E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Madinah|Pancasila|RUU Ketenagakerjaan|Armuzna|RUU Polri|Hari Lahir Pancasila|Pendidikan|Ketenagakerjaan |3T|Iduladha|UMKM
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 34°C
Lembab: 60%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Madinah|Pancasila|RUU Ketenagakerjaan|Armuzna|RUU Polri|Hari Lahir Pancasila|Pendidikan|Ketenagakerjaan |3T|Iduladha|UMKM
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 34°C
Lembab: 60%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Madinah|Pancasila|RUU Ketenagakerjaan|Armuzna|RUU Polri|Hari Lahir Pancasila|Pendidikan|Ketenagakerjaan |3T|Iduladha|UMKM
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 34°C
Lembab: 60%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Kesenjangan Ekonomi hingga Rapuhnya Polarisasi Identitas Bayangi Peringatan Hari Lahir Pancasila

Diterbitkan
Selasa, 2 Jun 2026 17.06 WIB
Bagikan:
Kesenjangan Ekonomi hingga Rapuhnya Polarisasi Identitas Bayangi Peringatan Hari Lahir Pancasila

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo.|Foto : Oji/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial.

 

“Peringatan 1 Juni bukan seremoni. Ini pengingat keras bahwa Pancasila adalah fondasi rumah besar bernama Indonesia. Kalau fondasinya retak, atapnya pasti bocor,” ujar Firman dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Lihat Juga :

Puan Pimpin Pembacaan Ikrar Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Puan Pimpin Pembacaan Ikrar Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Peringatan Hari Lahir Pancasila Harus Jadi Momentum Menanamkan Nilai dalam Perilaku Sehari-hari

Peringatan Hari Lahir Pancasila Harus Jadi Momentum Menanamkan Nilai dalam Perilaku Sehari-hari

 

Menurut Firman, terdapat tiga tantangan nyata yang membuat nilai-nilai Pancasila masih terasa jauh dari kehidupan sebagian masyarakat.

 

Pertama, kesenjangan ekonomi. Ia menilai sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia belum sepenuhnya dirasakan oleh petani, nelayan, pelaku UMKM, maupun para guru yang masih menghadapi berbagai hambatan dan regulasi yang memberatkan.

 

Kedua, polarisasi identitas. Politisi Fraksi Partai Golkar itu menyebut sila ketiga tentang Persatuan Indonesia saat ini menghadapi ujian berat akibat perkembangan teknologi, penyebaran hoaks, serta maraknya politik identitas di media sosial.

 

Ketiga, lemahnya keteladanan. Menurutnya, penerapan sila kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab harus dimulai dari para pejabat, elite pemerintahan, dan tokoh masyarakat.

 

“Kami tidak minta Pancasila dihafal. Kami minta Pancasila dihidupi, dijiwai, dan dirasakan. Dari warung, sawah, pabrik, sampai kantor pemerintah. Kalau negara hadir untuk rakyat kecil, Pancasila akan hidup dengan sendirinya,” tegas Firman.

 

Anggota MPR RI yang aktif melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI hingga ke berbagai desa tersebut juga menekankan pentingnya pembudayaan Pancasila sejak usia dini melalui pendidikan formal.

 

Ia mengusulkan agar pembacaan Pancasila dilakukan secara rutin di sekolah-sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, disertai menyanyikan lagu Indonesia Raya.

 

Menurutnya, budaya serupa juga dapat diterapkan di lingkungan pemerintahan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga pemerintah pusat.

 

“Dengan cara itu, ideologi Pancasila akan lebih mudah dipahami, dijiwai, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Firman. (rdn)

Berita terkait

Puan Pimpin Pembacaan Ikrar Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
Isu Lainnya
Puan Pimpin Pembacaan Ikrar Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
Peringatan Hari Lahir Pancasila Harus Jadi Momentum Menanamkan Nilai dalam Perilaku Sehari-hari
Isu Lainnya
Peringatan Hari Lahir Pancasila Harus Jadi Momentum Menanamkan Nilai dalam Perilaku Sehari-hari
PBB Tetapkan Hari Peringatan Genosida di Srebrenica Bosnia, Ketua BKSAP Minta Peringatan Genosida Gaza
Politik dan Keamanan
PBB Tetapkan Hari Peringatan Genosida di Srebrenica Bosnia, Ketua BKSAP Minta Peringatan Genosida Gaza
Tags:#Pancasila#Hari Lahir Pancasila
Sebelumnya

Rawan Praktik Ilegal, Timwas Haji Usulkan Pembentukan Lembaga Resmi Khusus Badal Haji

Selanjutnya

Perwujudan Sila Kelima Pancasila Harus Diwujudkan Melalui Pemenuhan Hak Dasar Pangan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(855)
  • Industri dan Pembangunan(3116)
  • Isu Lainnya(1014)
  • Kesejahteraan Rakyat(3141)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3782)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Madinah|Pancasila|RUU Ketenagakerjaan|Armuzna|RUU Polri|Hari Lahir Pancasila|Pendidikan|Ketenagakerjaan |3T|Iduladha|UMKM
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 34°C
Lembab: 60%
Angin: 7 km/h