
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Pelabuhan Cirebon, Provinsi Jawa Barat.|Foto: Ndn/Karisma
PARLEMENTARIA, Cirebon - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw menilai Pelabuhan Cirebon memiliki potensi strategis yang besar untuk terus menggerakkan perekonomian daerah di masa depan. Untuk itu, ia mendorong agar optimalisasi pelabuhan tersebut dapat difokuskan pada peningkatan volume perdagangan komoditas antarpulau di Indonesia.
"Tadi disampaikan Sekda dari Kota Cirebon bahwa ada permintaan kerja sama untuk komoditas dari antarpulau antara Cirebon dan Natuna. Ini bisa membuka jalan," ujarnya usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Pelabuhan Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Kamis (18/06/2026).
Ia menambahkan, kegiatan logistik di pelabuhan legendaris tersebut saat ini terbukti masih sangat aktif dan memiliki denyut nadi yang vital. Roberth menyebutkan bahwa bersandarnya tujuh kapal tongkang setiap harinya menjadi bukti nyata bahwa Pelabuhan Cirebon masih menjadi jalur distribusi logistik nasional yang penting.
Selain itu, keberhasilan Pelabuhan Cirebon dalam beberapa bulan terakhir juga diukur dari perannya sebagai pintu keluar utama bagi distribusi komoditas beras. Cirebon yang saat ini mengalami surplus beras berhasil menyalurkan komoditasnya ke berbagai wilayah di luar pulau melalui jalur laut yang dikelola oleh Bulog.
Melihat besarnya potensi perputaran ekonomi tersebut, Roberth mengingatkan agar kehadiran Pelabuhan Patimban yang bertaraf internasional di Jawa Barat tidak sampai mematikan pergerakan logistik di Pelabuhan Cirebon.
Sebaliknya, kedua pelabuhan tersebut harus saling mendukung operasional satu sama lain. Ia pun secara khusus meminta PT Pelindo selaku pengelola pelabuhan untuk proaktif mengatur integrasi logistik ini.
Dengan demikian, menurut Politisi Fraksi Nasdem ini, Otoritas pelabuhan dituntut bisa mengelola pembagian beban angkutan secara proporsional sehingga tidak ada fasilitas negara yang nantinya terbengkalai.
"Kami ingin supaya Pelindo menjaga konektivitas antar-pelabuhan agar pembagian pengolahan angkutan pelabuhan ini bisa jalan bersama-sama. Kami minta pelabuhan ini tetap dipertahankan agar eksistensinya tetap hadir," tutup Roberth.(ndn/we)