E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Anggaran|tambang|APBN|Investasi|sekolah|Kereta Api|KUR|Batu Bara|perlintasan sebidang|APBN 2025|Kerja Sama|Tailing
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Anggaran|tambang|APBN|Investasi|sekolah|Kereta Api|KUR|Batu Bara|perlintasan sebidang|APBN 2025|Kerja Sama|Tailing
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Anggaran|tambang|APBN|Investasi|sekolah|Kereta Api|KUR|Batu Bara|perlintasan sebidang|APBN 2025|Kerja Sama|Tailing
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Soroti Dampak Angkutan Batu Bara, Mukhlid Basri Desak Kompensasi bagi Masyarakat Lampung

Diterbitkan
Rabu, 15 Jul 2026 09.22 WIB
Bagikan:
Soroti Dampak Angkutan Batu Bara, Mukhlid Basri Desak Kompensasi bagi Masyarakat Lampung

Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, di Gedung Nusantara.|Foto: Oji/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Mukhlis Basri, Anggota Komisi V DPR RI, menyoroti intensitas tinggi angkutan batu bara di jalur kereta api Lampung–Palembang yang dinilai merugikan masyarakat. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, di Gedung Nusantara pada Selasa (14/7/2026), Ia mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kompensasi bagi masyarakat terdampak.

 

Sebelum masuk ke agenda pembahasan RKA K/L dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) TA 2027, Mukhlis mengawali rapat dengan menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di perlintasan kereta api, Sungkai Utara, Lampung Utara, pada pagi hari yang sama. Insiden tersebut merenggut dua nyawa pelajar.

Lihat Juga :

Digitalisasi Bank Sumut Berikan Dampak Positif bagi Masyarakat

Digitalisasi Bank Sumut Berikan Dampak Positif bagi Masyarakat

Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah

Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah

 

 

"Turut berduka cita, Pak. Tadi pagi, tepatnya jam 7 kurang, terjadi kecelakaan di Lampung Utara, rel kereta api dari Lampung menuju Palembang, yaitu dua orang korban meninggal dunia dan merupakan pelajar SMA usia 17 tahun. Mudah-mudahan meninggal dalam keadaan husnul khotimah," ujar Mukhlis.

 

Mukhlis memaparkan bahwa jalur kereta api di Lampung kini didominasi oleh angkutan batu bara hasil kerja sama PT KAI dan PT Bukit Asam. Dengan frekuensi lalu lintas mencapai satu rangkaian setiap 22 menit dan kapasitas angkut ribuan ton per perjalanan, masyarakat yang melintas di perlintasan harus menunggu 10-15 menit.

 

"Lampung dan Sumatera Selatan ini adalah angkutan batu bara tersibuk di Indonesia. Setiap 22 menit, angkutan kereta ini lewat dengan 60 gerbong dan memakan waktu 10-15 menit. Ini menyebabkan kerugian waktu dan bahan bakar (BBM) bagi masyarakat di Lampung. Sementara pendapatan yang didapat dari angkutan batu bara ini mencapai triliunan rupiah per tahun," tegasnya.

 

Ia mempertanyakan bentuk tanggung jawab dan kompensasi nyata yang dapat diberikan kepada masyarakat Lampung yang setiap hari harus menanggung dampak dari padatnya lalu lintas kereta api batu bara tersebut.

 

Selain masalah angkutan barang, Mukhlis juga menyoroti ketimpangan kualitas sarana kereta api penumpang antara Sumatera dan Pulau Jawa. Sebagai wilayah dengan populasi penduduk terbesar nomor dua dan tiga di Pulau Sumatera, Mukhlis mendesak pemerintah untuk meningkatkan standar pelayanan kereta api di Lampung dan Sumatera Selatan.

 

"Kami berharap untuk kereta angkutan massa ini kiranya ditingkatkan. Jika kita punya kereta api yang bagus seperti di Pulau Jawa, saya kira ini akan menjadi angkutan idaman bagi masyarakat Sumatera," tutupnya. (hvt/we)

Berita terkait

Digitalisasi Bank Sumut Berikan Dampak Positif bagi Masyarakat
Politik dan Keamanan
Digitalisasi Bank Sumut Berikan Dampak Positif bagi Masyarakat
Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah
Industri dan Pembangunan
Yulian Gunhar Soroti Potensi Hilangnya PNBP Batu Bara Puluhan Triliun Rupiah
Komisi VI Pantau Transformasi BUMN Pariwisata di Yogyakarta Demi Pastikan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Pantau Transformasi BUMN Pariwisata di Yogyakarta Demi Pastikan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Tags:#Batu Bara#PT. KAI#Lampung#PT. Bukit Asam
Sebelumnya

Komisi X Nilai Investasi pada Pemuda Kunci Manfaatkan Bonus Demografi

Selanjutnya

Kementerian Haji Harus Bertindak sebagai Wakil Negara, Bukan Agen Perjalanan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1008)
  • Industri dan Pembangunan(3508)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3519)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4290)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Anggaran|tambang|APBN|Investasi|sekolah|Kereta Api|KUR|Batu Bara|perlintasan sebidang|APBN 2025|Kerja Sama|Tailing
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 10 km/h