E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Perampasan Aset|BBM|Pendidikan|UMKM|MBG|RUU SDI|sekolah|Komisi III|Haji|Subsidi|RUU Daerah Kepulauan|PT. Freeport
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 83%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Perampasan Aset|BBM|Pendidikan|UMKM|MBG|RUU SDI|sekolah|Komisi III|Haji|Subsidi|RUU Daerah Kepulauan|PT. Freeport
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 83%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Perampasan Aset|BBM|Pendidikan|UMKM|MBG|RUU SDI|sekolah|Komisi III|Haji|Subsidi|RUU Daerah Kepulauan|PT. Freeport
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 83%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Kang Aher Apresiasi Insentif Fiskal bagi Daerah Berprestasi, Besarannya Rp1-3 Miliar

Diterbitkan
Jumat, 19 Jun 2026 14.27 WIB
Bagikan:
Kang Aher Apresiasi Insentif Fiskal bagi Daerah Berprestasi, Besarannya Rp1-3 Miliar

Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan.|Foto: Munchen/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri menyiapkan anggaran insentif fiskal sebesar Rp1 triliun yang akan disalurkan secara bertahap bagi pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja baik. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, (20/05/2026) menjelaskan bahwa pemberian penghargaan berupa dana insentif berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar ini dibagi berdasarkan regional Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, dan Papua agar kompetisi berjalan adil. 

 

Kategori yang diperlombakan meliputi penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, pemanfaatan pendanaan kreatif, penurunan angka pengangguran, serta pengendalian inflasi menggunakan data terverifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membangun iklim kompetitif antardaerah.

Lihat Juga :

Taufan Pawe: Dana Insentif Daerah Harus Jadi Pemicu Inovasi Kepala Daerah

Taufan Pawe: Dana Insentif Daerah Harus Jadi Pemicu Inovasi Kepala Daerah

Perlu Ada Insentif Fiskal bagi Kelas Menengah-Bawah yang Tak Berhak Terima Bansos

Perlu Ada Insentif Fiskal bagi Kelas Menengah-Bawah yang Tak Berhak Terima Bansos

 

Menyikapi kebijakan Kemendagri tersebut, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan, menyambut baik langkah Kemendagri yang menyiapkan anggaran insentif fiskal sebesar Rp1 triliun untuk diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam berbagai indikator pembangunan. 

 

Kebijakan tersebut, tambahnya, merupakan bentuk penghargaan yang tepat bagi pemerintah daerah yang bekerja secara serius, terukur, dan berorientasi pada hasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Pemberian insentif fiskal kepada daerah berprestasi merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Kebijakan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta efektivitas pembangunan,” ungkap pria yang kerap disapa Kang Aher itu dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

 

Lebih jauh, mantan Gubernur Jawa Barat dua periode ini menilai bahwa skema penghargaan yang dibagi berdasarkan regional Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, dan Papua merupakan pendekatan yang adil dan proporsional. Dengan demikian, setiap daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi sesuai karakteristik dan tantangan wilayah masing-masing.

 

“Kita mendukung pembagian berdasarkan regional agar kompetisi berlangsung lebih sehat dan objektif. Setiap wilayah memiliki kondisi geografis, sosial, dan ekonomi yang berbeda, sehingga penilaiannya perlu mempertimbangkan konteks tersebut,” jelas Politisi Fraksi PKS itu.

 

Selain itu, Kemendagri menjelaskan bahwa dana insentif yang diberikan berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar bagi daerah yang berhasil menunjukkan capaian terbaik pada sejumlah kategori prioritas pembangunan. Kategori tersebut meliputi penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, pemanfaatan pendanaan kreatif, penurunan angka pengangguran, serta pengendalian inflasi daerah. Seluruh indikator tersebut merupakan persoalan mendasar yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menjadikan program-program tersebut sebagai prioritas utama dalam penyusunan kebijakan dan penganggaran.

 

“Fokus pada pengurangan kemiskinan, penanganan stunting, penciptaan lapangan kerja, dan pengendalian inflasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah. Insentif ini harus menjadi dorongan agar kepala daerah tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga menghasilkan terobosan yang berdampak nyata,” tegas Ketua BAM DPR RI ini.

 

Terakhir, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II ini mengapresiasi penggunaan data terverifikasi dari BPS sebagai dasar penilaian. Penggunaan data yang objektif dan terukur akan meningkatkan kredibilitas program sekaligus mencegah penilaian yang bersifat subjektif.

 

Oleh karena itu, ia berharap program insentif fiskal ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antardaerah, tetapi juga menjadi instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan nasional. Selain itu, ia mendorong Kemendagri agar terus melakukan pendampingan dan berbagi praktik terbaik (best practices) dari daerah-daerah yang berhasil sehingga keberhasilan tersebut dapat direplikasi oleh daerah lain.

 

Ia menegaskan penilaian berbasis data BPS sangat penting untuk memastikan penghargaan diberikan kepada daerah yang benar-benar menunjukkan capaian kinerja. Dengan indikator yang jelas dan terukur, tambahnya, pemerintah daerah akan terdorong untuk membangun sistem perencanaan dan evaluasi yang lebih baik. 

 

“Tujuan akhirnya bukan sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menghadirkan pelayanan yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat kemajuan daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, program ini perlu dikawal secara konsisten dan berkelanjutan,” demikian tutup Kang Aher. (rdn)

Berita terkait

Taufan Pawe: Dana Insentif Daerah Harus Jadi Pemicu Inovasi Kepala Daerah
Ekonomi dan Keuangan
Taufan Pawe: Dana Insentif Daerah Harus Jadi Pemicu Inovasi Kepala Daerah
Perlu Ada Insentif Fiskal bagi Kelas Menengah-Bawah yang Tak Berhak Terima Bansos
Ekonomi dan Keuangan
Perlu Ada Insentif Fiskal bagi Kelas Menengah-Bawah yang Tak Berhak Terima Bansos
Azis Subekti: Harus Ada Kepastian Hukum Lahan dan Dukungan Fiskal bagi Daerah Penyangga IKN
Politik dan Keamanan
Azis Subekti: Harus Ada Kepastian Hukum Lahan dan Dukungan Fiskal bagi Daerah Penyangga IKN
Tags:#Daerah#fiskal
Sebelumnya

Abdullah: Tambahan Anggaran untuk Polri hingga BNN Harus Bermanfaat untuk Rakyat

Selanjutnya

Pelabuhan Cirebon Dinilai Masih Vital, Roberth Rouw Dorong Penguatan Konektivitas Logistik

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1021)
  • Industri dan Pembangunan(3568)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3561)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4342)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Perampasan Aset|BBM|Pendidikan|UMKM|MBG|RUU SDI|sekolah|Komisi III|Haji|Subsidi|RUU Daerah Kepulauan|PT. Freeport
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 83%
Angin: 2 km/h