E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Soroti Insentif Biodiesel dari BPDP, Arif Riyanto Uopdana Tekankan Tiga Hal

Diterbitkan
Rabu, 19 Feb 2025 15.04 WIB
Bagikan:
Soroti Insentif Biodiesel dari BPDP, Arif Riyanto Uopdana Tekankan Tiga Hal
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Arif Riyanto Uopdana menyoroti pentingnya insentif dalam program biodiesel agar harganya dapat bersaing dengan bahan bakar solar. Menurutnya, Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel lebih tinggi dibandingkan HIP solar, sehingga diperlukan dukungan insentif dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk menutupi selisih harga tersebut.

“HIP biodiesel lebih tinggi dari HIP solar, sehingga harus ada insentif dari BPDP atau BPDPKS. Anggaran BPDP sendiri berasal dari pungutan ekspor komoditas minyak sawit, dan mungkin sekarang sudah diperluas dengan tambahan dari kelapa dan kakao,” ujar Arif dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen EBTKE dan Dirjen Migas Kementerian ESDM RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta,Selasa (18/2/2025).

Arif menjelaskan bahwa sejak program biodiesel mulai diterapkan pada 2015 dengan B15, insentif yang diberikan pemerintah terus meningkat. Saat ini, dengan implementasi B35, besaran insentif yang harus ditanggung BPDP juga semakin besar. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri mengingat pendapatan BPDP sangat bergantung pada penerimaan dari ekspor minyak sawit yang harganya fluktuatif.

“Di saat harga ekspor minyak sawit tinggi, BPDP memiliki kemampuan untuk memberikan insentif. Namun, jika harga turun, ini akan menjadi kendala. Sebagai contoh, pada 2020 ketika pandemi COVID-19, pemerintah harus memberikan insentif tambahan sebesar Rp2,7 triliun,” jelas Politisi PDI-Perjuangan ini.

Lebih lanjut, Arif menekankan bahwa BPDP memiliki mandat lain seperti pendanaan untuk program peremajaan sawit rakyat, peningkatan kapasitas SDM petani sawit, serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan sawit. Oleh karena itu, ia menilai penting untuk memastikan BPDP tidak kewalahan secara fiskal akibat beban insentif biodiesel.

Meskipun demikian, ia menyambut baik program B40 yang akan dijalankan tahun ini dan rencana peningkatan ke B50 pada 2026. Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan ini harus dikaji dari tiga aspek utama, yakni fiskal, pasar, dan lingkungan.

“Kami mendukung kebijakan ini pada prinsipnya, tetapi perlu ada kajian lebih lanjut. Pertama, dari aspek fiskal BPDP sendiri, apakah mampu menanggung beban insentif ini. Kedua, dari aspek pasar, karena biodiesel hanya dikonsumsi di dalam negeri, sementara di sisi lain kita juga mendorong energi lain seperti kendaraan listrik dan dieselisasi di sektor pertambangan. Ketiga, dari aspek lingkungan, karena masih banyak isu terkait kelapa sawit yang harus dimitigasi melalui perbaikan tata kelola dan regulasi,” paparnya.

Legislator Dapil Papua ini menegaskan bahwa kebijakan biodiesel harus sejalan dengan keberlanjutan sektor energi dan lingkungan di Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus mengevaluasi dan mengoptimalkan implementasi program ini agar tetap memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat luas. •we/rdn

Berita terkait

Arif Riyanto Uopdana Soroti Tingginya Harga Avtur di Papua
Industri dan Pembangunan
Arif Riyanto Uopdana Soroti Tingginya Harga Avtur di Papua
Kelistrikan DIY Capai 98%, Arif Riyanto Soroti Ketimpangan Akses hingga Data Subsidi
Industri dan Pembangunan
Kelistrikan DIY Capai 98%, Arif Riyanto Soroti Ketimpangan Akses hingga Data Subsidi
Legislator Soroti Tiga Hal Ini dalam Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Tangerang
Isu Lainnya
Legislator Soroti Tiga Hal Ini dalam Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Tangerang
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XII
Sebelumnya

Garuda Indonesia Harus Pertimbangkan Aspek Keadilan Rekrut Tenaga Berpengalaman

Selanjutnya

Adaptasi Perkembangan Zaman, RUU Kepariwisataan Finalisasi dalam Dua Pekan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h