Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Sekolah Rakyat di Jl. Kedungsari Raya, Rowosari, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.|Foto: Andri/Mahendra
PARLEMENTARIA, Semarang – Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei meminta pemerintah menyiapkan sistem pemeliharaan yang khusus untuk Sekolah Rakyat agar pengelolaan aset tidak membebani tenaga pendidik maupun mengganggu proses belajar mengajar.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Safei saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Sekolah Rakyat di Jl. Kedungsari Raya, Rowosari, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, kompleks Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan sekitar enam hektare dengan sejumlah bangunan besar membutuhkan pengelolaan dan perawatan yang profesional.
“Enam hektare ini dengan beberapa gedung yang besar-besar akan dipelihara kalau tidak dipersiapkan dengan baik. Menurut saya, dari sisi pemeliharaan harus dipisahkan dengan proses belajar mengajar. Jangan disatukan,” kata Ahmad Safei.
Ia menegaskan, guru seharusnya difokuskan pada tugas pendidikan, bukan dibebani tanggung jawab pemeliharaan fasilitas sekolah. Karena itu, pemerintah perlu menentukan mekanisme pengelolaan yang jelas, baik melalui pemerintah daerah, tenaga khusus, maupun sistem alih daya (outsourcing).
“Artinya gurunya jangan sampai menjadi pembersih. Saya kira tidak bisa kalau begitu. Proses belajar mengajar harus dipisahkan, kemudian maintenance seluruh gedung juga harus ditangani secara khusus. Apakah dari pemda atau di-outsourcing-kan, tetapi harus dipisahkan. Kalau dicampur, saya kira akan terbengkalai. Itu bahaya,” ujarnya.
Selain aspek pemeliharaan, Ahmad Safei juga mengingatkan agar pemerintah memperhatikan dampak keberadaan Sekolah Rakyat terhadap sekolah reguler. Ia menilai proses penerimaan peserta didik harus benar-benar sesuai sasaran, yakni bagi masyarakat miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, sehingga tidak mengurangi jumlah siswa di sekolah umum.
“Program Bapak Presiden ini sangat baik. Niatnya baik, tetapi pelaksanaannya harus hati-hati. Pembantu-pembantunya harus mengkaji dengan baik supaya benar-benar bermanfaat, baik dari sisi penyiapan gedung maupun penerimaan murid yang tepat sasaran,” tutur Ahmad Safei.
Menurutnya, evaluasi secara berkala menjadi kunci agar Sekolah Rakyat dapat berkembang sebagai program pendidikan yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang matang, ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. (man/we)