
Anggota Komisi X DPR RI Once Mekel dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Perpustakaan Nasional terkait pembahasan LKPP APBN Tahun Anggaran 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Tari/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Once Mekel meminta Kementerian Kebudayaan mempercepat revitalisasi taman budaya di berbagai daerah. Menurutnya, taman budaya tidak cukup hanya diperbaiki secara fisik, tetapi juga harus dihidupkan melalui program yang berkelanjutan agar menjadi pusat aktivitas seni, pelestarian budaya, sekaligus penggerak ekonomi para pelaku budaya.
Hal tersebut disampaikan Once dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Kementerian Kebudayaan RI terkait pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) APBN Tahun Anggaran 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, Once mengapresiasi capaian pengelolaan keuangan Kementerian Kebudayaan. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan administrasi harus diikuti dengan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama para pelaku seni dan budaya.
Menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu, taman budaya memiliki peran strategis sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus wadah pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni. Karena itu, pemerintah perlu memastikan seluruh taman budaya di Indonesia dapat berfungsi secara optimal.
"Saya sangat berharap taman budaya di seluruh Indonesia diberdayakan lagi, direvitalisasi lagi, karena itu menjadi satu cara untuk kita semua meningkatkan ekonomi para pelaku, baik itu pelaku budaya tradisional maupun budaya kontemporer," ujarnya.
Once mengungkapkan masih banyak taman budaya yang belum tersentuh revitalisasi secara menyeluruh. Permasalahan tersebut, menurutnya, tidak hanya menyangkut kondisi infrastruktur, tetapi juga minimnya program yang mampu menghidupkan aktivitas seni dan budaya di dalamnya.
"Apa yang kira-kira sudah dicapai dalam revitalisasi taman-taman budaya kita? Setahu saya ada banyak sekali yang belum dilaksanakan dalam hal taman budaya ini, baik infrastruktur fisiknya maupun pemrogramannya. Bagaimana kita menghidupi ini semua? Tolong dijelaskan," tegas legislator dari Dapil DKI Jakarta II tersebut.
Ia menekankan, revitalisasi taman budaya harus diarahkan agar ruang-ruang tersebut menjadi tempat berkumpul, berkarya, dan berkolaborasi bagi para seniman. Dengan demikian, taman budaya tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Karena itu, Once berharap revitalisasi taman budaya menjadi salah satu prioritas Kementerian Kebudayaan ke depan. Menurutnya, pengelolaan yang didukung program yang berkesinambungan akan memperkuat ekosistem kebudayaan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku seni dan budaya di berbagai daerah.
Melalui fungsi pengawasan, Komisi X DPR RI akan terus mendorong agar anggaran sektor kebudayaan tidak hanya dikelola secara akuntabel, tetapi juga menghasilkan program yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan kebudayaan Indonesia dan kesejahteraan insan budaya. (fa/ssb)