
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal saat agenda Kunjungan Reses Komisi XI DPR RI ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat.|Foto: Natasya/Mahendra
PARLEMENTARIA, Pontianak – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 hingga menjadi 5,61 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pengelolaan fiskal pemerintah berjalan dengan baik di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
“Ya tentu ini kita sangat apresiasi kinerja pemerintah. Artinya, di luar narasi banyak yang menuduh bahwa kinerja pemerintah dan pengelolaan fiskal kurang baik, ternyata faktanya adalah pertumbuhan dapat tercapai yang tertinggi dan ini bisa dicapai di era ini,” ujar Hekal saat ditemui oleh Parlementaria saat agenda Kunjungan Reses Komisi XI DPR RI ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (7/5/2026).
Ia menambahkan, sejumlah daerah juga menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali. Oleh karena itu, ia berharap capaian pertumbuhan ekonomi tersebut dapat terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Tak hanya itu, sebagai wakil rakyat, ia berpendapat, program-program pemerintah perlu dipastikan berjalan efektif agar mampu mencapai tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam visi Astacita, khususnya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Nah ini kita harapkan bisa terus tersalurkan dan mewujudkan pertumbuhan kesejahteraan untuk masyarakat yang ada di wilayah-wilayah tersebar di seluruh Indonesia. Nah itu tugas kita untuk bisa memastikan bahwa program-program yang dicadangkan oleh pemerintah itu bisa benar-benar efektif dalam mencapai tujuan cita-cita Astacita,” katanya.
Walaupun begitu, Hekal mengingatkan pemerintah tetap harus waspada terhadap dinamika ekonomi global yang dinilai masih memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, langkah-langkah yang telah dilakukan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kurs dan inflasi perlu terus didukung.
“Hari ini inflasi masih terjaga dengan baik, tapi tetap kemungkinan inflasi dari peningkatan atau devaluasi kurs itu bisa terjadi. Nah itu tugas mereka untuk menjaga,” jelasnya.
Terkait pertumbuhan ekonomi ke depan, ia menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkualitas dan mampu membuka lapangan kerja. Ia pun mendukung pemerintah yang saat ini tengah mendorong berbagai sektor strategis seperti swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi, hingga sektor manufaktur untuk memperkuat ekonomi nasional.
Tak hanya itu saja, Hekal juga mendorong penguatan ekonomi domestik melalui optimalisasi belanja dalam negeri dan dukungan terhadap produk lokal. Ia menilai kekuatan pasar domestik Indonesia merupakan modal besar untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
“Kita gunakan kekuatan fiskal kita, baik APBN maupun APBD untuk belanja dalam negeri. Nah itu saya rasa sesuatu yang perlu kita galakan kembali. Aku cinta produksi Indonesia, aku cinta rupiah. Ini kalau kita bisa kerjakan sama-sama, kita mengurangi ketergantungan kepada impor dan kita memberikan afirmasi terhadap produsen-produsen dalam negeri, saya rasa itu dampaknya bisa luar biasa. ” tandasnya. (Nap/um)