E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|UMKM|Rupiah|Bank Indonesia|statistik|Dolar|MBG|UU Tipikor|Korupsi|RUU Pemerintahan Aceh|RUU Masyarakat Adat|Judol
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|UMKM|Rupiah|Bank Indonesia|statistik|Dolar|MBG|UU Tipikor|Korupsi|RUU Pemerintahan Aceh|RUU Masyarakat Adat|Judol
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|UMKM|Rupiah|Bank Indonesia|statistik|Dolar|MBG|UU Tipikor|Korupsi|RUU Pemerintahan Aceh|RUU Masyarakat Adat|Judol
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah

Diterbitkan
Selasa, 19 Mei 2026 21.25 WIB
Bagikan:
Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar dalam RDP Komisi XII DPR RI dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM di Ruang Rapat Komisi XII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Tari/Sari

PARLEMENTARIA, Jakarta – Potensi hilangnya penerimaan negara dari sektor batu bara akibat penurunan target produksi pada 2026 menjadi perhatian serius Komisi XII DPR RI. Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar mengingatkan bahwa pengurangan produksi batu bara harus dihitung secara cermat agar tidak mengurangi kontribusi sektor pertambangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM di Ruang Rapat Komisi XII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026), Yulian Gunhar menyoroti adanya selisih target produksi batu bara yang menurut catatannya turun sekitar 190 juta ton dibanding tahun sebelumnya.

Lihat Juga :

Pasokan Batu Bara Besar, Potensi Atasi Krisis Energi Nasional

Pasokan Batu Bara Besar, Potensi Atasi Krisis Energi Nasional

Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang

Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang

 

Menurutnya, jika pengurangan produksi tersebut dikalikan dengan asumsi harga acuan batu bara, maka potensi pendapatan yang hilang sangat signifikan. “Kalau kita hitung dari sisi royalti dan pajak badan, potensinya bisa mencapai puluhan triliun rupiah. Ini tentu harus dijelaskan secara rinci agar kita memahami dampaknya terhadap penerimaan negara,” ujar Yulian.

 

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menjelaskan, berdasarkan perhitungannya, potensi kehilangan royalti dapat mencapai sekitar Rp19,4 triliun. Sementara potensi berkurangnya penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) badan diperkirakan sekitar Rp20,9 triliun.

 

“Artinya, total potensi penerimaan negara yang berkurang bisa melampaui Rp40 triliun. Ini angka yang tidak kecil dan perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

 

Yulian menekankan, sektor pertambangan, khususnya batu bara, selama ini menjadi salah satu kontributor utama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Karena itu, setiap kebijakan yang berdampak pada penurunan produksi harus didasarkan pada analisis yang akurat dan mempertimbangkan implikasi fiskalnya.

 

Ia juga meminta Direktorat Jenderal Minerba menyampaikan data produksi dan ekspor secara lebih terperinci agar DPR dapat melakukan pengawasan secara optimal. Menurutnya, transparansi data sangat penting agar kebijakan yang diambil dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.

 

“Kalau ada perubahan target produksi, DPR perlu mengetahui dasar perhitungannya dan bagaimana dampaknya terhadap penerimaan negara. Dengan begitu kita bisa memastikan kebijakan yang diambil tetap menjaga kepentingan nasional,” ujarnya.

 

Komisi XII, lanjut Yulian, akan terus mengawal kebijakan sektor minerba agar selain mendukung hilirisasi, juga mampu mengoptimalkan penerimaan negara untuk membiayai pembangunan nasional. (fa/aha)

Berita terkait

Pasokan Batu Bara Besar, Potensi Atasi Krisis Energi Nasional
Industri dan Pembangunan
Pasokan Batu Bara Besar, Potensi Atasi Krisis Energi Nasional
Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Soroti Kabel Laut Ilegal, Potensi PNBP Negara Terancam Hilang
Kabupaten Batu Bara Siap Laksanakan Pemilu Serentak 2024 yang Aman dan Damai
Politik dan Keamanan
Kabupaten Batu Bara Siap Laksanakan Pemilu Serentak 2024 yang Aman dan Damai
Tags:#APBN#Batu Bara
Sebelumnya

Gudang Bulog Hampir Penuh, Legislator Ingatkan Risiko Kerusakan Beras

Selanjutnya

Komitmen Komisi II Kawal Penyelesaian Konflik Agraria dan Tata Kelola HGU

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(829)
  • Industri dan Pembangunan(3032)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2978)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3681)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|UMKM|Rupiah|Bank Indonesia|statistik|Dolar|MBG|UU Tipikor|Korupsi|RUU Pemerintahan Aceh|RUU Masyarakat Adat|Judol
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 86%
Angin: 5 km/h