
Anggota BURT DPR RI, Syarif Fasha saat penyerahan cendera mata dalam rangka Kunker di Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.|Foto: Fadli/Karisma
PARLEMENTARIA, Yogyakarta – Anggota BURT DPR RI Syarif Fasha menyoroti masih rendahnya jumlah penumpang di Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) yang dinilai belum sebanding dengan kapasitas bandara. Untuk mengoptimalkan pemanfaatannya, ia mengusulkan agar membuka lebih banyak rute penerbangan langsung, baik domestik maupun internasional.
“Targetnya kan 20 juta, tapi yang datang dan pergi itu baru sekitar 4 juta. Nah, ini perlu ada kerja sama dengan airlines untuk membuka rute-rute baru,” ujar Syarif saat ditemui Parlementaria di Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport / YIA), Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, konektivitas domestik YIA perlu diperluas dengan membuka penerbangan langsung dari sejumlah wilayah seperti Sumatra, Kalimantan, dan Papua menuju Yogyakarta. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai daerah tidak harus terlebih dahulu transit melalui Jakarta.
Dirinya juga mendorong perluasan konektivitas internasional YIA. Sebab, berdasarkan pengamatannya, penerbangan internasional tidak cukup hanya mengandalkan tujuan seperti Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi, tetapi perlu dikembangkan ke negara lain, termasuk China dan Australia.
“Jadi, jangan hanya Singapura, Malaysia, Saudi Arabia. Kita harapkan bisa ke China, Australia dan sebagainya,” katanya.
Di sisi lain, Anggota BURT DPR RI Widya Pratiwi menilai penguatan konektivitas YIA perlu diikuti kemudahan akses transportasi bagi penumpang menuju pusat Kota Yogyakarta. Maka dari itu, tegasnya, informasi mengenai pilihan transportasi lanjutan, seperti kereta dan shuttle bus, perlu dibuat lebih jelas dan mudah ditemukan.
“Informasinya harus jelas, dari sini mau ke mana, naik apa, keretanya di mana, shuttle bus-nya di mana. Karena kalau kita saja yang orang Indonesia masih bingung, apalagi orang luar,” ujar Widya.
Baginya, kejelasan informasi transportasi bernilai krusial mengingat jarak YIA dengan pusat Kota Yogyakarta cukup jauh. Sebab, penumpang perlu memperoleh petunjuk yang mudah dipahami mengenai lokasi, arah, dan pilihan moda transportasi yang tersedia sejak berada di area bandara.
Menurut Widya, kemudahan akses tersebut merupakan bagian dari kesiapan Yogyakarta untuk berkembang sebagai destinasi internasional. Karena itu, ia mengingatkan penguatan konektivitas tidak hanya dilakukan melalui penambahan rute penerbangan, tetapi juga dengan memastikan perjalanan penumpang dari bandara menuju pusat kota berlangsung mudah dan nyaman. (fa/um)