E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|Komisi XII|Baleg|Komisi III|Komisi X|RUU Reforma Agraria|Komisi XI|Komisi VIII|BKSAP|Komisi IV|Komisi IX|Pansus|Komisi VII
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 75%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|Komisi XII|Baleg|Komisi III|Komisi X|RUU Reforma Agraria|Komisi XI|Komisi VIII|BKSAP|Komisi IV|Komisi IX|Pansus|Komisi VII
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 75%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|Komisi XII|Baleg|Komisi III|Komisi X|RUU Reforma Agraria|Komisi XI|Komisi VIII|BKSAP|Komisi IV|Komisi IX|Pansus|Komisi VII
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 75%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Tak Sekadar Pengakuan, RUU Masyarakat Adat Disiapkan untuk Lindungi Hak dan Tanah Ulayat

Diterbitkan
Jumat, 7 Agu 2026 22.34 WIB
Bagikan:
Tak Sekadar Pengakuan, RUU Masyarakat Adat Disiapkan untuk Lindungi Hak dan Tanah Ulayat

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Sturman Panjaitan saat memimpin kunjungan kerja Baleg di Jayapura, Papua.|Foto: Ubaid/Karisma

PARLEMENTARIA, Jayapura - Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat diharapkan menjadi landasan hukum yang mampu memberikan kepastian terhadap perlindungan hak masyarakat adat, termasuk dalam penyelesaian konflik agraria dan pengakuan wilayah adat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Sturman Panjaitan saat memimpin kunjungan kerja Baleg di Jayapura, Papua, Jumat (7/8/2026).

 

Menurut Sturman, salah satu persoalan yang paling sering dihadapi masyarakat adat ialah konflik terkait tanah ulayat, kawasan hutan, maupun investasi yang masuk ke wilayah adat.

Lihat Juga :

RUU Reforma Agraria Harus Lindungi Rakyat dari Mafia Tanah dan Kriminalisasi

RUU Reforma Agraria Harus Lindungi Rakyat dari Mafia Tanah dan Kriminalisasi

Pembahasan RUU Reforma Agraria akan Diselaraskan dengan RUU Masyarakat Adat

Pembahasan RUU Reforma Agraria akan Diselaraskan dengan RUU Masyarakat Adat

 

“Itulah mengapa dalam penyusunan undang-undang ini kami berupaya mengakomodasi berbagai persoalan masyarakat adat. Ke depan, sektor agraria, kehutanan, dan Kementerian Dalam Negeri harus saling mendukung agar konflik-konflik di daerah dapat diselesaikan. Ketika investor masuk, masyarakat adat tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan. Mereka harus diberdayakan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, tujuan utama penyusunan RUU tersebut bukan sekadar memberikan pengakuan hukum, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat adat.

 

“Ujung dari penyusunan undang-undang ini adalah menyejahterakan sekaligus memberdayakan masyarakat adat,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

 

Senada dengan itu, Anggota Baleg DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai penyusunan RUU Masyarakat Adat merupakan langkah penting untuk mengembalikan posisi masyarakat adat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri bangsa. Menurutnya, masyarakat adat telah ada jauh sebelum negara terbentuk, sehingga hak-haknya perlu memperoleh pengakuan dan perlindungan yang lebih kuat melalui undang-undang.

 

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana mengembalikan hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari karakter bangsa. Masyarakat adat sudah ada sebelum negara ini berdiri, sehingga keberadaannya harus dihormati dan dilindungi,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat adat, mulai dari belum adanya kepastian perlindungan terhadap hak-hak adat hingga dampak investasi yang kerap memicu konflik di wilayah adat.

 

“Masih ada masyarakat adat yang kehilangan kepastian atas hak-haknya, termasuk ketika investasi masuk ke wilayah adat. Karena itu, negara harus hadir memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan agar masyarakat adat tidak menjadi pihak yang dirugikan,” kata legislator Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

 

Ketut menambahkan, penguatan masyarakat adat juga merupakan upaya menjaga identitas bangsa yang lahir dari keberagaman budaya dan adat istiadat. Ia mencontohkan pengalaman di Bali yang menunjukkan bahwa kuatnya lembaga adat mampu menjaga harmoni sosial sekaligus melestarikan budaya.

 

“Kita tidak memiliki alasan lagi untuk menunda lahirnya RUU Masyarakat Adat. Perbedaan pandangan mengenai masyarakat adat dan masyarakat hukum adat dapat dibahas dalam proses legislasi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana undang-undang ini memberikan kepastian hukum, perlindungan hak, dan kesejahteraan bagi masyarakat adat,” tegasnya.

 

Masukan serupa juga disampaikan Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jayapura. Dalam paparannya, AMAN menekankan bahwa RUU Masyarakat Adat perlu memberikan pengakuan yang lebih tegas terhadap hak ulayat, wilayah adat, serta menjamin mekanisme Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (Free, Prior and Informed Consent/FPIC) sebelum pelaksanaan investasi maupun pemanfaatan sumber daya alam di wilayah adat. Selain itu, perlindungan terhadap kawasan hutan, laut, dan ruang hidup masyarakat adat harus tetap selaras dengan kekhususan yang telah diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

 

AMAN Jayapura juga menegaskan bahwa masyarakat adat Papua memiliki karakteristik yang khas, mulai dari ikatan genealogis yang kuat, wilayah adat yang jelas, struktur pemerintahan adat yang masih hidup, hingga hukum adat yang dipatuhi secara turun-temurun. Karena itu, proses pengakuan masyarakat adat harus dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat adat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek pendataan, sehingga mampu memberikan kepastian hukum atas wilayah adat beserta hak-hak komunal yang melekat di dalamnya.

 

Lebih lanjut, AMAN memandang RUU Masyarakat Adat perlu memperkuat posisi lembaga adat melalui pelibatan Majelis Rakyat Papua (MRP), Dewan Adat Papua (DAP), dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) dalam pengambilan keputusan maupun penyelesaian sengketa. Di samping itu, mekanisme penyelesaian konflik tanah ulayat diharapkan tetap mengedepankan musyawarah, peradilan adat, dan pendekatan keadilan restoratif, dengan jalur litigasi sebagai upaya terakhir.

 

Berbagai pandangan tersebut menjadi masukan penting bagi Baleg DPR RI dalam menyempurnakan substansi RUU Masyarakat Adat. Baleg berharap regulasi yang tengah disusun mampu menghadirkan kepastian hukum, memperkuat perlindungan hak ulayat, mencegah konflik agraria, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat adat sebagai subjek pembangunan di seluruh Indonesia. (uf/rdn)

Berita terkait

RUU Reforma Agraria Harus Lindungi Rakyat dari Mafia Tanah dan Kriminalisasi
Politik dan Keamanan
RUU Reforma Agraria Harus Lindungi Rakyat dari Mafia Tanah dan Kriminalisasi
Pembahasan RUU Reforma Agraria akan Diselaraskan dengan RUU Masyarakat Adat
Politik dan Keamanan
Pembahasan RUU Reforma Agraria akan Diselaraskan dengan RUU Masyarakat Adat
RUU Reforma Agraria Tak Hanya Selesaikan Konflik Tanah, tetapi Juga Lindungi Petani Gurem
Politik dan Keamanan
RUU Reforma Agraria Tak Hanya Selesaikan Konflik Tanah, tetapi Juga Lindungi Petani Gurem
Tags:#RUU Masyarakat Adat
Sebelumnya

Respons Indeks Kinerja DPR, Prosedur Legislasi dan Tindak Lanjut Aspirasi Publik Harus Diperkuat

Selanjutnya

Titik Api Terus Berulang, Legislator Desak Kemenhut Ubah Strategi Karhutla

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1192)
  • Industri dan Pembangunan(4095)
  • Isu Lainnya(1090)
  • Kesejahteraan Rakyat(4085)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4969)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|Komisi XII|Baleg|Komisi III|Komisi X|RUU Reforma Agraria|Komisi XI|Komisi VIII|BKSAP|Komisi IV|Komisi IX|Pansus|Komisi VII
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 75%
Angin: 2 km/h