E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 51%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 51%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 51%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 51%
Angin: 9 km/h
Berita/Politik dan Keamanan

Aria Bima Soroti Keamanan Data dan Pendanaan Adminduk

Diterbitkan
Senin, 20 Apr 2026 22.51 WIB
Bagikan:
Aria Bima Soroti Keamanan Data dan Pendanaan Adminduk

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima dalam rapat kerja dengan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil di ruang rapat Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Mu/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menyoroti besarnya tantangan pengelolaan data kependudukan nasional yang kini menjadi salah satu basis layanan publik di Indonesia. Dalam rapat bersama pemerintah terkait pembahasan administrasi kependudukan (Adminduk), ia menekankan pentingnya penguatan aspek keamanan data, koordinasi antar lembaga, hingga kepastian pendanaan di daerah.


Aria mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki salah satu database kependudukan terbesar di dunia, dengan lebih dari 270 juta penduduk dan melibatkan sekitar 7.550 lembaga pengguna. Bahkan, akses terhadap data tersebut mencapai sekitar 10 juta per hari.


“Ini luar biasa, tetapi di sisi lain potensi kebocoran data juga sangat tinggi. Karena itu, kita perlu memastikan bagaimana implementasi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 (tentang perlindungan data  pribadi-red) berjalan, khususnya terkait koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri sebagai pengendali data dengan Komdigi sebagai otoritas perlindungan data,” ujar Aria dalam rapat kerja dengan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil di ruang rapat Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Lihat Juga :

Gamal: Validitas dan Keamanan Data Jadi Kunci Keberhasilan Satu Data Indonesia

Gamal: Validitas dan Keamanan Data Jadi Kunci Keberhasilan Satu Data Indonesia

BPS Harus Transformasi Digital: Tingkatkan Akurasi, Transparansi, dan Keamanan Data

BPS Harus Transformasi Digital: Tingkatkan Akurasi, Transparansi, dan Keamanan Data


Ia menilai ke depan perlu kejelasan pengaturan dalam revisi undang-undang terkait pembagian peran dan tanggung jawab antar instansi, termasuk dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dalam menjaga keamanan data kependudukan yang diakses ribuan lembaga tersebut.


Lebih lanjut, pihaknya juga mempertanyakan sejauh mana insiden kebocoran atau penyalahgunaan data yang telah terjadi sejak diberlakukannya sistem PNBP akses data pada 2023, serta langkah tindak lanjut yang telah dilakukan pemerintah. "Berapa banyak insiden yang sudah terjadi dan bagaimana penanganannya? Ini penting agar kita bisa mengukur efektivitas sistem keamanan yang ada saat ini,” tegasnya.


Selain isu keamanan data, politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan ini juga menyoroti persoalan pendanaan layanan administrasi kependudukan. Terutama setelah adanya pengurangan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik yang selama ini menopang layanan di daerah.


Menurutnya, revisi RUU Adminduk harus mampu menjawab kebutuhan pendanaan secara jelas, baik yang bersumber dari APBN untuk pemerintah pusat maupun APBD untuk pemerintah daerah. Hal ini penting mengingat pelayanan administrasi kependudukan berada di garis depan pelayanan publik di daerah.


“Desentralisasi pelayanan itu ujung tombaknya di daerah, sementara kebijakan ada di pusat. Maka mekanisme pendanaan harus jelas, termasuk skema pengganti DAK nonfisik yang selama ini digunakan,” jelasnya.


Ia juga menekankan pentingnya keberpihakan terhadap daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan kapasitas fiskal rendah agar tetap mampu memberikan layanan adminduk secara optimal.


“Kita harus memastikan keberlangsungan pelayanan di daerah, terutama yang anggarannya minim. Jangan sampai ada pungutan kepada masyarakat karena keterbatasan anggaran. Kebutuhan minimal per daerah harus disimulasikan, dan mekanisme alokasi APBD perlu diatur secara jelas dalam undang-undang,” tegasnya. (ayu/aha)

Berita terkait

Gamal: Validitas dan Keamanan Data Jadi Kunci Keberhasilan Satu Data Indonesia
Politik dan Keamanan
Gamal: Validitas dan Keamanan Data Jadi Kunci Keberhasilan Satu Data Indonesia
BPS Harus Transformasi Digital: Tingkatkan Akurasi, Transparansi, dan Keamanan Data
Kesejahteraan Rakyat
BPS Harus Transformasi Digital: Tingkatkan Akurasi, Transparansi, dan Keamanan Data
Bob Hasan Tekankan Penguatan Keamanan Data dalam RUU Satu Data Indonesia
Politik dan Keamanan
Bob Hasan Tekankan Penguatan Keamanan Data dalam RUU Satu Data Indonesia
Tags:#RUU Satu Data
Sebelumnya

Peran BSDI dan Produsen Data dalam RUU Satu Data Indonesia

Selanjutnya

Ledia Hanifa Usulkan BSDI Jadi Badan Standardisasi dan Validasi dalam RUU Satu Data Indonesia

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1033)
  • Industri dan Pembangunan(3595)
  • Isu Lainnya(1034)
  • Kesejahteraan Rakyat(3585)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4393)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI