
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat saat menerima courtesy call Duta Besar Rumania untuk Republik Indonesia H.E. Dan Adrian Bălănescu di Ruang Pimpinan BKSAP DPR RI, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Jaka/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat menyatakan Indonesia dan Rumania sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang yang saling menguntungkan dalam berbagai peluang peningkatan kerja sama bilateral, mulai dari perdagangan, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga hubungan antar parlemen.
Ia menambahkan, hubungan diplomatik, hubungan ekonomi, maupun hubungan pendidikan antara kedua negara selama ini telah berjalan dengan baik sehingga perlu terus diperkuat. Hal itu disampaikannya usai menerima courtesy call Duta Besar Rumania untuk Republik Indonesia H.E. Dan Adrian Bălănescu di Ruang Pimpinan BKSAP DPR RI, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
“Baru saja kita menerima Duta Besar Rumania untuk Indonesia. Kita membicarakan banyak hal tentang kerja sama, peningkatan kerja sama khususnya antara Indonesia dengan Rumania. Rumania ini bisa menjadi hub bagi produk Indonesia untuk di Eropa. Hubungan kita selama ini cukup baik. (Baik terkait) hubungan diplomatik, hubungan ekonomi, hubungan pendidikan, dan kita sepakat untuk bekerja sama,” ujar Syahrul.
Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) tersebut menegaskan BKSAP DPR RI siap menjalankan fungsi diplomasi parlemen dengan menjadi jembatan dalam mengatasi berbagai hambatan birokrasi guna mempercepat implementasi kerja sama Indonesia dan Rumania.
“BKSAP akan berupaya menjadi jembatan untuk hambatan-hambatan birokrasi yang mungkin dirasakan oleh pihak kedutaan dalam mempercepat pelaksanaan kerja sama antara Indonesia dan Rumania. Karena BKSAP terdiri dari anggota-anggota yang berada di komisi-komisi terkait, jadi BKSAP siap menjadi jembatan,” tandasnya.
Selain membahas kerja sama perdagangan, pertemuan tersebut juga menyoroti peluang kerja sama di bidang ketenagakerjaan. Syahrul mengungkapkan Duta Besar Rumania menyampaikan bahwa negaranya saat ini mengalami defisit tenaga kerja dan membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu, terutama di sektor konstruksi dan welder. Bahkan, pengemudi atau operator alat berat juga sangat dibutuhkan.
“Beliau mengharapkan Indonesia bisa mengisi kebutuhan tersebut. Kami menyambut baik peluang itu dan akan menindaklanjutinya serta mempersiapkannya. Karena yang paling dibutuhkan agar komunikasinya lancar adalah penguasaan bahasa, terutama bahasa Rumania,” terang Syahrul.
Menurut Syahrul, peluang tersebut harus dimanfaatkan mengingat Indonesia memiliki bonus demografi yang besar. Namun, tenaga kerja yang dikirim harus memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
“Hubungan diplomasi ini perlu kita perkuat karena ternyata itu peluang bagi bangsa Indonesia yang bonus demografinya cukup besar. Sementara keterbatasan pekerjaan di Indonesia masih ada. Maka kita harus mengirim tenaga kerja ke luar negeri, tetapi dengan skill yang bagus dan performa yang baik,” kata Anggota Komisi I DPR RI ini.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga kerja tersebut dapat direspons melalui penguatan pendidikan vokasi, termasuk dengan menghubungkan kebutuhan tersebut kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun sekolah vokasi agar dapat menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri di Rumania.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas perkembangan proses aksesi Indonesia menuju Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Syahrul mengatakan Indonesia saat ini tengah menyesuaikan berbagai ketentuan sebagai bagian dari proses menuju keanggotaan OECD. Menurutnya, apabila proses tersebut dapat terwujud pada 2027, peluang kerja sama dengan negara-negara Eropa, termasuk Rumania, akan semakin terbuka.
Selain itu, kedua pihak juga menyoroti momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rumania. Syahrul mengungkapkan bahwa pada tahun lalu telah diselenggarakan pameran foto untuk memperingati hubungan diplomatik kedua negara dan berharap berbagai bentuk kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan.
“Rumania memang belum begitu familiar di Indonesia, tetapi ternyata memiliki peluang kerja sama yang sangat baik. Karena itu, kami akan membantu pemerintah membuka peluang-peluang tersebut dan mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak terkait, termasuk sekolah-sekolah vokasi, sehingga kebutuhan itu dapat segera dipenuhi dan jalur birokrasi bisa dipercepat,” pungkas Legislator Dapil Riau II tersebut.
Turut hadir dalam pertemuan BKSAP DPR RI dengan Duta Besar Rumania H.E. Dan Adrian Bălănescu tersebut diantaranya segenap Wakil Ketua BKSAP DPR RI yakni Ravindra Airlangga (F-Golkar) dan Bramantyo Suwondo (F-Demokrat). (pun/rdn)