E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|NTT|Gempa|RUU Penyiaran|Berita DPR|berita terkini|Bank Indonesia|Gubernur Bank Indonesia|RUU Perampasan Aset|literasi|PPPK|Komisi II|Anggaran
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|NTT|Gempa|RUU Penyiaran|Berita DPR|berita terkini|Bank Indonesia|Gubernur Bank Indonesia|RUU Perampasan Aset|literasi|PPPK|Komisi II|Anggaran
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|NTT|Gempa|RUU Penyiaran|Berita DPR|berita terkini|Bank Indonesia|Gubernur Bank Indonesia|RUU Perampasan Aset|literasi|PPPK|Komisi II|Anggaran
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Gde Sumarjaya Linggih: PLTS 100 GWp Momentum Dorong Energi Hijau dan Pariwisata Berkualitas

Diterbitkan
Rabu, 26 Agu 2026 23.35 WIB
Bagikan:
Gde Sumarjaya Linggih: PLTS 100 GWp Momentum Dorong Energi Hijau dan Pariwisata Berkualitas

Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih.|Foto : Istimewa

PARLEMENTARIA, Jakarta – Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp yang resmi diluncurkan pemerintah di Gilimanuk, Jembrana, Bali pada Selasa, (25/8/2026), dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi hijau / green economy di Indonesia.

 

Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, menyambut positif dimulainya program tersebut. Menurutnya, pengembangan energi surya dalam skala besar tidak hanya akan memberikan manfaat bagi sektor energi, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap industri, investasi, pariwisata, hingga perekonomian masyarakat.

Lihat Juga :

81 Tahun Merdeka, Indonesia Perkuat Energi Surya Lewat PLTS 100 GW

81 Tahun Merdeka, Indonesia Perkuat Energi Surya Lewat PLTS 100 GW

Rokhmat Ardiyan Dorong DEN Kawal Kedaulatan Energi dan Transisi menuju Energi Hijau

Rokhmat Ardiyan Dorong DEN Kawal Kedaulatan Energi dan Transisi menuju Energi Hijau

 

“Ini merupakan langkah yang sangat baik untuk mempercepat transisi menuju energi hijau sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional. Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar dan potensi tersebut harus kita manfaatkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Gde Sumarjaya Linggih dalam keterangan persnya, Rabu (26/8).

 

Ia menilai pengembangan PLTS juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih berkualitas. Menurutnya, industri pariwisata ke depan tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi, tetapi juga membutuhkan infrastruktur yang efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

 

“Pariwisata berkualitas membutuhkan lingkungan yang terjaga dan infrastruktur energi yang semakin bersih. Karena itu, pengembangan energi surya dapat menjadi bagian dari upaya kita membangun destinasi pariwisata yang lebih hijau, berkelanjutan, dan memiliki daya saing,” katanya.

 

Menurut Gde Sumarjaya Linggih, manfaat tersebut menjadi semakin relevan bagi Bali yang perekonomiannya sangat erat dengan sektor pariwisata. Penggunaan energi bersih di kawasan pariwisata, hotel, restoran, pusat ekonomi kreatif, hingga berbagai fasilitas pendukung dapat memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya unggul secara budaya dan alam, tetapi juga semakin berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

 

Di sisi lain, program PLTS 100 GWp juga dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap penguatan industri nasional. Pengembangan pembangkit energi surya dalam skala besar akan meningkatkan kebutuhan terhadap panel surya, baterai penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS), komponen kelistrikan, konstruksi, jasa engineering, hingga berbagai rantai pasok pendukung lainnya.

 

“Yang juga penting adalah bagaimana program ini memberikan multiplier effect bagi industri dalam negeri. Jangan sampai kita hanya membangun pembangkitnya, tetapi seluruh kebutuhan industrinya masih bergantung pada impor. Kalau industri panel surya, baterai, konstruksi, engineering, dan komponen pendukung dapat tumbuh di dalam negeri, maka nilai tambah dan lapangan kerja akan semakin besar,” jelasnya.

 

Ia juga melihat peluang besar bagi daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses energi. Pengembangan PLTS di wilayah kepulauan dan daerah terpencil dapat meningkatkan kualitas layanan listrik sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.

 

“Ketika listrik tersedia dengan lebih baik dan biaya energi semakin efisien, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha. Nelayan bisa memiliki cold storage, UMKM dapat meningkatkan produksi, sektor pariwisata dapat berkembang, dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.

 

Gde Sumarjaya Linggih menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, target pembangunan 100 GWp dalam tiga tahun merupakan target besar yang harus diikuti dengan perencanaan matang, kepastian investasi, penguatan industri dalam negeri, serta tata kelola proyek yang baik.

 

“Targetnya besar, tetapi manfaat yang ingin kita capai juga besar. Karena itu, pelaksanaannya harus dikawal dengan baik agar memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat,” sahutnya.

 

Ia berharap Program PLTS 100 GWp dapat menjadi salah satu fondasi transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

 

“Ini bukan hanya tentang mengganti sumber listrik dari fosil menjadi energi surya. Ini adalah kesempatan untuk membangun ekosistem baru: energi yang lebih bersih, industri yang lebih kuat, investasi yang lebih besar, lapangan kerja yang lebih luas, dan pariwisata yang semakin berkualitas. Kalau seluruh ekosistem ini bisa bergerak bersama, maka manfaatnya akan dirasakan jauh lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. (aha)

Berita terkait

81 Tahun Merdeka, Indonesia Perkuat Energi Surya Lewat PLTS 100 GW
Industri dan Pembangunan
81 Tahun Merdeka, Indonesia Perkuat Energi Surya Lewat PLTS 100 GW
Rokhmat Ardiyan Dorong DEN Kawal Kedaulatan Energi dan Transisi menuju Energi Hijau
Industri dan Pembangunan
Rokhmat Ardiyan Dorong DEN Kawal Kedaulatan Energi dan Transisi menuju Energi Hijau
Pasca Terpilih, Ketiga Kandidat Capres dan Cawapres Harus Fokus Kebijakan Pangan dan Energi Hijau
Ekonomi dan Keuangan
Pasca Terpilih, Ketiga Kandidat Capres dan Cawapres Harus Fokus Kebijakan Pangan dan Energi Hijau
Tags:#Pariwisata#PLTS 100 GWp#energi hijau
Sebelumnya

Fokus ke Koruptor, RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Celah Aparat Lakukan Abuse of Power

Selanjutnya

Penyusunan RUU Pelelangan Harus Ungkap Soal Ketidakadilan dan Kepastian Hukum

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1109)
  • Industri dan Pembangunan(3804)
  • Isu Lainnya(1066)
  • Kesejahteraan Rakyat(3833)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4673)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|NTT|Gempa|RUU Penyiaran|Berita DPR|berita terkini|Bank Indonesia|Gubernur Bank Indonesia|RUU Perampasan Aset|literasi|PPPK|Komisi II|Anggaran
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 6 km/h