E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|Ekonomi|Kesehatan|Bencana|RUU Sisdiknas|SPMB|PTN|Anggaran|Pendidikan|PHK|Perguruan Tinggi|fiskal|UU TPKS
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 74%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|Ekonomi|Kesehatan|Bencana|RUU Sisdiknas|SPMB|PTN|Anggaran|Pendidikan|PHK|Perguruan Tinggi|fiskal|UU TPKS
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 74%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|Ekonomi|Kesehatan|Bencana|RUU Sisdiknas|SPMB|PTN|Anggaran|Pendidikan|PHK|Perguruan Tinggi|fiskal|UU TPKS
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 74%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Ilham Permana Desak Evaluasi Kebijakan Impor Demi Lindungi Industri Nasional

Diterbitkan
Jumat, 14 Mar 2025 14.58 WIB
Bagikan:
Ilham Permana Desak Evaluasi Kebijakan Impor Demi Lindungi Industri Nasional
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Ilham Permana, mengingatkan pemerintah akan ancaman serius terhadap industri nasional, akibat maraknya barang impor murah yang menggerus daya saing pelaku usaha dalam negeri. Fenomena ini bahkan telah memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri.

“Industri nasional kita sedang menghadapi tekanan besar dari masuknya barang impor murah, yang diperparah dengan lemahnya pengawasan dan regulasi yang lebih menguntungkan impor dibandingkan produksi dalam negeri,” tegas Ilham dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Salah satu kebijakan yang mendapat sorotan adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8/2024, yang menghapus persyaratan pertimbangan teknis (Pertek) dalam impor. Menurut Ilham, aturan ini membuka pintu bagi masuknya barang impor secara tidak terkendali, sehingga banyak pelaku industri dalam negeri kesulitan bersaing.

“Pemerintah harus segera merevisi Permendag 8/2024 dan aturan lain yang merugikan industri nasional, seperti PMK No. 131/PMK.04/2018. Jika tidak, ancaman terhadap industri manufaktur kita akan semakin besar, dan kesempatan ekonomi yang hilang juga tidak sedikit,” ujar Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Ia juga mengkritik lambatnya proses revisi aturan impor yang dilakukan secara bertahap per komoditas. Proses ini, menurutnya, terlalu panjang dan berpotensi memberi celah lebih lama bagi masuknya barang impor tanpa kendali.

“Untuk satu komoditas seperti tekstil dan produk tekstil (TPT) saja, revisinya memakan waktu 3-4 bulan. Setelah itu, baru dilanjutkan ke sektor lain seperti elektronik dengan durasi yang sama. Jika ada tujuh komoditas yang harus direvisi, seluruh proses bisa memakan waktu lebih dari 21 bulan. Ini tidak masuk akal! Kalau aturan ini bisa dibuat dalam sehari, kenapa revisinya tidak bisa cepat dan menyeluruh?” kritiknya.

Selain itu, Ilham juga menyoroti ketimpangan dalam penerapan PMK No. 131/PMK.04/2018 tentang Kawasan Berikat. Menurutnya, kebijakan yang awalnya ditujukan untuk penguatan ekspor ini justru menjadi celah masuknya barang impor tanpa melalui Pertek, diperparah dengan berbagai fasilitas fiskal kepabeanan yang dinikmati perusahaan di kawasan tersebut.

“Permendag 8/2024 dan PMK No. 131/PMK.04/2018 jelas memperlemah daya saing industri dalam negeri dan bisa memperparah gelombang PHK,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat di Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor perindustrian, Ilham menegaskan bahwa pemerintah harus menunjukkan keberpihakan nyata terhadap industri nasional. Ia juga mendorong langkah tegas dalam penegakan hukum terhadap mafia impor yang dinilai memperburuk situasi.

“Kita tidak bisa membiarkan industri manufaktur kita rontok karena aturan yang merugikan mereka. Jika revisi kebijakan ini tidak segera dipercepat, kita akan kehilangan lebih banyak lapangan pekerjaan dan kesempatan ekonomi bagi rakyat kita,” pungkasnya. •ssb/rdn

Berita terkait

PMI Manufaktur Anjlok, Ilham Permana Desak Perlindungan Pasar Domestik dari Serbuan Impor
Populer
PMI Manufaktur Anjlok, Ilham Permana Desak Perlindungan Pasar Domestik dari Serbuan Impor
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Tembakau yang Lindungi Ekonomi Rakyat
Industri dan Pembangunan
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Tembakau yang Lindungi Ekonomi Rakyat
Subardi Usulkan Panja Kawal Isu Gula Rafinasi Demi Desak Evaluasi Total
Industri dan Pembangunan
Subardi Usulkan Panja Kawal Isu Gula Rafinasi Demi Desak Evaluasi Total
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Bimantoro Dorong MA Tingkatkan Kualitas dan Kesejahteraan Pegawai Peradilan

Selanjutnya

Komisi VIII Dorong Transparansi dan Efisiensi Pengelolaan Keuangan Haji

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(942)
  • Industri dan Pembangunan(3351)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3355)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4089)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|Ekonomi|Kesehatan|Bencana|RUU Sisdiknas|SPMB|PTN|Anggaran|Pendidikan|PHK|Perguruan Tinggi|fiskal|UU TPKS
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 74%
Angin: 5 km/h