Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini, dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS Sekretariat Jenderal DPR RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Kresno/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI bukan sekadar perubahan status administratif, melainkan awal pengabdian sebagai aparatur negara yang dituntut bekerja secara profesional, berintegritas, dan mampu menjaga marwah lembaga.
Hal tersebut disampaikan Suprihartini dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS Sekretariat Jenderal DPR RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 295 pegawai dilantik dan diambil sumpahnya, terdiri dari 119 pejabat fungsional serta 176 pejabat pelaksana yang mengucapkan sumpah dan janji sebagai PNS.
“Hari ini merupakan titik penting dalam perjalanan hidup saudara. Sumpah yang diucapkan bukan sekadar perubahan status administratif, tetapi merupakan komitmen untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat,” ujar Suprihartini.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan para ASN yang dilantik tidak terlepas dari dukungan keluarga dan orang-orang terdekat yang telah memberikan doa, pengorbanan, serta semangat selama proses perjuangan menjadi aparatur sipil negara. Pasalnya, nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, dan kepedulian yang ditanamkan keluarga harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
Lebih lanjut, Suprihartini menekankan bahwa tantangan birokrasi saat ini menuntut ASN untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, para pegawai diminta tidak berhenti belajar dan mengembangkan kapasitas diri. “Menjadi ASN pada masa sekarang tidak cukup hanya dengan memenuhi persyaratan administratif. Diperlukan profesionalisme yang tinggi, integritas yang kokoh, moralitas yang terjaga, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tegasnya.
Sebagai lembaga pendukung DPR RI, lanjutnya, Sekretariat Jenderal DPR RI berada dalam sorotan publik dan media. Oleh sebab itu, imbuhnya, setiap pegawai harus menjaga sikap, perilaku, serta nama baik institusi, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menggunakan media sosial.
“Kita akan selalu dinilai oleh publik. Karena itu, jagalah nama baik instansi dengan berhati-hati dalam bertindak, bersikap, bermedia sosial, dan mematuhi seluruh ketentuan organisasi,” pesannya.
Menutup pernyataan, Suprihartini juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar memahami posisi dan tanggung jawabnya secara jelas demi mendukung pencapaian kinerja organisasi secara keseluruhan. Penilaian terhadap ASN, kata dia, tidak hanya didasarkan pada capaian target kerja, tetapi juga pada perilaku kerja yang mencerminkan nilai-nilai dasar ASN.
“Target kinerja harus tercapai, namun perilaku kerja yang mencerminkan nilai-nilai ASN juga sama pentingnya. Keduanya harus berjalan beriringan,” pungkasnya. (fa/um)