
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher.|Foto: Septamares/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi pengiriman 206 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) untuk memperkuat penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, mobilisasi tenaga kesehatan tersebut penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas akibat bencana.
Namun, Netty menekankan pentingnya memastikan perlindungan dan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah terdampak bencana. Para nakes, menurutnya, harus bekerja dalam kondisi yang aman dan memperoleh waktu istirahat yang memadai agar dapat memberikan pelayanan secara optimal.
"Dalam situasi bencana, kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan. Tetapi kita juga harus memastikan mereka bekerja dalam kondisi yang aman, mendapat waktu istirahat yang cukup, dan tidak dipaksa mengabaikan keselamatan diri atas nama pengabdian," ujar Netty dalam keterangan resminya, Kamis (27/8/2026).
Legislator Fraksi PKS tersebut mengingatkan bahwa penanganan kesehatan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada korban yang mengalami luka fisik. Pemerintah perlu mengantisipasi berbagai risiko kesehatan yang dapat muncul di lokasi pengungsian, antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dehidrasi, gangguan gizi, hingga penyakit menular akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi.
Selain penanganan pada fase tanggap darurat, Netty mendorong pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur kesehatan yang terdampak gempa. Menurutnya, pemulihan puskesmas dan rumah sakit harus menjadi prioritas agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat kembali berjalan secara normal.
"Setelah fase tanggap darurat, perhatian harus bergeser pada pemulihan layanan kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit yang rusak harus segera dipulihkan agar masyarakat tidak terus bergantung pada layanan darurat," tegasnya.
Lebih lanjut, Netty menilai sistem Tenaga Cadangan Kesehatan nasional perlu terus diperkuat. Sebagai negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, Indonesia membutuhkan sistem kesiapsiagaan kesehatan yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Bencana bisa datang kapan saja. Kita perlu memastikan setiap daerah memiliki rencana kontinjensi kesehatan, tenaga cadangan yang siap dimobilisasi, serta dukungan logistik dan fasilitas yang memadai," tambahnya.
Netty juga mendorong kolaborasi terpadu antara pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam menangani dampak bencana. Sinergi tersebut diperlukan agar seluruh kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak dapat ditangani secara cepat dan tepat.
"Prioritas kita jelas: korban tertangani, kelompok rentan terlindungi, tenaga kesehatan juga selamat, dan layanan kesehatan daerah dapat segera kembali normal," pungkas legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat VIII tersebut. (ndy/ssb)