E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Subardi Usulkan Panja Kawal Isu Gula Rafinasi Demi Desak Evaluasi Total

Diterbitkan
Jumat, 3 Okt 2025 09.37 WIB
Bagikan:
Subardi Usulkan Panja Kawal Isu Gula Rafinasi Demi Desak Evaluasi Total

Anggota Komisi VI DPR RI Subardi saat RDP dengan Kemendag, PT RNI, PTPN III, Perum Bulog, dan 11 perusahaan pemegang izin impor gula rafinasi di DPR, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Foto.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Subardi menyoroti kebijakan impor gula rafinasi yang tidak berpihak pada petani tebu dalam negeri. Secara lugas, ia menegaskan pengelolaan impor gula harus dievaluasi secara menyeluruh karena dampaknya telah merusak ekosistem pertanian tebu nasional.

“Kemendag itu operator. Operator menjalankan kebijakan daripada pemerintah. Tapi sekarang jangan hanya jadi operator, kita minta Kemendag juga beri inovasi, bagaimana kebijakan ini bisa dijalankan demi rakyat, bukan malah merugikan petani,” ujar Subardi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perdagangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Perum Bulog, dan 11 perusahaan pemegang izin impor gula rafinasi di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Tidak hanya itu saja, dirinya juga menyoroti realisasi impor gula rafinasi tahun ini yang mencapai sekitar 2,8 juta ton, dan menyebut jumlah itu tidak memberi manfaat nyata kepada petani lokal. Justru, menurutnya, kebijakan tersebut secara langsung maupun tidak langsung membunuh penghidupan petani tebu.

“Itu justru menurut saya membunuh petani. Padahal kita ingat, pada masa Belanda itu Indonesia itu ekspor terbesar, dan petani hidup dari tebu. Ini kebalikannya. Sekarang negara sendiri justru membunuh petani tebu,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional menunjukkan bahwa pada tahun 2025, total kuota impor gula rafinasi ditetapkan sebesar 3,4 juta ton, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun dalam pelaksanaannya, hingga kuartal ketiga 2025, sudah masuk izin impor sebesar 4,1 juta ton, dan sisanya sebanyak 200 ribu ton ditahan sementara.

Subardi menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya pengendalian, dan potensi permainan di balik distribusi kuota. Lebih lanjut, ia menyinggung kondisi tragis di daerah yang terdampak langsung. Salah satunya adalah penutupan operasional Pabrik Gula GMM di Blora, Jawa Tengah, yang tak mampu menyerap cukup tebu dari petani.

Diketahui, hingga bulan September 2025, pabrik itu baru menggiling 54,6 persen dari target, yakni hanya 218.771 ton tebu dari target 400.000 ton. Hal ini memicu protes dari petani lokal dan menambah panjang daftar masalah dalam industri gula domestik.

“Ada pabrik gula di Kisah Timur yang umurnya 60 tahun, dari zaman Belanda, sekarang tutup. Ini ironi. Belanda dulu menjajah tapi masih bisa menghidupi petani tebu. Sekarang kita merdeka, tapi petani justru dimatikan oleh kebijakan negara sendiri,” jelasnya.

Tidak hanya menyoal kebijakan yang lemah, Subadri bahkan mengindikasikan adanya dugaan konspirasi antara pihak-pihak tertentu, termasuk pabrik pengimpor, yang secara sengaja memainkan distribusi gula rafinasi untuk menguasai pasar dalam negeri dan menekan harga gula lokal.

“Yang sekarang ini justru pabrik-pabrik legal, tapi ternyata ikut konspirasi yang mungkin merugikan rakyat. Ini yang harus diselidiki dan diusut, jangan dibiarkan,” katanya.

Sebagai langkah konkret, dirinya mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) Khusus untuk mengawal persoalan gula rafinasi dan menyelamatkan masa depan petani tebu nasional. Ia menegaskan bahwa isu ini bukan milik satu fraksi atau partai, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen di DPR.

“Mohon dibentuk Panja secara khusus. Ini bukan urusan Fraksi NasDem saja, tapi urusan kita semua. Bagaimana kita menyelamatkan petani tebu, menyelamatkan rakyat, dan menyelamatkan uang negara. Ini harga mati,” pungkas Politisi Fraksi NasDem itu. •um/rdn

Berita terkait

Gula Impor Bocor ke Pasar Konsumsi, Komisi VI Desak Evaluasi Total Tata Niaga Gula Nasional
Industri dan Pembangunan
Gula Impor Bocor ke Pasar Konsumsi, Komisi VI Desak Evaluasi Total Tata Niaga Gula Nasional
Meitri Dukung Optimalisasi Blok Cepu, Desak Evaluasi Total Insiden Rokan
Industri dan Pembangunan
Meitri Dukung Optimalisasi Blok Cepu, Desak Evaluasi Total Insiden Rokan
Desak Evaluasi Total Sistem Pengawasan Penjualan Mineral Darat Indonesia
Industri dan Pembangunan
Desak Evaluasi Total Sistem Pengawasan Penjualan Mineral Darat Indonesia
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

DPR RI-Pemerintah Sepakat Percepat Revisi UU LLAJ dan Peningkatan Kesejahteraan Pengemudi

Selanjutnya

Bentuk Panja, Komisi VI Selidiki Kebocoran Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h