
Anggota Komisi VI DPR RI Doni Akbar dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang atau Grand Batang City, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.|Foto: Puntho/Mahendra
PARLEMENTARIA, Batang — Anggota Komisi VI DPR RI Doni Akbar mendorong Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat asli Kabupaten Batang. Menurutnya, keberadaan kawasan industri harus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan pengangguran di daerah.
Hal itu disampaikan Doni usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang atau Grand Batang City, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (22/5/2026). Kunjungan tersebut mengangkat tema “Peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Pembahasan Rencana Konsolidasi BUMN Kawasan Industri.”
“Pertumbuhan Batang ini 7,7 persen, di atas rata-rata seluruh Kabupaten di Jawa Tengah. Makanya saya minta supaya kawasan industri ini memprioritaskan tenaga kerja, khususnya warga Batang asli,” ujar Doni saat wawancara dengan Parlementaria.
Legislator Dapil Jateng X tersebut menilai pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang yang mencapai 7,7 persen menjadi indikator positif berkembangnya kawasan industri di wilayah tersebut. Karena itu, ia meminta agar pertumbuhan tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan pekerjaan.
Ia menjelaskan, untuk tenaga kerja yang tidak membutuhkan keterampilan khusus atau unskilled labor, seharusnya dapat dipenuhi dari masyarakat lokal terlebih dahulu. Menurutnya, target penyerapan tenaga kerja yang mencapai ratusan ribu orang akan sangat membantu mengurangi beban negara dalam penyediaan lapangan pekerjaan.
“Target mereka sampai 280 ribu tenaga kerja. Itu sudah hampir sepertiga warga Batang sendiri. Artinya sudah sangat membantu mengurangi beban negara,” lanjut Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.
Doni juga meminta manajemen KITB agar menyusun skema prioritas rekrutmen tenaga kerja secara bertahap. Ia menegaskan, masyarakat Batang harus menjadi prioritas utama sebelum membuka kesempatan bagi daerah lain di sekitar kawasan industri.
“Saya fokuskan kepada Direktur KITB supaya ke depan tetap memprioritaskan warga Batang. Setelah itu baru kabupaten sekitar seperti Pekalongan, Pemalang, dan Tegal. Kalau memang masih membutuhkan, baru boleh mencari dari luar daerah, kecuali untuk tenaga kerja dengan keahlian khusus,” tegasnya.
Selain itu, Doni turut mendorong adanya kerja sama antara kawasan industri dengan perguruan tinggi maupun sekolah vokasi guna menyiapkan sumber daya manusia lokal agar lebih siap memasuki dunia kerja industri. “Saya minta juga dibuat kerja sama dengan perguruan tinggi atau sekolah supaya tenaga kerja Batang yang belum siap bisa diberikan pelatihan terlebih dahulu. Dengan begitu, ke depannya mereka siap untuk bekerja di KITB,” pungkasnya.
Turut hadir Ketua Tim Adisatrya Suryo Sulisto (Wqkil Ketua Komisi VI DPR RI/Fraksi PDI-Perjuangan), Anggia Erma Rini (Ketua Komisi VI DPR RI / Fraksi PKB), Dewi Juliani (Anggota Tim / Fraksi PDI-Perjuangan), Doni Akbar (Anggota Tim / Fraksi Partai Golkar), Asep Wahyuwijaya (Anggota Tim / Fraksi NasDem), M. Nasim Khan (Anggota Tim / Fraksi PKB), Rizal Bawazier (Anggota Tim / Fraksi PKS), serta Zulfikar Hamonangan (Anggota Tim / Fraksi Partai Demokrat).
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Endra Gunawan selaku Deputi Bidang Peningkatan Nilai BUMN, Badan Pengawasan BUMN; M. Syaiful Anam selaku Vice President Business Performance and Asset Optimization PT Danantara Asset Management; Yadi Jaya Ruchandi selaku Direktur Utama PT Danareksa (Persero) beserta jajaran;
Kemudian Ahmad Fauzie Nur selaku Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma beserta jajaran; Indri Septa Respati selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Kawasan Industri Terpadu Batang beserta jajaran; serta Pemerintah Kabupaten Batang yang hadir diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih beserta jajaran. (pun/aha)