
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).|Foto: Kiki/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Upaya pembenahan sistem pemasyarakatan nasional terus didorong oleh Komisi XIII DPR RI. Salah satu pendekatan yang diusulkan dalam upaya tersebut yakni melalui pendekatan komprehensif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan berbagai masukan dari akademisi, peneliti, dan organisasi masyarakat sipil yang akan menjadi bekal penting untuk merumuskan langkah perbaikan terhadap persoalan yang masih dihadapi lembaga pemasyarakatan.
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menegaskan bahwa berbagai temuan dan rekomendasi yang disampaikan dalam rapat tidak akan berhenti sebagai bahan diskusi semata. Komisi XIII akan menindaklanjutinya melalui pembahasan yang lebih mendalam guna menemukan solusi yang dapat menjadi titik balik bagi sistem pemasyarakatan nasional.
“Kami akan susun langkah agar berbagai persoalan yang muncul dapat dikaji secara lebih rinci dan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif," ujar Willy Aditya dalam rapat di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Willy menjelaskan, Komisi XIII ingin memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pemasyarakatan, termasuk dengan menghadirkan berbagai pihak yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan pembinaan warga binaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan DPR terhadap sektor pemasyarakatan.
“Kita lanjutkan pembicaraan ini untuk lebih detail di dalam panja. Kita akan undang di panja langsung juga melibatkan Dirjen Pemasyarakatan dan jajaran dalam rangka eksplorasi karena ini tugas kami,” kata Politisi Fraksi Partai NasDem ini.
Selain menyoroti berbagai persoalan yang masih membayangi lembaga pemasyarakatan, Willy juga mengingatkan bahwa lapas tidak boleh hanya dipandang dari sisi permasalahan semata. Menurutnya, pembinaan yang tepat dapat menjadikan lapas sebagai sarana perubahan positif bagi warga binaan.
“Kita juga perlu melihat bahwa lembaga pemasyarakatan tidak selalu identik dengan sisi negatif. Di Amerika Serikat, misalnya, terdapat tren di mana lapas menjadi ruang pembinaan yang mampu mendorong perubahan positif bagi para narapidana. Karena itu, saya mengingat betul penekanan bahwa pendekatan spiritualitas menjadi salah satu elemen penting dalam proses pembinaan warga binaan," pungkas dia. (ujm/rdn)