E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XI|Komisi IV|UMKM|perikanan|Johan Rosihan|Komisi VII|Komisi II|BURT|industri|petani|MBG|OJK|Pertanian
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 34°C
Lembab: 58%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XI|Komisi IV|UMKM|perikanan|Johan Rosihan|Komisi VII|Komisi II|BURT|industri|petani|MBG|OJK|Pertanian
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 34°C
Lembab: 58%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XI|Komisi IV|UMKM|perikanan|Johan Rosihan|Komisi VII|Komisi II|BURT|industri|petani|MBG|OJK|Pertanian
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 34°C
Lembab: 58%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Banggar Ingatkan Pemerintah Waspadai Perlambatan Industri Pengolahan Meski Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen

Diterbitkan
Jumat, 7 Agu 2026 13.09 WIB
Bagikan:
Banggar Ingatkan Pemerintah Waspadai Perlambatan Industri Pengolahan Meski Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah.|Foto : Dok/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II-2026 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Mengetahui hal ini, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengapresiasi capaian positif tersebut di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

 

​"Di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian perekonomian global, kita bersyukur perekonomian nasional masih tumbuh 5,29 persen (yoy)," ujar Said melalui rilis yang disampaikan oleh Parlementaria di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Lihat Juga :

Mohamad Hekal Apresiasi Pengelolaan Fiskal Pemerintah Buat Ekonomi Tumbuh Jadi 5,61 Persen

Mohamad Hekal Apresiasi Pengelolaan Fiskal Pemerintah Buat Ekonomi Tumbuh Jadi 5,61 Persen

DPR Nilai Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen Berkat Program Pro Rakyat

DPR Nilai Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen Berkat Program Pro Rakyat

 

​Dirinya menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II ini sebagian besar didorong oleh faktor musiman (seasonal factor). Masa libur sekolah pada Juli lalu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor akomodasi serta makanan dan minuman yang melaju hingga 10,6 persen.

 

​Selain itu, momen penerimaan peserta didik baru, jenjang pendidikan tinggi, serta kenaikan kelas turut mendorong kinerja sektor infokom tumbuh 6,97 persen. Sementara itu, fenomena musim kemarau ekstrem yang meningkatkan penggunaan pendingin ruangan serta lonjakan harga gas akibat konflik geopolitik memicu lonjakan di sektor listrik dan gas sebesar 10,81 persen.

 

​Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyangga utama perekonomian nasional dengan kontribusi 53,3 persen terhadap PDB. Meskipun sedikit melambat menjadi 5,05 persen dibandingkan triwulan I-2026 yang mencapai 5,52 persen (terdorong momen Mudik dan Lebaran), kinerjanya dinilai masih terjaga baik.

 

Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi barang modal tumbuh 6,87 persen, serta ekspor melonjak ke angka 4,13 persen dibanding triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,9 persen. Kendati mencatatkan tren positif secara umum, Politisi PDI-Perjuangan ini memberikan catatan kritis terhadap penurunan laju pertumbuhan di sektor manufaktur dan pertanian.

 

Lebih lanjut, industri pengolahan tercatat melambat dari 5,04 persen pada triwulan I-2026 menjadi 4,52 persen pada triwulan II-2026. "Pemerintah penting untuk mewaspadai hal ini, sebab industri pengolahan menyumbangkan 18,5 persen dari PDB, sekaligus menjadi kontributor 13,5 persen tenaga kerja nasional dan cerminan sebagian besar tenaga kerja formal," tegas Said.

 

​Hal serupa terjadi di sektor pertanian. Meskipun sempat diwarnai panen raya serentak di berbagai daerah, pertumbuhannya melambat dari 4,97 persen pada triwulan I-2026 menjadi 3,8 persen pada triwulan II-2026. Padahal, sektor primer ini berkontribusi 13,57 persen terhadap PDB dan menampung 28,75 persen tenaga kerja nasional.

 

​Melambatnya sektor manufaktur dan pertanian berimbas langsung pada struktur ketenagakerjaan nasional. Data BPS menunjukkan jumlah pekerja formal meningkat dari 59,93 juta (Februari 2026) menjadi 60,31 juta atau 40,7 persen (Mei 2026). Namun, proporsi pekerja informal justru mendominasi hingga 87,88 juta jiwa atau 59,3 persen.

 

​Dibandingkan akhir tahun 2025, proporsi tenaga kerja informal tercatat meningkat 1,6 persen, sedangkan pekerja formal mengalami penurunan dengan persentase yang sama. Legislator asal Jawa Timur ini menduga pelebaran jarak (gap) antara sektor formal dan informal tersebut memicu kenaikan angka kesenjangan sosial (rasio gini) nasional dari 0,363 pada September 2025 menjadi 0,368 pada Maret 2026, dengan kenaikan paling terasa di kawasan perkotaan (0,383 ke 0,387).

 

​"Mereka yang bekerja di sektor formal relatif lebih berdaya tahan karena dukungan jaminan sosial. Sementara pekerja di sektor informal langsung berhadapan dengan tekanan inflasi di sektor transportasi, pendidikan, kesehatan, dan bahan makanan," ungkap Said.

 

​Guna mengatasi tantangan structural tersebut, Said mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah perbaikan iklim usaha di sektor industri manufaktur dan perdagangan besar, serta memperluas akses inklusi pendidikan tinggi.

 

​"Saya berharap ada program afirmasi dari pemerintah untuk memberikan berbagai jaminan sosial, terkhusus ditujukan kepada para pekerja informal, seperti beasiswa, kemudahan akses BPJS, hingga perluasan lapangan kerja," pungkasnya. (Ndy/um)

Berita terkait

Mohamad Hekal Apresiasi Pengelolaan Fiskal Pemerintah Buat Ekonomi Tumbuh Jadi 5,61 Persen
Ekonomi dan Keuangan
Mohamad Hekal Apresiasi Pengelolaan Fiskal Pemerintah Buat Ekonomi Tumbuh Jadi 5,61 Persen
DPR Nilai Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen Berkat Program Pro Rakyat
Kesejahteraan Rakyat
DPR Nilai Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen Berkat Program Pro Rakyat
F-PKB Dorong Pemerintah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen di 2025
Populer
F-PKB Dorong Pemerintah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen di 2025
Tags:#industri#pertumbuhan ekonomi#Perlambatan Industri
Sebelumnya

Rieke Diah Pitaloka Dorong Kejelasan Pertanggungjawaban Hukum bagi Student Pilot

Selanjutnya

Bambang Patijaya: Perpres Timah Masyarakat Mendesak Demi Jaga Roda Ekonomi Belitung

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1192)
  • Industri dan Pembangunan(4086)
  • Isu Lainnya(1088)
  • Kesejahteraan Rakyat(4073)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4958)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XI|Komisi IV|UMKM|perikanan|Johan Rosihan|Komisi VII|Komisi II|BURT|industri|petani|MBG|OJK|Pertanian
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 34°C
Lembab: 58%
Angin: 2 km/h