah aset daerah dari sekadar tercatat secara administratif menjadi aset yang mampu memberikan manfaat ekonomi. Pengelolaan aset tersebut dinilai harus diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

“Intinya bahwa aset-aset di Riau ini harus berubah menjadi resources yang produktif, yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat dan rakyat Riau sebesar-besarnya,” ungkapnya.

 

Hal yang sama berlaku bagi BUMD. Dengan potensi Riau di sektor energi dan perkebunan, pengelolaan BUMD dinilai perlu diperkuat agar mampu berkembang lebih kompetitif. Menurutnya, peningkatan kapasitas pengelola menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong BUMD naik kelas.

 

“Kita harapkan BUMD-BUMD Riau akan menjadi BUMD yang sekelas BUMN nasional bahkan pemain di global player,” pungkas Aria.

 

Dengan langkah tersebut, Komisi II berharap persoalan aset tidak berhenti pada pendataan atau pencatatan administratif. Kepastian status dan legalitas lahan diharapkan dapat membuka jalan bagi pemanfaatan aset untuk kepentingan masyarakat, pembangunan daerah, dan peningkatan PAD. (sqa/rdn)

Berita terkait

Legislator Ungkap Temuan BPK Soal Masalah Pertanahan di Riau, Nilainya Triliunan
Politik dan Keamanan
Legislator Ungkap Temuan BPK Soal Masalah Pertanahan di Riau, Nilainya Triliunan
Sinergi Pengawasan, Hergun Harap Ombudsman Rutin Berkonsultasi dengan Komisi II
Politik dan Keamanan
Sinergi Pengawasan, Hergun Harap Ombudsman Rutin Berkonsultasi dengan Komisi II
Komisi II Kawal Persoalan Lahan di Batam Guna Percepat Program Astacita
Politik dan Keamanan
Komisi II Kawal Persoalan Lahan di Batam Guna Percepat Program Astacita
Tags:#Komisi II#BUMD#Aria Bima#BMD
Sebelumnya

BURT Dorong Penguatan Pelayanan Kesehatan melalui Jamkestama di RS Imanuel Way Halim

Selanjutnya

Komisi XII Sepakati Pagu BIG Rp2,46 Triliun, Dorong Penguatan Anggaran BAPETEN

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1145)
  • Industri dan Pembangunan(3910)
  • Isu Lainnya(1076)
  • Kesejahteraan Rakyat(3910)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4748)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|Anggaran|RUU Profesi Kurator|Komisi VI|Komisi IV|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|karhutla|RUU Kadin|Riyono|Komisi XII|Komisi X
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 16 km/h