E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Migas|RAPBN 2027|energi|Guru|Sensus Ekonomi|BUMN|sekolah|Puskesmas|Dosen|LKPP|Harga Minyak|Kualitas Belanja Negara|Kewarganegaraan
Jakarta:
Berawan sebagian
33°C
Terasa: 38°C
Lembab: 47%
Angin: 8 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Migas|RAPBN 2027|energi|Guru|Sensus Ekonomi|BUMN|sekolah|Puskesmas|Dosen|LKPP|Harga Minyak|Kualitas Belanja Negara|Kewarganegaraan
Jakarta:
Berawan sebagian
33°C
Terasa: 38°C
Lembab: 47%
Angin: 8 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Migas|RAPBN 2027|energi|Guru|Sensus Ekonomi|BUMN|sekolah|Puskesmas|Dosen|LKPP|Harga Minyak|Kualitas Belanja Negara|Kewarganegaraan
Jakarta:
Berawan sebagian
33°C
Terasa: 38°C
Lembab: 47%
Angin: 8 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Belanja Negara Tembus Rp4.000 Triliun, RAPBN 2027 Dirancang Jaga Defisit 2,4 Persen

Diterbitkan
Minggu, 16 Agu 2026 11.03 WIB
Bagikan:
Belanja Negara Tembus Rp4.000 Triliun, RAPBN 2027 Dirancang Jaga Defisit 2,4 Persen

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun saat diwawancarai di di Selasar Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Bita/Mahendra

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal. Meski total belanja negara untuk pertama kalinya menembus angka Rp4.000 triliun, pemerintah tetap mempertahankan target defisit sebesar 2,4 persen.

 

Menurut Misbakhun, kombinasi antara target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan defisit yang tetap terkendali merupakan pesan positif bagi pasar sekaligus mencerminkan optimisme pemerintah terhadap kondisi perekonomian nasional.

Lihat Juga :

Transfer ke Daerah 2027 Sebesar 2,55–2,79 Persen PDB Harus Berdampak bagi Masyarakat

Transfer ke Daerah 2027 Sebesar 2,55–2,79 Persen PDB Harus Berdampak bagi Masyarakat

Banggar Restui RAPBN 2027 Demi Jaga Daya Beli Masyarakat dan Percepat Pembangunan Nasional

Banggar Restui RAPBN 2027 Demi Jaga Daya Beli Masyarakat dan Percepat Pembangunan Nasional

 

“Apalagi kemudian dipatok defisit kita hanya sekitar 2,4 persen. Artinya apa? Targetnya tinggi, kemudian defisitnya sekitar Rp671,2 triliun. Tentunya target ini adalah sebuah pesan yang kuat kepada pasar untuk sama-sama kita optimis membangun optimisme secara bersama-sama,” ujar Misbakhun usai Rapat Paripurna di Selasar Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

 

Ia menjelaskan, dalam RAPBN 2027 total belanja negara mencapai sekitar Rp4.097,2 triliun. Capaian tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya nilai APBN melampaui Rp4.000 triliun, bersamaan dengan target pertumbuhan ekonomi yang keluar dari kisaran 5 persen.

 

“APBN kita total Rp4.097,2 triliun dan defisitnya Rp671,2 triliun. Pertama kalinya APBN kita melewati angka Rp4.000 triliun dan pertama kali juga kita menargetkan pertumbuhan keluar dari zona 5 persen,” katanya.

 

Terkait sumber pembiayaan APBN, Misbakhun menjelaskan bahwa penerimaan negara tetap bertumpu pada penerimaan perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara itu, kebutuhan pembiayaan defisit dilakukan melalui mekanisme pembiayaan yang telah diatur dalam kerangka APBN.

 

“Penerimaan negara berasal dari penerimaan pajak, penerimaan kepabeanan, penerimaan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak. Selisihnya menjadi defisit yang dibiayai sesuai mekanisme APBN,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

 

Menanggapi pertanyaan mengenai utang pemerintah, Misbakhun menegaskan bahwa pembiayaan defisit tetap dilakukan secara hati-hati dan sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Menurutnya, selama besaran defisit masih berada dalam batas yang disepakati bersama pemerintah dan DPR, mekanisme pembiayaan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan fiskal yang lazim dilakukan.

 

Ia menambahkan, pemerintah juga masih memiliki fleksibilitas melalui pengelolaan kas negara, termasuk pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL), sehingga pengelolaan pembiayaan APBN tetap dapat dilakukan secara optimal. (bit/rdn)

Berita terkait

Transfer ke Daerah 2027 Sebesar 2,55–2,79 Persen PDB Harus Berdampak bagi Masyarakat
Ekonomi dan Keuangan
Transfer ke Daerah 2027 Sebesar 2,55–2,79 Persen PDB Harus Berdampak bagi Masyarakat
Banggar Restui RAPBN 2027 Demi Jaga Daya Beli Masyarakat dan Percepat Pembangunan Nasional
Ekonomi dan Keuangan
Banggar Restui RAPBN 2027 Demi Jaga Daya Beli Masyarakat dan Percepat Pembangunan Nasional
Optimistis Pertumbuhan 5,2 Persen, RAPBN 2025 Dirancang Merespons Situasi Transisi
Ekonomi dan Keuangan
Optimistis Pertumbuhan 5,2 Persen, RAPBN 2025 Dirancang Merespons Situasi Transisi
Tags:#RAPBN 2027#Kualitas Belanja Negara#Defisit
Sebelumnya

Komisi XII: Tingginya Harga Minyak Mempercepat Transisi Energi

Selanjutnya

Sambut Kewarganegaraan Ganda Terbatas, Umbu Kabunang Tegaskan Pentingnya Seleksi Terukur

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1073)
  • Industri dan Pembangunan(3742)
  • Isu Lainnya(1058)
  • Kesejahteraan Rakyat(3723)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4613)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Sidang Tahunan MPR RI Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Rapat Paripurna DPR RI
Majalah Parlementaria Edisi 258
Parja
Parja
MAKLUMAT PELAYANAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Migas|RAPBN 2027|energi|Guru|Sensus Ekonomi|BUMN|sekolah|Puskesmas|Dosen|LKPP|Harga Minyak|Kualitas Belanja Negara|Kewarganegaraan
Jakarta:
Berawan sebagian
33°C
Terasa: 38°C
Lembab: 47%
Angin: 8 km/h