E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Gempa|NTT|Pendidikan|Guru|Ekspor|PPPK|Cagar Budaya|Transportasi Laut|Transportasi|Honorer|AI|petani
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Gempa|NTT|Pendidikan|Guru|Ekspor|PPPK|Cagar Budaya|Transportasi Laut|Transportasi|Honorer|AI|petani
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Gempa|NTT|Pendidikan|Guru|Ekspor|PPPK|Cagar Budaya|Transportasi Laut|Transportasi|Honorer|AI|petani
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Firman Soebagyo: Karhutla Bukan Lagi Rutinitas, Harus Jadi Bencana Nasional

Diterbitkan
Rabu, 19 Agu 2026 21.37 WIB
Bagikan:
Firman Soebagyo: Karhutla Bukan Lagi Rutinitas, Harus Jadi Bencana Nasional

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo dalam Rapat Kerja dengan Menteri Kehutanan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.|Foto : Aron/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo meminta Presiden menetapkan karhutla sebagai Bencana Nasional dan menyarankan pembentukan badan khusus untuk menangani kebakaran hutan. Menurutnya, karhutla bukan lagi persoalan rutin tahunan karena berdampak besar terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian.

 

Firman menilai penanganan karhutla selama ini terkendala koordinasi lintas lembaga, keterbatasan personel dan armada pemadam, serta penegakan hukum yang belum memberikan efek jera. “Dengan dampak sebesar ini, Karhutla sudah wajib ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Presiden,” tegas Firman dalam Rapat Kerja dengan Menteri Kehutanan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Lihat Juga :

Firman Soebagyo Tegaskan Pelestarian Hutan Harus Jadi Prioritas Carbon Trading

Firman Soebagyo Tegaskan Pelestarian Hutan Harus Jadi Prioritas Carbon Trading

Firman Soebagyo: Bulog Harus Kembali Jadi Stok Penyangga Nasional

Firman Soebagyo: Bulog Harus Kembali Jadi Stok Penyangga Nasional

 

Politikus Golkar ini juga mengusulkan pembentukan Badan Nasional Pengendali Karhutla yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan tersebut nantinya fokus pada pencegahan, pemadaman, penindakan hukum, dan pemulihan lahan.

 

Firman turut mendorong pemerintah menerbitkan Keppres terkait status Bencana Nasional serta meminta masyarakat dan perusahaan berkomitmen menerapkan prinsip zero burning. “Menjaga hutan adalah menjaga napas bangsa,” kata Legislator Dapil Jateng III ini.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro meminta pemerintah memberikan gaji atau honor bagi masyarakat yang tinggal dikawasan hutan. “TNI dan Polri itu kan datang untuk memadamkan, sebaiknya masyarakat yang tinggal dikawasan rawam kebakaran hutan kita berikan seragam dan berikan honor untuk menjaga hutan sehingga pihak lain tidak berani membakar,” ungkapnya.

 

Seperti yang diketahui dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah daerah di Indonesia dilanda karhutla yang menyebabkan kabut asap, antara lain di Bromo, Jawa Timur; dan Kalimantan Barat. Musim kemarau ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino memicu peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

 

Di Sulawesi Selatan, sejumlah daerah seperti Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Kota Parepare, hingga Kota Makassar mencatat lonjakan insiden kebakaran, mulai dari lahan kering hingga permukiman warga. Terbaru, kebakaran hebat melanda kawasan pegunungan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, dan melahap setidaknya 10 hektar lahan. (tn/we)

Berita terkait

Firman Soebagyo Tegaskan Pelestarian Hutan Harus Jadi Prioritas Carbon Trading
Industri dan Pembangunan
Firman Soebagyo Tegaskan Pelestarian Hutan Harus Jadi Prioritas Carbon Trading
Firman Soebagyo: Bulog Harus Kembali Jadi Stok Penyangga Nasional
Industri dan Pembangunan
Firman Soebagyo: Bulog Harus Kembali Jadi Stok Penyangga Nasional
Firman Soebagyo: Hilirisasi Jadi Kunci Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Industri dan Pembangunan
Firman Soebagyo: Hilirisasi Jadi Kunci Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Tags:#karhutla
Sebelumnya

Penentuan Makna Strategis dari Komoditas Penting Dibahas, Perlu Dengar Masukan Eksportir

Selanjutnya

Manifes Kapal Kerap Tak Sesuai, Lasarus: Jangan Ada Lagi Penumpang Naik Tanpa Didata

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1081)
  • Industri dan Pembangunan(3761)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3759)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4625)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Gempa|NTT|Pendidikan|Guru|Ekspor|PPPK|Cagar Budaya|Transportasi Laut|Transportasi|Honorer|AI|petani
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 6 km/h