E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|BUMN|TNI|reforma agraria|Pendidikan|energi|Kesehatan|migas|tambang|Pelecehan seksual|RUU HPI|RUU Satu Data|AI
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 12 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|BUMN|TNI|reforma agraria|Pendidikan|energi|Kesehatan|migas|tambang|Pelecehan seksual|RUU HPI|RUU Satu Data|AI
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 12 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|BUMN|TNI|reforma agraria|Pendidikan|energi|Kesehatan|migas|tambang|Pelecehan seksual|RUU HPI|RUU Satu Data|AI
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 12 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Reforma Agraria Jadi Kunci Keadilan Ekonomi di Maluku

Diterbitkan
Kamis, 16 Apr 2026 11.15 WIB
Bagikan:
Reforma Agraria Jadi Kunci Keadilan Ekonomi di Maluku

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Gubernur Provinsi Maluku di Kota Ambon, Maluku.

PARLEMENTARIA, Ambon — Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menegaskan bahwa reforma agraria merupakan instrumen penting untuk mewujudkan keadilan ekonomi di Provinsi Maluku, khususnya untuk memastikan pemerataan penguasaan dan pemanfaatan tanah bagi masyarakat.

 

Pernyataan tersebut disampaikannya kepada Parlementaria usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Gubernur Provinsi Maluku di Kota Ambon, Maluku, Rabu (15/4/2026). “Reforma agraria bukan hanya soal pembagian tanah, tetapi juga memastikan keadilan, kepastian hukum, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dede Yusuf.

Lihat Juga :

Komisi II DPR Dorong Optimalisasi GTRA untuk Percepat Reforma Agraria di Maluku

Komisi II DPR Dorong Optimalisasi GTRA untuk Percepat Reforma Agraria di Maluku

Aktivasi GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Agraria di Serang

Aktivasi GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Agraria di Serang

 

Perlu diketahui, Komisi II DPR RI mencatat bahwa Provinsi Maluku memiliki potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) seluas 392.187 hektare. Namun, realisasi distribusi dan sertifikasi tanah dinilai masih perlu dipercepat guna mencapai target nasional.

 

Dalam pelaksanaannya, reforma agraria di Maluku masih dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama tingginya konflik agraria yang didominasi oleh sengketa antara hak ulayat masyarakat dengan izin usaha pertambangan, perkebunan, serta proyek strategis nasional. Data menunjukkan sekitar 72 persen konflik agraria di Maluku berkaitan dengan tumpang tindih kepemilikan dan perizinan lahan. 

 

Selain itu, data dari Walhi Maluku menyebutkan sekitar 67 persen konflik melibatkan perampasan tanah adat dengan luas konflik mencapai lebih dari 1,1 juta hektare yang berdampak pada puluhan ribu keluarga. Selain konflik, Komisi II DPR juga menyoroti sejumlah persoalan lain seperti belum kuatnya status hukum tanah adat, ketidaksinkronan data spasial antarinstansi, serta masih banyaknya aset tanah milik pemerintah daerah yang belum tersertifikasi.

 

Sebab itu, Komisi II DPR mendorong optimalisasi peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang diketuai oleh kepala daerah dan melibatkan Forkopimda sebagai langkah strategis dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan tersebut. Adapun fokus prioritas reforma agraria tahun 2026 meliputi penyelesaian status hukum tanah adat, percepatan sertifikasi aset pemerintah daerah, distribusi tanah kepada masyarakat miskin dan petani, serta penyelesaian konflik agraria yang berlarut-larut.

 

Berangkat dari data tersebut, Dede Yusuf menekankan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan reforma agraria, termasuk dalam integrasi data pertanahan dan penguatan kelembagaan di tingkat daerah. Terakhir, ia menyampaikan Komisi II DPR memastikan akan terus mengawal pelaksanaan reforma agraria di Maluku sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan ekonomi dan keadilan sosial di Indonesia. (um,tn,cas)

Berita terkait

Komisi II DPR Dorong Optimalisasi GTRA untuk Percepat Reforma Agraria di Maluku
Politik dan Keamanan
Komisi II DPR Dorong Optimalisasi GTRA untuk Percepat Reforma Agraria di Maluku
Aktivasi GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Agraria di Serang
Politik dan Keamanan
Aktivasi GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Agraria di Serang
Program Reforma Agraria di Badung Bisa Jadi ‘Role Model’ bagi Kantah Daerah Lainnya
Politik dan Keamanan
Program Reforma Agraria di Badung Bisa Jadi ‘Role Model’ bagi Kantah Daerah Lainnya
Tags:#reforma agraria
Sebelumnya

GTRA Harus Aktif Digelar Rutin Demi Percepat Kepastian Lahan di Maluku

Selanjutnya

Komisi II DPR Dorong Optimalisasi GTRA untuk Percepat Reforma Agraria di Maluku

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(781)
  • Industri dan Pembangunan(2871)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2735)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3456)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Orasi Bintang Orator

https://bit.ly/FormulirLombaOrasiBintangOrator?r=qr

Dampak Konflik AS-ISRAEL VS IRAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|BUMN|TNI|reforma agraria|Pendidikan|energi|Kesehatan|migas|tambang|Pelecehan seksual|RUU HPI|RUU Satu Data|AI
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 12 km/h