E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Bentuk Panja, Komisi VI Selidiki Kebocoran Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi

Diterbitkan
Jumat, 3 Okt 2025 09.37 WIB
Bagikan:
Bentuk Panja, Komisi VI Selidiki Kebocoran Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi

Wakil Ketua Komisi VI, Andre Rosiade dalam rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Foto : Farhan/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Komisi VI DPR RI membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menyelidiki permasalahan distribusi dan kebocoran gula kristal rafinasi (GKR) ke pasar konsumsi. Pembentukan Panja ini disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan perwakilan perusahaan importir gula rafinasi.

Wakil Ketua Komisi VI, Andre Rosiade mengatakan, kebocoran GKR ke pasar retail telah mengganggu stabilitas harga gula dan merugikan petani tebu dalam negeri. Pembentukan panja, menjadi langkah konkret untuk menelusuri secara menyeluruh permasalahan distribusi gula.

“Bukan hanya sekadar membentuk Panja penjelasan permasalahan distribusi dan kebocoran gula, tapi juga termasuk sistem impor dan pengawasannya,” ujar Andre dalam rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini pun menyebut bahwa Komisi VI DPR RI menyoroti kegagalan perhitungan neraca komoditas sebelumnya yang menyebabkan impor gula berlebihan, sementara gula petani tidak terserap. Kesalahan ini menunjukkan melesetnya data neraca komoditas yang dijadikan dasar penerbitan persetujuan impor.

Selain membentuk Panja, Komisi VI juga mendesak Kemendag untuk memperkuat pengawasan. Kata Andre, Komisi VI DPR RI menuntut agar Kemendag melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan impor yang telah diberikan. Langkah ini juga harus diikuti dengan penerapan sanksi administratif bahkan sampai pada pencabutan izin impor, bagi perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran.

Lebih lanjut, DPR mewajibkan perusahaan importir untuk menyampaikan laporan realisasi perdagangan secara rutin dan akurat melalui sistem informasi perizinan terpadu (SIPT). Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada lagi praktik curang yang merugikan pasar domestik.

“Laporan itu harus siap diaudit oleh pemerintah dan Satgas (Satuan Tugas) Pangan Polri,” ujarnya.

Dalam upaya menyelesaikan masalah secara menyeluruh, DPR juga akan menggelar rapat gabungan pada masa sidang berikutnya. Rapat ini akan melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Badan Pangan Nasional, dan para pihak terkait lainnya.  •ujm/rdn

Berita terkait

Beri Taring Pengawas Persaingan Usaha, Panja Komisi VI DPR Perkuat Wewenang KPPU
Industri dan Pembangunan
Beri Taring Pengawas Persaingan Usaha, Panja Komisi VI DPR Perkuat Wewenang KPPU
Tidak Cukup Operasi di Lapangan, Rembesnya Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi Harus Diselesaikan dari Hulu
Industri dan Pembangunan
Tidak Cukup Operasi di Lapangan, Rembesnya Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi Harus Diselesaikan dari Hulu
Legislator Komisi VI Desak Perbaikan Tata Niaga Gula, Petani Jangan Jadi Korban
Industri dan Pembangunan
Legislator Komisi VI Desak Perbaikan Tata Niaga Gula, Petani Jangan Jadi Korban
Tags:#Berita Utama#Komisi VI
Sebelumnya

Subardi Usulkan Panja Kawal Isu Gula Rafinasi Demi Desak Evaluasi Total

Selanjutnya

Soroti Tumpang Tindih Regulasi Gula, Rieke Diah Minta Pemerintah Harmonisasi Aturan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h