E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Ekonomi|APBN|BUMN|EBT|MBG|RAPBN 2027|Pendidikan|tambang|pertumbuhan ekonomi|APBN 2027|Breaking news
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 74%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Ekonomi|APBN|BUMN|EBT|MBG|RAPBN 2027|Pendidikan|tambang|pertumbuhan ekonomi|APBN 2027|Breaking news
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 74%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Ekonomi|APBN|BUMN|EBT|MBG|RAPBN 2027|Pendidikan|tambang|pertumbuhan ekonomi|APBN 2027|Breaking news
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 74%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Fenomena 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi Ulang Jadi Sorotan Komisi X DPR

Diterbitkan
Selasa, 30 Jun 2026 15.38 WIB
Bagikan:
Fenomena 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi Ulang Jadi Sorotan Komisi X DPR

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, saat ditemui di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.|Foto: Septamares/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Panja SPMB) Komisi X DPR RI tengah mendalami fenomena sekitar 60 ribu calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang meski telah dinyatakan lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Jumlah tersebut mencapai sekitar 10 persen dari lebih dari 580 ribu peserta yang diterima pada seleksi PTN tahun ini.

 

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengatakan DPR menaruh perhatian serius terhadap fenomena tersebut, terutama untuk memastikan apakah tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi penyebab utama atau terdapat faktor lain yang melatarbelakanginya.

Lihat Juga :

Komisi X DPR RI Dorong Percepatan Perbaikan Sekolah dan Penguatan Literasi di Sulawesi Selatan

Komisi X DPR RI Dorong Percepatan Perbaikan Sekolah dan Penguatan Literasi di Sulawesi Selatan

Serap Aspirasi Pendidikan di Tebing Tinggi, Komisi X DPR RI Soroti Kesejahteraan Guru hingga Revitalisasi Sekolah

Serap Aspirasi Pendidikan di Tebing Tinggi, Komisi X DPR RI Soroti Kesejahteraan Guru hingga Revitalisasi Sekolah

 

"Kita prihatin, dari 580 ribu lebih yang diterima di perguruan tinggi negeri, sekitar 10 persen yang mungkin sekitar 60 ribu, tidak mendaftar ulang. Kita mendesak apakah benar karena UKT-nya tinggi," ujar Fikri di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

 

Menurut Fikri, Panja SPMB telah meminta penjelasan dari sejumlah mantan ketua panitia seleksi penerimaan mahasiswa baru. Dari hasil evaluasi tersebut, terdapat sedikitnya tiga faktor utama yang menyebabkan calon mahasiswa tidak melanjutkan proses registrasi.

 

Pertama, sebagian peserta diterima di Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) atau sekolah kedinasan yang menawarkan pendidikan berkualitas tanpa biaya kuliah.

 

Kedua, adanya ketidaksesuaian program studi. Banyak calon mahasiswa yang gagal memperoleh jurusan pilihan utama memilih menunda kuliah hingga tahun berikutnya atau beralih ke perguruan tinggi swasta yang menyediakan program studi sesuai minat mereka.

 

Ketiga, sebagian siswa, khususnya di kota-kota besar, memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar negeri. Menurut Fikri, kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi daya saing perguruan tinggi dalam negeri.

 

"Sebelumnya kita meminta penjelasan dari mantan-mantan ketua panitia SPMB, mereka mengatakan paling tidak ada tiga alasan utama. Pertama, mereka juga diterima di kampus kedinasan atau PTKL yang standarnya tinggi dan bebas biaya kuliah. Kedua, faktor ketidaksesuaian jurusan. Ketiga, adanya peluang kuliah di luar negeri yang diambil oleh siswa di kota-kota besar," jelasnya.

 

Meski demikian, Fikri menegaskan Komisi X DPR RI tidak mengesampingkan persoalan mahalnya UKT sebagai salah satu faktor yang dapat menghambat akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

 

Karena itu, DPR mendorong pemerintah segera melakukan intervensi terhadap regulasi bantuan pendidikan, khususnya terkait sinkronisasi data penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

 

"Yang kita khawatirkan adalah masalah UKT, maka kami mendesak pemerintah untuk intervensi. Jangan sampai saat SD, SMP, SMA mereka dapat PIP, begitu masuk PTN justru tidak berhak dapat KIP Kuliah karena aturan desil 1 sampai 4 yang terlalu kaku. Padahal orang tuanya tidak bertambah kaya, tapi karena desil naik, haknya hilang," tegas legislator Fraksi PKS tersebut.

 

Melalui Panja SPMB yang masih berlangsung, Komisi X DPR RI terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan anggaran pendidikan tinggi, termasuk skema bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa.

 

Fikri menegaskan DPR berkomitmen mengawal kebijakan agar tidak ada lagi siswa berprestasi yang gagal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi hanya karena kendala ekonomi.

 

"Jangan sampai ada siswa berprestasi karena tidak punya uang, karena latar belakang ekonomi yang tidak memungkinkan, kemudian menyebabkan mereka tidak kuliah," pungkasnya. (hvt/ssb)

Berita terkait

Komisi X DPR RI Dorong Percepatan Perbaikan Sekolah dan Penguatan Literasi di Sulawesi Selatan
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X DPR RI Dorong Percepatan Perbaikan Sekolah dan Penguatan Literasi di Sulawesi Selatan
Serap Aspirasi Pendidikan di Tebing Tinggi, Komisi X DPR RI Soroti Kesejahteraan Guru hingga Revitalisasi Sekolah
Kesejahteraan Rakyat
Serap Aspirasi Pendidikan di Tebing Tinggi, Komisi X DPR RI Soroti Kesejahteraan Guru hingga Revitalisasi Sekolah
Panja SPMB Komisi X DPR RI Dalami Penyebab Kuota PTN Belum Terpenuhi
Kesejahteraan Rakyat
Panja SPMB Komisi X DPR RI Dalami Penyebab Kuota PTN Belum Terpenuhi
Tags:#SPMB#PTN
Sebelumnya

Kawendra Pastikan Streamlining BUMN Tak Berujung PHK

Selanjutnya

Darmadi Minta Perampingan BUMN Diukur dari Kinerja, Bukan Jumlah Perusahaan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1068)
  • Industri dan Pembangunan(3726)
  • Isu Lainnya(1058)
  • Kesejahteraan Rakyat(3715)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4599)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Sidang Tahunan MPR RI Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Rapat Paripurna DPR RI
Majalah Parlementaria Edisi 258
Parja
Parja
MAKLUMAT PELAYANAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Ekonomi|APBN|BUMN|EBT|MBG|RAPBN 2027|Pendidikan|tambang|pertumbuhan ekonomi|APBN 2027|Breaking news
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 74%
Angin: 7 km/h