
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
PARLEMENTARIA, Lombok Tengah - Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari mengapresiasi peningkatan signifikan infrastruktur dan kualitas pelayanan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, berbagai pembenahan tersebut menunjukkan adanya kemajuan nyata dalam meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa bandara.
“Banyak sekali perubahan yang saya rasakan dibandingkan kunjungan sebelumnya, mulai dari pembangunan lounge, penataan area pelayanan, hingga peningkatan kenyamanan pada proses check-in, kedatangan, dan keberangkatan. Ini menunjukkan adanya improvement yang sangat baik dan dilakukan secara serius oleh pengelola bandara,” ujar Desy saat ditemui Parlementaria di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (09/04/2026).
Ia menilai, peningkatan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi fisik, tetapi juga dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna jasa. Bandara sebagai pintu gerbang daerah, menurutnya, harus mampu memberikan kesan pertama yang positif bagi setiap orang yang datang.
“Menurut saya, ini penting karena bandara adalah wajah daerah. Ketika orang datang dan merasa nyaman, aman, serta dilayani dengan baik, itu akan menjadi pengalaman yang membekas dan mendorong mereka untuk kembali lagi ke Lombok,” jelas Politisi Fraksi PAN ini.
Lebih lanjut, Desy menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan tersebut juga tercermin dari berbagai penghargaan yang diraih, yang menunjukkan adanya komitmen dalam menjaga standar pelayanan publik. Hal ini dinilai sebagai indikator positif bahwa transformasi pelayanan di bandara berjalan ke arah yang tepat.
Kemudian, ia juga menekankan pentingnya implementasi tagline “melayani dengan sepenuh hati” yang tidak hanya sekadar slogan, tetapi harus menjadi karakter sumber daya manusia di bandara.
Pelayanan yang tulus dan tanpa diskriminasi dinilai menjadi kunci utama dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa.
“Kalau melayani dengan hati, pasti hasilnya akan berbeda. Tidak membeda-bedakan, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara, VIP maupun non-VIP. Ini yang harus terus dijaga dan ditingkatkan agar kualitas layanan di bandara semakin optimal,” tutupnya. (dip/rdn)