E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
APBN|Rapat Paripurna|APBN 2027|Breaking news|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|RAPBN 2027|RUU Migas|Gempa|NTT|NTB|hakim agung
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
APBN|Rapat Paripurna|APBN 2027|Breaking news|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|RAPBN 2027|RUU Migas|Gempa|NTT|NTB|hakim agung
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
APBN|Rapat Paripurna|APBN 2027|Breaking news|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|RAPBN 2027|RUU Migas|Gempa|NTT|NTB|hakim agung
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah

Diterbitkan
Selasa, 19 Mei 2026 21.25 WIB
Bagikan:
Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar dalam RDP Komisi XII DPR RI dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM di Ruang Rapat Komisi XII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Tari/Sari

PARLEMENTARIA, Jakarta – Potensi hilangnya penerimaan negara dari sektor batu bara akibat penurunan target produksi pada 2026 menjadi perhatian serius Komisi XII DPR RI. Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar mengingatkan bahwa pengurangan produksi batu bara harus dihitung secara cermat agar tidak mengurangi kontribusi sektor pertambangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM di Ruang Rapat Komisi XII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026), Yulian Gunhar menyoroti adanya selisih target produksi batu bara yang menurut catatannya turun sekitar 190 juta ton dibanding tahun sebelumnya.

Lihat Juga :

Pasokan Batu Bara Besar, Potensi Atasi Krisis Energi Nasional

Pasokan Batu Bara Besar, Potensi Atasi Krisis Energi Nasional

Soroti Dampak Angkutan Batu Bara, Mukhlid Basri Desak Kompensasi bagi Masyarakat Lampung

Soroti Dampak Angkutan Batu Bara, Mukhlid Basri Desak Kompensasi bagi Masyarakat Lampung

 

Menurutnya, jika pengurangan produksi tersebut dikalikan dengan asumsi harga acuan batu bara, maka potensi pendapatan yang hilang sangat signifikan. “Kalau kita hitung dari sisi royalti dan pajak badan, potensinya bisa mencapai puluhan triliun rupiah. Ini tentu harus dijelaskan secara rinci agar kita memahami dampaknya terhadap penerimaan negara,” ujar Yulian.

 

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menjelaskan, berdasarkan perhitungannya, potensi kehilangan royalti dapat mencapai sekitar Rp19,4 triliun. Sementara potensi berkurangnya penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) badan diperkirakan sekitar Rp20,9 triliun.

 

“Artinya, total potensi penerimaan negara yang berkurang bisa melampaui Rp40 triliun. Ini angka yang tidak kecil dan perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

 

Yulian menekankan, sektor pertambangan, khususnya batu bara, selama ini menjadi salah satu kontributor utama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Karena itu, setiap kebijakan yang berdampak pada penurunan produksi harus didasarkan pada analisis yang akurat dan mempertimbangkan implikasi fiskalnya.

 

Ia juga meminta Direktorat Jenderal Minerba menyampaikan data produksi dan ekspor secara lebih terperinci agar DPR dapat melakukan pengawasan secara optimal. Menurutnya, transparansi data sangat penting agar kebijakan yang diambil dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.

 

“Kalau ada perubahan target produksi, DPR perlu mengetahui dasar perhitungannya dan bagaimana dampaknya terhadap penerimaan negara. Dengan begitu kita bisa memastikan kebijakan yang diambil tetap menjaga kepentingan nasional,” ujarnya.

 

Komisi XII, lanjut Yulian, akan terus mengawal kebijakan sektor minerba agar selain mendukung hilirisasi, juga mampu mengoptimalkan penerimaan negara untuk membiayai pembangunan nasional. (fa/aha)

Berita terkait

Pasokan Batu Bara Besar, Potensi Atasi Krisis Energi Nasional
Industri dan Pembangunan
Pasokan Batu Bara Besar, Potensi Atasi Krisis Energi Nasional
Soroti Dampak Angkutan Batu Bara, Mukhlid Basri Desak Kompensasi bagi Masyarakat Lampung
Industri dan Pembangunan
Soroti Dampak Angkutan Batu Bara, Mukhlid Basri Desak Kompensasi bagi Masyarakat Lampung
Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang
Tags:#APBN#Batu Bara
Sebelumnya

Gudang Bulog Hampir Penuh, Legislator Ingatkan Risiko Kerusakan Beras

Selanjutnya

Komitmen Komisi II Kawal Penyelesaian Konflik Agraria dan Tata Kelola HGU

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1076)
  • Industri dan Pembangunan(3747)
  • Isu Lainnya(1060)
  • Kesejahteraan Rakyat(3728)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4613)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Majalah Parlementaria Edisi 258
Parja
Parja
MAKLUMAT PELAYANAN
HUT RI 81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
APBN|Rapat Paripurna|APBN 2027|Breaking news|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|RAPBN 2027|RUU Migas|Gempa|NTT|NTB|hakim agung
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h