E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Anggaran|Komisi XII|BKSAP|Komisi X|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|RUU Perampasan Aset|Aset Negara|GBK
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Anggaran|Komisi XII|BKSAP|Komisi X|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|RUU Perampasan Aset|Aset Negara|GBK
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Anggaran|Komisi XII|BKSAP|Komisi X|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|RUU Perampasan Aset|Aset Negara|GBK
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Anggaran|Komisi XII|BKSAP|Komisi X|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|RUU Perampasan Aset|Aset Negara|GBK
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 7 km/h
Berita/Politik dan Keamanan

Darurat Narkoba, Siti Aisyah Dukung Penegakan Hukum di Sultra

Diterbitkan
Jumat, 17 Apr 2026 13.06 WIB
Bagikan:
Darurat Narkoba, Siti Aisyah Dukung Penegakan Hukum di Sultra

Anggota Komisi III DPR RI, Siti Aisyah saat kunjungan kerja spesifik Komisi III DPR ke Kendari.|Foto : Kiki/Andri

PARLEMENTARIA, Kendari — Anggota Komisi III DPR RI, Siti Aisyah, menyoroti serius maraknya peredaran narkotika yang dinilai sudah berada pada kondisi darurat, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja spesifik Komisi III DPR ke Kendari, Kamis (16/4/2026).

 

Dalam pertemuan bersama Polda, Kejaksaan Tinggi, dan BNNP di Provinsi Sultra, Siti Aisyah mempertanyakan besarnya kontribusi jalur laut sebagai pintu masuk narkotika ke wilayah tersebut. Menurutnya, meski status darurat narkoba kerap digaungkan, langkah penanganan yang dilakukan belum menunjukkan keseriusan yang sebanding.

Lihat Juga :

Dinamika Internal APH Tidak Ganggu Penegakan Hukum di Kaltara

Dinamika Internal APH Tidak Ganggu Penegakan Hukum di Kaltara

Penegakan Hukum di NTT Harus Adil Tanpa Tebang Pilih

Penegakan Hukum di NTT Harus Adil Tanpa Tebang Pilih

 

“Hari ini kita menyatakan darurat narkoba, tetapi perlakuannya tidak mencerminkan kondisi darurat itu sendiri,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat antarpenegak hukum serta dukungan anggaran yang memadai, khususnya bagi BNN. Siti Aisyah mendorong agar alokasi dana untuk penanganan narkoba dapat ditingkatkan secara signifikan.

 

Menurutnya, besarnya perputaran uang dalam bisnis narkotika membuka celah keterlibatan berbagai pihak, termasuk oknum aparat. Ia mengungkapkan bahwa dugaan keterlibatan aparat dalam jaringan narkoba bukan lagi isu baru dan telah beredar luas di masyarakat.

 

“Dengan uang yang begitu besar, tidak mungkin narkoba ini berjalan sendiri. Bahkan, dugaan keterlibatan aparat juga sudah menjadi pembicaraan publik,” tegasnya.

 

Siti Aisyah juga menyinggung kondisi di daerah pemilihannya di Riau, di mana peredaran narkotika disebut sudah sangat meresahkan masyarakat. Ia menggambarkan bagaimana narkoba telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk nelayan, hingga memicu keresahan sosial.

 

“Masyarakat sudah resah, tetapi pengaduan tidak ditindaklanjuti. Akhirnya muncul aksi-aksi seperti pembakaran. Ini menunjukkan ada masalah serius dalam penanganannya,” ujarnya.

 

Ia pun mengkritik langkah penindakan yang dinilai masih bersifat sementara, seperti pencopotan oknum pejabat kepolisian, tanpa menyentuh akar persoalan. Menurutnya, pendekatan tersebut berpotensi hanya mengganti pelaku tanpa menyelesaikan sistem yang bermasalah.

 

“Apakah cukup hanya mencopot Kapolsek atau anggota? Apakah tidak akan muncul pemain baru? Ini yang harus kita pikirkan bersama,” katanya.

 

Di akhir pernyataannya, Siti Aisyah mengajak seluruh pihak, baik aparat penegak hukum maupun pemangku kepentingan lainnya, untuk memperkuat komitmen dalam memerangi narkoba secara menyeluruh. “Mari kita sama-sama berperang melawan narkoba, termasuk dengan memperkuat dukungan anggaran dan sistem pengawasan,” pungkasnya. (qq/aha)

Berita terkait

Dinamika Internal APH Tidak Ganggu Penegakan Hukum di Kaltara
Politik dan Keamanan
Dinamika Internal APH Tidak Ganggu Penegakan Hukum di Kaltara
Penegakan Hukum di NTT Harus Adil Tanpa Tebang Pilih
Politik dan Keamanan
Penegakan Hukum di NTT Harus Adil Tanpa Tebang Pilih
Darurat Narkoba, Siti Aisyah Dorong Peran BNN Diperkuat
Politik dan Keamanan
Darurat Narkoba, Siti Aisyah Dorong Peran BNN Diperkuat
Tags:#narkotika
Sebelumnya

Adian Napitupulu: DPR Perlu Panggil Kementerian Kehutanan, Bahas Konflik Agraria

Selanjutnya

Baleg Kaji Usulan Dana Otsus Aceh 2,5% dari DAU

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1142)
  • Industri dan Pembangunan(3862)
  • Isu Lainnya(1068)
  • Kesejahteraan Rakyat(3876)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4712)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI